Merasa Gaji yang Anda Terima Tidak Pernah Cukup? Cek 5 Penyebab Ini!

Kenaikan gaji sih rutin setiap tahun, tapi kenapa ya si gaji tidak pernah cukup untuk satu bulan? Jangan-jangan penyebabnya ada di salah satu daftar ini.

“Duuuh, tanggal tua nih, cari makan yang murah, aja, yuk!

“Udah tanggal segini, nontonnya nanti ya, nunggu gajian berikutnya!”

Mommies familiar nggak dengan dua kalimat tadi? Hidup dari one pay check to next pay check dan berasa susah banget menabung? Duh sedih banget ya…. padahal untuk kita yang sudah memiliki anak, urusan menabung dan investasi sudah wajib hukumnya untuk diperhatikan. Bukannya apa-apa, sudah ada tanggungan dan yang dipertaruhkan adalah masa depan anak kita.

Merasa Gaji yang Anda Terima Tidak Pernah Cukup? Cek 5 Penyebab Ini!

Menurut saya, sudah gawat, lho kalau kita itu hidupnya benar-benar mengandalkan dari satu gajian ke waktu gajian berikutnya. Coba mari kita cek, jangan-jangan kita mengalami hal-hal di bawah ini!

  1. Tidak pernah membuat budgeting

Setelah berkeluarga dan memiliki anak, sistem budgeting saya lebih ketat. Artinya ada nominal tetap setiap bulan yang wajib saya keluarkan. Contohnya, tabungan investasi, investasi pendidikan Jordy – anak pertama saya, bayar kartu kredit, premi asuransi, zakat dan sedekah, gaji ART, bayar listrik dan lain-lain. Pos-pos ini tidak bisa ditawar lagi, dan memasuki prioritas utama pengeluaran utama keluarga saya, yang berasal dari gaji saya dan suami. Coba bayangkan kalau saya atau Anda tidak pernah membuat budgeting? Setelah menerima gaji, yaaa suka-suka aja, mau bayar apa dulu. Yang ada tergiur belanja yang sifatnya nggak penting, dan berujung menyesal, baru di tengah bulan Anda sudah kehabisan amunisi untuk biaya hidup.

  1. Boros

Ketika gajian wajar banget, Mommies akan merasa “kaya sesaat”, tiba-tiba ada sejumlah uang masuk ke dalam rekening. Awalnya memang merasa pingin beli ini itu, tapi coba balik lagi ke skala prioritas. Kalau memang bukan kebutuhan dan sifatnya tidak urgent, ya, untuk apa dibeli? Lapar mata karena melihat online shop atau lagi jalan-jalan di mal? Boros sesaat bisa jadi malapetaka di kemudian hari, hati-hati!

  1. Inflasi

Inflasi adalah suatu keadaan di mana harga barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri. Inflasi ini tentu berpengaruh pada harga kebutuhan barang sehari-hari. Jadi logikanya, jika setiap tahun gaji Mommies hanya naik sedikit, sementara inflasi terjadi setiap tahunnya dikisaran 15%-20%, gaji Mommies tidak bisa menutupi pengeluaran setiap bulannya, alias tidak imbang dengan inflasi yang terjadi.

  1. Gaji yang diterima memang kecil

Adakalanya saya me-review gaji yang saya terima sekarang dengan beberapa tahun silam saat masih single, berapa kal lipat ya, saya sudah mengalami kenaikan? Dibarengi dengan menganalisa, dari segi apakah seimbang antara tanggung jawab dan gaji yang saya terima. Dan sesekali nggak ada salahnya mengecek gaji posisi kita di perusahaan lain, tentu juga tidak menutup mata dengan sejumlah keuntungan ekstra yang diberikan perusahaan tempat kerja Mommies sekarang. Kalau dirasa memang gaji yang diterima terlalu kecil, mungkin sudah saatnya Mommies mencari waktu yang tepat untuk meminta kenaikan gaji.

  1. Sering terjadi bocor halus

Bocor halus ini umumnya Mommies keluarkan di nominal puluhan ribu, tapi coba kalau dikalikan 5 kali setiap minggunya. Contoh, membeli kopi di cafe ternama, dan secangkirnya minimal Rp 30.000, dikali 5 dan diakumulasikan dalam sebulan, menjadi Rp 600.000 – hanya untuk pengeluaran kopi! Ya, boleh lah sesekali mengapresiasi diri sendiri, seminggu sekali menurut saya cukup. Lalu yang berikutnya, dan saya pernah alami sendiri adalah pergi ke mal dan makan di restoran. Untuk satu kali perjalanan saya, saya hitung-hitung minimal habis Rp 500.000. Atau membeli lauk jadi untuk konsumsi sehari-hari, akan jauh lebih hemat kalau Mommies masak, Rp 100.000 untuk maksimal 3 orang di rumah, sudah bisa mencukupi kebutuhan makan untuk 1 setengah hari. Saya pernah melakukan percobaan, absen sama sekali ke mal dan tidak membeli lauk di luar, alhasil setidaknya saya berhasil menghemat setidaknya Rp 1.500.000 setiap bulannya, lumayan banget, kan?

Baca juga:

5 Tanda Kita Perlu Melakukan Evaluasi Keuangan Keluarga

4 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Perempuan


One Comment - Write a Comment

Post Comment