Alasan Menunda (Tambah) Momongan

Oleh : Rosalia Titi Wening

Kalau Adiesty sudah menyiapkan untuk tambah anak dan mau hamil lagi, saya justru sebaliknya.  Iya, sejauh ini saya masih memutuskan untuk menunda tambah momongan. Berikut beberapa alasannya.

Setelah menikah dan punya anak, saya jadi bisa merasakan kalau jadi orangtua itu nggak gampang. Perlu belajar terus menerus dan sesulit apapun kondisinya, tentu saja saya nggak bisa resign di tengah jalan, hahahhaa.

Dari sini, saya pun semakin memaklumi kalau tidak sedikit pasangan yang justru memutuskan untuk menunda momongan dengan beragam alasan seperti mandapatkan goals yang belum tercapai. Dan menurut saya itu sah-sah saja. Toh, yang menjalani kehidupan rumah tangga kita bersama pasangan, jadi tahu persis impian-impian apa saja yang ingin diraih.

Seperti yang dikatakan Nerina Garcia-Arcement, Ph. D, bahwa idealnya seorang perempuan nggak perlu terburu-buru untuk punya atau tambah momongan, “Memiliki anak akan mengubah segalanya. Jadi, menunda untuk memilikinya bukanlah hal yang salah karena dengan begitu Anda akan siap secara emosional dan psikis.”

Kegiatan Seks yang Tidak Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Mungkin ada orang yang bilang, “Yah, sudah tinggal dijalani saja, rejeki anak akan ada sendiri.”  Iya, betul juga, sih.  Tapi tidak semua orang yang berpedoman let it flow kan? Ada pasangan suami istri yang well plan sehingga memilih untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

Seperti yang diungkapkan atasan saya yang masih menunda punya momongan, baginya memiliki anak itu butuh kesiapan mental yang luar biasa. “Buat gue, memiliki anak itu nggak main-main, selain gue memang belum siap, gue juga pelan-pelan perlu belajar jadi Ibu yang baik buat anak gue nantinya, dan nggak mudah bisa seperti itu.”

Setelah ngobrol dengan beberapa teman yang menunda momongan, saya pun tahu kalau ada beberapa alasan yang membuat pasangan suami istri menunda punya momongan. Dan alasan yang mereka ungkapkan tidak berbeda dengan alasan saya yang belum mau tambah anak lagi.

Belum siap mental

Nah, ini adalah salah satu alasan yang menjadikan pasangan menunda untuk memiliki anak. Contohnya seperti yang diutarakan atasaan sekaligus sahabat saya di atas. Baginya, lebih baik mempersiapkan mental lebih dulu baru memiliki anak. Menurut saya pribadi, yang kini sudah punya satu anak,  memang merasakan kalau menjadi orangtua merupakan tanggung jawab yang besar. Gimana nggak, jadi orangtua itu kan full time job, butuh waktu yang tidak terbatas untuk membesarkan dan mendidik anak. Nah, sudah siap dengan segala perubahan dan tantangan? Percaya, deh, memiliki anak, orangtua perlu kesiapan psikis yang baik sehingga tentu bisa ditularkan pada anak-anaknya.

Belum siap secara financial

Ini dia yang membuat sebagian pasangan menunda momongan. Bukankah punya anak itu butuh materi yang nggak sedikit? Mulai dari biaya untuk kontrol kesehatan saat hamil, biaya melahirkan, belum lagi soal dana pendidikan. Wiiih, biaya sekolah anak kan nggak bisa terkumpul dalam hitungan hari. Sebagai orangtua tentu ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya. Intinya, sih, memiliki anak memang butuh biaya yang tidak sedikit. Dan sebagai orangtua tentu perlu bertanggung jawab untuk bisa memenuhi segala kebutuhan anak. Artinya, memang  perlu persiapan yang matang kan?

LDR

Kasus pasangan suami istri yang LDR ternyata banyak terjadi. Biasanya, sih, istri akan lebih mengalah dan ikut suami. Tapi ada juga pasangan sama-sama bekerja sehingga membuat istri tidak bisa mengikuti suami pindah ke kota lain. Hal itu yang membuat frekuensi berhubungan suami istri menjadi tidak semudah saat tinggal serumah. Intensitas pertemuan menjadi harga mahal buat pasangan yang berlabel LDR. Kalau sudah begitu, secara tidak langsung membuat mereka seperti menunda momongan.

Masih mau pacaran

Sepertinya ini berlaku yang buat pasangan yang masa pacarannya singkat karena memutuskan langsung menikah. Nah, biasanya, sih, pasangan seperti ini kerap kali memutuskan memutuskan untuk ‘senang-senang’ dulu alias mau pacaran lebih lama. Setidaknya hal inilah yang dipilih salah satu teman saya. Ia sempat bilang, “Kebayang nggak sih, baru juga nikah sebulan, tahu-tahu udah isi. Sementara namanya nyatuin dua orang dalam satu rumah aja butuh adjust banget, kalo tiba-tiba hadir anggota baru, duh, repotnya.” Saya pun yang sudah punya anak satu, masih perlu ‘berjuang’ cari waktu yang pas untuk ‘pacaran’ dengan suami. Yang terbayang, kalau tambah anak lagi maka waktunya pacarannya makin sulit, dong.

Menunda (tambah) momongan pada dasarnya adalah hak setiap orang. Hal yang paling penting dan nggak boleh dilupakan, tentu saja perlu kesepakatan lebih dulu dari pasangan. Mengingat bahwa keputusan ini yang akan menjalankan kita sendiri,  maka nikmati saja prosesnya.

 

 

 


Post Comment