Benarkah Metode Power Pumping Cocok untuk Ibu Bekerja?

Metode power pumping ini digadang-gadang bisa menolong ibu mendapatkan suplai ASI lebih banyak. Bagaimana ya cara kerja metode power pumping ini?

Benarkah Metode Power Pumping Cocok untuk Ibu Bekerja?

Masa-masa menyusui Jordy memang sudah lewat, tapi saya masih ingat banget bagaimana perjuangan pada fase ini. Apalagi usai cuti bersalin, saya memutuskan untuk kembali bekerja, wiiih tantangan tersendiri deh, yang namanya pumping di sela-sela kegiatan bekerja.

Agar bayi mendapatkan asupan nutrisi dari ASI, seorang ibu memang rela melakukan apa saja. Termasuk bersedia repot menyelipkan kegiatan pumping di tengah sibuknya mengerjakan pekerjaan kantor. Dan ternyata, urusan memompa ini juga ada teknik khusus yang dinamakan power pumping, apa Mommies pernah mendengar istilah ini?

dr. Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya menerangkan power pumping adalah teknik yang sebetulnya “meniru” frekuensi menyusui bayi saat growth spurt atau masa-masa ketika bayi menyusu lebih sering. Selama masa ini, bayi akan lebih sering dan lebih lama menyusu yang meningkatkan keluarnya hormon prolaktin dari kelenjar pituitary, sehingga meningkatkan produksi ASI. Teknik ini biasanya digunakan untuk meningkatkan produksi ASI pada saat ibu mulai menurun produksi ASInya.

Untuk metode pumping yang satu ini, dr. Meta menyarankan sebaiknya tidak dilakukan saat ibu sedang bekerja. Karena frekuensinya terhitung sangat sering, saya jabarkan dengan detail, ya, Mommies:

Teori 1:

  • Pompa ASI selama 20 menit, lalu istirahat 10 menit.
  • Pompa ASI 10 menit, istirahat 10 menit, pompa lagi 10 menit.

Teori 2:

  • Pompa ASI selama 10 menit, lalu istirahat 10 menit dan begitu seterusnya. Minimal satu jam setiap hari selama 3 hari berturut-turut.

Teori 3:

  • Letakkan pompa di dekat ibu, setiap lihat pompa, pompalah ASI 5-10 menit. Mommies bisa memompa setiap 45 menit.

Setelah sesi power pumping ini, Mommies bisa melakukan metode pumping seperti biasa, misalnya memompa 25 menit, setiap 3 jam. Metode ini bisa dilakukan saat produksi ASI menurun dan tidak bisa menggantikan semua jadwal memompa ASI yang rutin Mommies lakukan sehari-hari. Artinya jika Mommies mempunyai rutinitas pumping setiap hari, tetap lakukan hal tersebut di luar power pumping.

Karena tadi dr. Meta menyarankan melakukan ini saat Mommies sedang tidak bekerja, jadi Anda bisa melakukannya saat masih cuti bersalin, atau di akhir pekan untuk tetap menjaga kuantitas produksi ASI. Dan hasil setiap orang berbeda-beda, teman saya yang pernah melakukan teknik ini menuturkan ia berhasil merasakan hasilnya dalam waktu 3 hari, ada pula yang baru merasakan efek yang signifikan setelah 7 hari melakukan power pumping.

Supaya power pumping ini berjalan lancar dan sukses, coba deh lakukan beberapa kiat yang dr. Meta berikan:

1. Semua perbuatan memang harus diawali dengan niat yang teguh. Dr. Meta bilang jangan patah semangat dulu. Selama melakukan power pumping, jangan berharap ada perubahan dari hasil pumping secara signifikan. Berapa pun hasilnya, keep pumping!

2. Bisa dibarengi dengan konsumsi galactogogue, makanan atau minuman yang bisa meningkatkan produksi ASI seperti sayuran dan buah-buahan.

3. Lakukan kegiatan yang menyenangkan selama power pumping. Misalnya sambil main dengan bayi, browsing, atau online shopping :D *good idea, nih dr. Meta :p

4. Syukuri berapapun hasil pumping Mommies.

Ada yang sudah pernah melakukan teknik ini? Ceritakan dong, pengalaman Anda :)

Baca juga:

Stok ASIP Sampai Sekulkas? Nggak Perlu, Lho

Produksi ASI Tiba-tiba Menurun, Apa Penyebabnya?

Manajemen ASIP untuk Ibu Bekerja


Post Comment