Cara Efektif Mengatasi Anak yang Mogok Makan

Idealnya, waktu makan menjadi aktivitas yang menyenangkan buat anak. Supaya anak nggak nggak mogok makan, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, lho. Bahkan cara ini pun bisa jadi ajak bonding antara anak dan  orangtua.

Siapa di antara Mommies yang pernah merasakan momen anak melakukan GTM alias gerakan tutup mulut? Atau anak hanya mau makan nasi thok tanpa lauk pauk? Atau malah yang lebih ekstrim  lagi, anak jadi kehilangan nafsu makan? Kalau saya, sih, sudah pernah melewati semua fase ini.

Biasanya, fase GTM ini akan dialami anak hingga usia 3 tahun. Usia ini, anak-anak masih dalam tahap belajar konsep makan dan belum mengerti konsep waktu. Sementara pada anak usia balita, atau di atasnya, seperti anak saya, Bumi, tentu sudah lebih paham dengan konsep makan.

Pada dasarnya, ketika anak sedang makan, idealnya mereka bisa merasakan situasi yang menyenangkan. Bukan makan dengan penuh tekanan. Makanya, sebisa mungkin saya selalu menghindari memberikan ancaman, menghukum, apalagi menakuti anak supaya tetap mau makan. Kalau nggak, bukannya mendatangkan nafsu makan, bisa-bisa anak malah mengalami trauma secara psikologis. Nggak mau, dong, hal  ini sampai terjadi?

Memang, sih, sebagai orangtua, kondisi seperti sempat membuat saya bingung dan khawatir. Namanya anak-anak, mereka tentu masih butuh nutrisi yang optimal untuk tumbuh kembang yang maksimal. Jangan sampai kalau kekurangan gizi.

Untuk itulah, saya pun harus memutar otak, mencari cara menciptakan momen makan jadi hal yang menyenangkan buat Bumi. Syukur-syukur kalau ternyata nafsu makananya jadi bertambah. Sejauh ini saya pun telah menemukan beberapa cara. Apa saja?

Memberikan anak pilihan makanan favoritnya

Roti Goreng Sosis   Mommies Daily*roti gulung sosis, menu sarapan favorit anak saya :)

Membuat anak nafsu makan, tentu saja bisa diakali dengan memberikan makanan favoritnya. Bisa dengan memberikan saja pilihan hari ini mau makan bubur ayam atau roti gulung sosis, ayam dengan sayur bayam, atau mau makan ikan dengan dengan sayur asam? Dengan diberikan pilihan begini tentu juga akan memudahkan anak.

Nggak kaku dengan jam makan

Memang, sih, disiplin itu sangat baik, tapi kalau soal makan, buat saya sesekali nggak ada salahnya keluar dari pakem tersebut. Biar bagaimana pun, ada kalanya anak belum mood atau belum lapar saat jam makan bukan? Dr. Sears dalam bukunya The Baby Book juga menuliskan, “Kebiasaan makan yang tak menentu adalah ciri khas perkembangan normal anak-anak batita yang dipengaruhi suasana hatinya. Anak Anda makan dengan baik hari ini dan tidak makan sama sekali di hari lainnya. Dia begitu senang menikmati sayurannya kali ini dan menolak sayuran tersebut di lain hari.” Dari pada saya kesal sendiri dengan aturan jam makan yang ketat, lebih baik memberikan sedikit kelonggaran agar anak bisa menikmati sesi makannnya.

Memasak dan membuat lunch box bersama

Sudah tahu, dong, ya, kalau mengajak anak masak bersama punya manfaat yang sangat besar bagi tumbuh kembang anak? Dengan memasak bersama, ternyata juga bisa membuat anak berselera untuk makan, lho. Maklum saja, setelah sibuk memasak, anak tentu akan penasaran dengan rasanya. Hal ini pun berlaku ketika saya mengajak Bumi untuk menyiapkan lunch box-nya. Asiknya, kegiatan ini juga bisa dilakukan dengan bapaknya, lho. Saya sangat percaya kalau kedekatan anak dengan bapaknya harus diciptakan. Dengan begitu, perkembangan kecerdasan interpersonalnya bisa terbangun dengan optimal.

Lagi pula aktivitas yang satu ini juga bisa mengembangkan daya kreativitas anak. Misalnya, bagaimana anak kita bisa membuat bento dengan bentuk sesuai seleranya, termasuk menggunakan bahan makanan kegemarannya. Biasanya, sih, ,salah satu makanan yang sering kami gunakan adalah sosis Kanzler. Selain karena rasanya enak karena mengandung 85% daging, sosis ini juga nggak menggunakan zat pewarna karena warnanya murni dari proses pengasapan. Satu lagi yang nggak kalah penting, sosis ini juga tanpa tambahan MSG.

sosis-1

Oh, ya, saat ini Kanzler juga sedang mengadakan kompetisi ‘Dad’s Do It Different’, di mana kompetisi ini mengajak para ayah untuk mempererat bonding dengan anak dan keluarga. Hadiahnya menarik banget, lho! Pemenang bisa jalan-jalan sekeluarga keliling Jepang dan Disneyland Tokyo.

Mau ikutan? Langsung saja beri tantangan pada suami Mommies untuk mengurus atau melakukan kegiatan seru bersama si kecil. Informasi lengkap, bisa langsung Mommies lihat di link ini, ya… 

Aaaah, jadi ngga sabar mau memberitahukan kabar baik ini ke suami deh! Ikutan yuk Mommies…

 

 

 


4 Comments - Write a Comment

    1. adiesty

      Kalau gue soal ruang makan emang rada longgar, sih, Fi. Emang ini sebeneranya rada salah juga :D
      Oh, ya… kadang pernah juga, sih, gue kasih izin Bumi untuk minum dengan es macam es teh manis atau lemon tea buat pendamping dia makan :D Jadi nggak air putih aja. Dan cara ini cukup efektif, hehehhe

  1. Aku juga kaya @adiesty, longgar kalau urusan mau makan di ruang mana, asal makannya pinter hehhehe.. Nah yang ketat tuh soal jenis makanan. Selama ini mereka sangat-sangat kubatasi makan makanan yang sudah diproses seperti nugget, sarden, kornet ataupun sosis.
    Tapi baca ini, pingin juga kasih untuk selingan weekend, abis katanya gak pake pewarna dan tanpa tambahan MSG..menarik dicoba toh jadinya :D

Post Comment