Sehat Itu (Mungkin) Mahal, Tapi Sakit Itu Jauh Lebih Mahal

Saya tidak tahu dengan mommies yang lain, namun sejak memiliki anak dan usia semakin menua, urusan kesehatan masuk menjadi prioritas utama dalam hidup saya.

sakit itu mahal

Saya masih ingat, perubahan saya alami sejak tahun 2006 ketika anak pertama saya lahir. Saat si kecil sudah bisa MPASI, saya memilih sayuran organik untuk asupan makannya. Dan di tahun itu harganya masih lumayan merogoh kantong dan tempat yang menjual juga belum terlalu banyak. Tak sedikit teman-teman yang menganggap saya sok higienis, sok sehat dan sok kebanyakan duit. Padahal, saya juga harus menabung untuk bisa belanja itu semua.

Semakin ke sini, tak hanya untuk si kecil, saya pun pada akhirnya ikutan, memilih konsumsi nasi hitam dibanding nasi putih, lebih banyak makan sayur dan buah, berolahraga, rutin minum air mineral, mengurangi pemakaian obat-obatan jika hanya demam atau flu, rutin general check up, memiliki asuransi kesehatan dan baru bulan kemarin mengganti toiletries dengan produk natural dan organik. Murah kah itu semua? Tentu saja tidak.

sakit itu mahal

Saya bukan orang tajir melintir yang nggak pakai mikir saat melakukan semua hal di atas. Namun saya ingin sehat demi anak-anak saya dan masa depan mereka. Jadi, kalau dulu saya bisa beli tas branded, kenapa saya nggak bisa memindahkan bujet membeli tas untuk melakukan semua hal di atas? Dibutuhkan penyesuaian memang, pada akhirnya urusan belanja fashion dan lifestyle harus saya kurangi (banyak) demi urusan kesehatan.

Dan percayalah, mahalnya menjalani hidup sehat jauuuuuh lebih murah dibanding jika kita harus membiayai sebuah penyakit. Seorang teman dekat saya baru saja divonis terkena kanker payudara stadium 1. Tahukah Anda berapa biaya yang harus dia keluarkan dalam satu kali kemoterapi? Sekitar 30 juta untuk satu kali pengobatan!!!

Jika kita bisa beli tas harga jutaan, beli skincare harga jutaan, makan dan jalan-jalan yang juga menghabiskan bujet jutaan, rasa-rasanya harusnya kita sanggup juga dong mengeluarkan bujet untuk kesehatan yang nilai investasinya jauh lebih penting :).

Jadi, sudahkah kesehatan masuk dalam prioritas kita saat ini?


2 Comments - Write a Comment

Post Comment