7 Tip Mengatasi Hujan Nasihat di Saat Hamil

Ditulis oleh: Monik Wulandari

Hujan, kan disebut sebagai rejeki. Kalau hujan nasihat di saat hamil, termasuk rejeki juga nggak?

Untuk saya, sih, iya. Ini baru saya sadari ketika Kenzo, anak saya, sudah berusia empat bulan. Ketika saya mengalami kegagalan untuk memberi ASI eksklusif, saya sempat menyalahkan orang-orang sekitar; para sahabat dan keluarga, mengapa mereka tidak memberi nasihat mengenai ASI ini? Tapi setelah saya mengingat-ingat, mereka sudah, kok, memberi nasihat dan peringatan pada saya di saat kehamilan dulu.

Mungkin saya yang terlalu overwhelmed saat itu, sehingga tidak ngeh, nasihat apa saja yang telah saya dengar. Untuk itu, saya memberi tip bagi para calon mommies, ketika kebanjiran nasihat seperti saya.

hujan nasihat di saat hamil

1. Dengar
Nasihat bisa datang dari mana saja. Ibu-ibu penjaja sayuran di pasar saja sempat menasihati saya mengenai bahayanya naik turun tangga di saat kehamilan masih tergolong muda. Cukup dengarkan saja nasihat yang Anda terima saat itu, untuk lalu Anda …(berlanjut ke nomor dua).

2. Pilah
Hati-hati, banyak juga nasihat yang sebetulnya hanya mitos atau berdasarkan kebiasaan. Pernah, saya dinasihati oleh seorang tante karena telah memotong kuku Kenzo sebelum ia genap 40 hari. Padahal kuku bayi cenderung cepat panjang, dan ini bisa melukai dirinya sendiri.

3. Pastikan
Entah browsing di situs yang terpercaya atau menanyakan secara langsung ke dokter mengenai nasihat yang Anda dengar, bisa menjadi cara yang paling efektif untuk memastikannya.

4. Share
Ketika hamil, sering kali pikiran kita tidak fokus dan tidak mudah mengingat apa saja nasihat yang sudah kita dapat. Maka dari itu, bagikan nasihat yang kita terima ke pasangan. Sehingga suami dapat membantu mengingatkannya.

5. Buat catatan
Kadang nasihat yang diberikan bukan hanya seputar kehamilan, tapi juga setelah melahirkan. Tak ada salahnya Anda catat dengan ringkas (atau bahkan menuliskannya di blog), agar dapat menjadi reminder bagi bumil lainnya.

6. Positive thinking
Ada, lho, tipe pemberi nasihat, yang justru sepertinya malah menakut-nakuti dan terkesan negatif. Padahal, meski nasihat tersebut berdasarkan dari pengalaman, setiap kehamilan pastinya akan berbeda. Jangan sampai kita justru khawatir berlebihan.

7. Abaikan
Cara memberi menasihat malah menggurui? Cukup beri senyuman dan segera berlalu, itu cara yang paling tepat agar mood Anda tidak rusak. Tak mau, kan, malah memberi pengaruh yang tak baik bagi si jabang bayi?

Baca juga:

10 Alasan untuk Berbahagia Selama Hamil

Tipe Teman yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil


Post Comment