Hari Gini Menabung dengan Cara Tradisional, Memang Masih Relevan?

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Dahulu, orang tua mengajarkan anak untuk menabung dengan bantuan celengan. Tapi hari gini? Menabung secara tradisional masih relevan nggak, sih, buat diterapkan?

Masa kecil dulu, saya ingat, sering menabung sisa uang jajaj di celengan. Nanti setelah beberapa bulan, saya bongkar celengan dan hasilnya setelah dihitung-itung, lumayan juga (daripada lu manyun :D). Semakin dewasa, dan seiring perkembangan zaman, tabungan pun beralih menjadi rekening tabungan di bank yang memberikan tambahan berupa bagi hasil. Dengan maraknya produk tabungan, apakah konsep menabung dengan cara tradisional masih relevan? Berikut ini pertimbangan dari mbak Prita Ghozie.

menabung

  1. Tujuan Menabung

Menabung pada dasarnya adalah proses menyisihkan penghasilan yang diterima saat ini untuk digunakan di masa depan. Harapan dari penabung adalah dana yang disimpan akan memiliki daya beli yang serupa dengan hari ini. Kegiatan menabung sebaiknya memiliki tujuan akhir yaitu tujuan keuangan seperti dana untuk membeli barang tertentu, dana untuk liburan, atau berbagai tujuan lainnya.

  1. Disiplin dan Komitmen

Kesulitan dalam mewujudkan impian dengan menabung adalah mencari penghasilan yang disisihkan untuk menabung. Dengan berbagai alasan, kita sepertinya tidak pernah punya sisa uang untuk ditabung. Oleh sebab itu, menabung sebaiknya dilakukan diawal periode saat mendapat penghasilan atau dilakukan setiap ada sisa uang meskipun kecil.

  1. Sedikit-sedikit Jadi Bukit

Saya mengajak mommies untuk melakukan gerakan sederhana yaitu HAPSARI alias Hanya Perlu Seribu Aja sehaRI. Menabung harus dimulai dengan hal yang kecil dan sederhana, tetapi secara terus-menerus sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Gerakan HAPSARI mengajak mommies untuk menyisihkan uang seribu setiap hari untuk ditabung di botol, kotak sepatu, atau celengan. Setelah dana terkumpul seratus ribu, maka bisa dimasukkan ke rekening tabungan. Jika awalnya hanya seribu sehari, berikutnya upgrade menjadi lima ribu, sepuluh ribu, bahkan 50 ribu setiap hari. Tanpa sadar, dana tabungan akan menjadi besar, bukan?

Live a Beautiful Life!

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment