7 Cara Memberi Dukungan Kepada Ibu yang Baru Melahirkan

Sudah saatnya kita lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mental atau emosi para ibu yang baru melahirkan.

Kembali lagi ada kasus seorang ibu membunuh anaknya yang baru berusia 1 tahun. Dan seperti biasa, yang pertama menjadi tertuduh tentu saja si ibu sebagai pelakunya. Tak sedikit hujatan dialamatkan kepada si ibu, tanpa kita paham bahwa mungkin saja ada penyebab medis di balik itu semua. Ternyata, salah satu yang dicurigai adalah Post Partum Psychosis (PPP).

Baca juga:

Post Partum Psychosis, Benarkah Penyebab Ibu Memutilasi Bayinya?

Saya nggak mau membahas tentang PPP ini karena kemarin Adis sudah menuliskannya dengan sangat jelas. Yang saya mau bahas dalam tulisan saya pagi ini adalah, bagaimana caranya agar mulai sekarang kita belajar untuk lebih peduli pada ibu yang baru melahirkan.

Lantas apakah otomatis ini berarti si bayi tidak penting untuk diperhatikan? Bukan itu maksud saya. Tapi, coba deh perhatikan, selama ini saat ada seorang perempuan hamil kemudian melahirkan, selalu yang menjadi pusat perhatian adalah si bayi. Padahal, bagaimana bayi akan aman kalau sosok yang paling dekat dengannya (dalam hal ini si ibu) tidak merasa bahagia dan emosi yang cenderung tidak stabil?

Saat bayi kenapa-kenapa, yang bisa dia lakukan ‘hanyalah’ menangis. Tidak membahayakan dirinya maupun ibunya. Namun, saat ibu kenapa-kenapa, dia bisa membahayakan dirinya sendiri dan anaknya! Jadi, mari kita bagi porsi perhatian kita yang sama besar antara si bayi dan si ibu. Karena seperti yang sudah kita pahami, bahwa happy mom = happy kids. Agree???

Tidak perlu menjadi seorang psikolog andal untuk bisa membantu, cukup dengan melakukan beberapa hal berikut ini, saya dan mommies semua sudah berperan dalam mencegah semakin banyaknya jumlah ibu yang menyakiti anaknya karena masalah emosi dan mental.

Bantuan emosi untuk ibu baru

1. Pastikan suami dan orang-orang terdekat terlibat dalam pangasuhan

Meskipun sekarang ayah yang hands on pada pengasuhan anak sudah semakin banyak, sayangnya belum semua ayah paham bahwa mengasuh anak itu adalah tanggung jawab berdua. Jadi, mari sebar luaskan manfaat peranan ayah dalam pengasuhan anak kepada semua ayah atau calon ayah yang kita kenal. Karena dukungan suami menjadi penguat utama bagi seorang ibu baru. Minta mereka meluangkan waktu untuk bergantian menjaga si kecil pada malam hari atau menjadi tempat untuk si ibu berkeluh kesah. Menjadi pendengar yang baik bisa mengangkat separuh beban para ibu baru lho :).

2. Berikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan si ibu dalam mengurus bayinya

Selalu berikan apresiasi terhadap usaha sekecil apa pun yang telah dilakukan oleh seorang ibu baru. Sebuah pujian bisa menciptakan sebuah senyuman di wajah seseorang yang sedang kelelahan mengurus bayi.

3. Luangkan waktu untuk menelepon

Meskipun ibu baru sedang memiliki pusat dunianya sendiri, namun obrolan singkat di telepon sekadar menanyakan sebuah kabar bisa membuatnya merasa bahwa ada orang lain yang peduli padanya.

4. Jika sempat, mampir dan jadilah teman ngobrol yang menyenangkan

Saat baru menjadi seorang ibu, sudah dipastikan dunia kita adalah kamar, kamar mandi dan ruang makan. Jika mereka tidak bisa keluar rumah, kenapa bukan kita yang mengunjunginya sekadar untuk mengetahui keadaannya. Mencari tahu apa yang ia rasakan.

5. Jangan mengkritik

Sehebat apapun pengalaman Anda sebagai seorang ibu, tahan mulut untuk tidak mengeluarkan kritik atas gaya pengasuhan seorang ibu baru. Ingatlah mom, saat Anda baru menjadi ibu, Anda pun tidak langsung meraih nilai sempurna kan?

6. Berikan waktu agar ibu baru bisa melakukan me time singkat

Jangan bayangkan me time versi seorang ibu baru adalah berjam-jam menghabiskan waktu di mall atau spa. Bisa mandi dengan tenang selama 15 menit saja sudah termasuk dalam me time yang berharga, iya kan?! Jadi, saat Anda berkunjung ke rumahnya dan bisa menggantikannya sebentar untuk menjaga si bayi, lakukan saja. Ini yang membuat kita bisa tetap ‘waras’. :D.

7. Jangan takut mencari bantuan

Jika Anda melihat ada kecenderungan ke arah berbahaya, jangan ragu untuk meminta bantuan. Ingat, ada dua nyawa yang dipertaruhkan di sini. Nyawa si ibu dan nyawa si kecil.

Baca juga:

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Post Partum Depression

Bipolar Pada Ibu Hamil


Post Comment