Memastikan Kualitas Air di Rumah Bebas Bakteri

Mommies yakin nggak air yang Anda dan keluarga gunakan sehari-hari bebas bakteri?

Ouch! Merasa tertohok dengan pertanyaan di atas?  Iya sama saya juga kok, Mommies. Bayangkan saja, air kan salah satu kebutuhkan primer yang digunakan untuk berbagai macam kepentingan. Tapi di sisi lain sumber air tanah kita dicemari dengan aneka sampah yang menumpuk bertahun-tahun di dalam tanah. Belum lagi, sungai yang menjadi “tempat buang sampah” sebagian masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Segalalah itu ada sampah rumah tangga, sampai kasur dan sofa jadi penghuni sementara aliran sungai.Memastikan Kualitas Air di Rumah Bebas Bakteri

Image:www.wolfriver.org

Sebagai ibu, terus terang, saya jadi was-was melihat keadaan tadi. Walau untuk air minum saya menggunakan air mineral, tapi untuk kegiatan lainnya, keluarga saya masih mengandalkan air tanah. Sebagai bentuk pencegahan, saya harus sadar diri dong, berbuat sesuatu sesuai dengan kapasitas saya. Misalnya, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan air seperlunya – baik untuk mandi, cuci tangan dan kegiatan lainnya.

Nah, Mommies tahu nggak sih syarat air minum yang baik itu seperti apa? Menurut dr. Dewi Anggraeni Indra  M. Blomend (AAM)  pada acara Diskusi Media dan Peluncuran Showroom Best Water Technology (BWT) di Kemang, pertengahan September lalu, mengungkapkan  ada 3 syarat:

  1. Persyaratan fisik: jernih tidak berbau dan tidak berasa.
  2. Persyaratan mikrobiologi: tidak mengandung mikroba pathogen, seperti bakteri atau parasit.
  3. Persyaratan kimiawi: substansi yang tidak diinginkan tetapi diperbolehkan terdapat di dalam air minum, misalnya fluorin dan nitrat.

Fungsi air sendiri, adalah komponen utama dalam tubuh, seingat saya tubuh kita ini terdiri dari 60% air. Kebayang nggak tuh, kalau asupan air sampai kurang? Selain itu, air juga mempunya peran pembentuk sel, pengatur suhu tubuh, pelarut, pelumas dan bantal, media transportasi dan eliminasi sis metabolisme. Lihat kan Mommies? betapa air ini memegang peranan krusial dalam kehidupan manusia. Balik lagi ke pertanyaan saya di atas, sudah yakin kah dengan kualitas air yang kita gunakan sehari-hari?

Hanifa Ambadar, Ceo Female Daily Network, yang hadir sebagai salah satu narasumber hari itu, mengaku kalau setelah pulang ke Indonesia, ia menemukan baju-bajunya yang berwarna putih jadi cepat usang. Keadaan yang jauh berbeda ketika ia dan keluarganya sempat menetap di Amerika. Selain itu, kata Hani, kulitnya jadi cepat kering usai cuci tangan, jadi harus sering menggunakan hand body lotion.

Untuk mengatasinya, Hani memanfaatkan teknologi dari BWT (Best Water Technology) dari Jerman. Caranya kerjanya teknologi ini akan memfilter sedemikian rupa dengan teknologi yang mereka miliki, sampai air tanah bisa langsung Mommies konsumsi sekeluarga, tanpa dimasak. Ketika ngobrol-ngobrol dengan Hani, ia menggunakan Undersink Filter, jadi ada dua keran di sink rumah Hani. Ya satu air yang berasal dari air tanah, dan yang kedua air tanah yang sudah melalui tahap penyaringan oleg BWT. Kata Hani, cara ini cukup efektif menghemat pengeluaran air minum, dan memastikan kualitas air untuk keluarganya bebas dari bakteri.


Post Comment