Kiat Bekerja di Kantor yang Pegawainya Mayoritas Perempuan

Ada 4 kiat yang Mommies dapat lakukan jika bekerja di kantor yang pegawainya mayoritas perempuan.

Di zaman modern ini, semakin banyak perempuan yang memilih untuk menjadi wanita karier. Bahkan banyak juga yang menjadi pemimpin perempuan di dalam perusahaan. Hal ini mengakibatkan mungkin saja dalam suatu perusahaan, kebanyakan pegawainya adalah perempuan.

Kiat  Bekerja di Kantor yang Pegawainya Mayoritas PerempuanFemale Daily Network, yang memiliki pegawai mayoritas perempuan.

Kondisi juga didukung dengan fenomena, semakin banyak perempuan yang berani mengejar mimpi mereka. Tujuannya pun beraneka ragam, ada yang memang ingin mengejar passion-nya, menunjukkan eksistensi diri, bertanggung jawab dengan gelar pendidikan yang sudah ia raih dan masih banyak lagi. Intinya satu, menjadi perempuan memang harus bisa berdaya dalam banyak hal,  tanpa melupakan kodrat sebagai ibu dan isteri.

Sikap perempuan yang lembut, kerap mengedepankan mood pasti akan berbeda cara menghadapinya dibandingkan jika Mommies bekerja dengan laki-laki yang cenderung logis dan apa adanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat beberapa kiat yang dapat digunakan untuk bekerja di kantor yang kebanyakan karyawannya perempuan:

  1. Membaur dengan lingkungan kerja

Perempuan memiliki dorongan emosi yang besar dan sangat penting bagi mereka untuk dapat diterima oleh lingkungan. Untuk dapat diterima oleh rekan kerja, Mommies perlu mengatur beberapa strategi. Cobalah untuk membaur dan masuk ke kelompok pergaulan yang ada di lingkungan kerja. Mommies sebaiknya mencari kesamaan dengan rekan kerja lainnya, seperti kesamaan minat, hobi, daerah asal, almamater, dan sebagainya. Dengan kesamaan yang Mommies miliki, Mommies akan merasa nyaman dan memperbesar peluang bagi mereka untuk menganggap Mommies merupakan bagian dari mereka.

  1. Coba untuk ikuti pergaulan

Amati pergaulan yang ada di lingkungan kerja. Coba untuk mengiyakan ajakan rekan kerja seperti makan siang bersama, hangout setelah pulang kerja, maupun nonton bersama. Pada kesempatan ini, Mommies dapat membangun chemistry dengan rekan kerja. Amati topik yang dibicarakan dan usahakan supaya obrolan Mommies dapat nyambung dengan obrolan mereka. Manfaatkan kesempatan ini untuk lebih masuk dengan pergaulan mereka.

  1. Saling berbagi apa yang dirasakan

Jika terdapat masalah mengenai pekerjaan ataupun keluarga, perempuan biasanya akan lebih terbuka untuk membicarakannya. Cobalah untuk mendengarkan hal-hal yang dibicarakan oleh rekan kerja dan mulai juga untuk membuka diri serta saling berbagi apa yang dirasakan. Bangun juga sikap saling terbuka ini di dalam lingkup pekerjaan, seperti saling berdiskusi dan terbuka dalam memberikan ide.

  1. Tidak mudah terbawa perasaan

Perempuan seringkali bersikap subyektif akan sesuatu hal. Gosip dan drama pun biasanya sulit dihindari di lingkungan yang mayoritas perempuan. Apabila Mommies misalnya menggunakan pakaian yang tidak sesuai ataupun mengatakan hal yang dianggap aneh oleh rekan kerja, bisa saja Mommies akan dibicarakan secara negatif oleh rekan kerja. Jika memang hal yang Mommies lakukan bukan hal yang buruk, cobalah untuk tidak menghiraukan omongan negatif tersebut dan sebaiknya Mommies tidak terbawa perasaan. Fokus dan sibukkan diri dengan pekerjaan, cari hal lain yang dapat meningkatkan kemampuan sehingga Mommies dapat menunjukkan prestasi kerja yang baik, dan selalu mencari cara untuk belajar hal baru yang berhubungan dengan ranah pekerjaan kita.

Menghadapi rekan kerja yang mayoritas perempuan memang gampang-gampang susah. Di lingkungan yang mayoritas perempuan, konflik biasanya mudah muncul. Kemampuan untuk berbaur dengan rekan kerja memang dibutuhkan untuk dapat survive di lingkungan kerja yang mayoritas perempuan. Tetap dekati rekan kerja Mommies, namun tidak secara berlebihan. Usahakan untuk sering membaur dan menghabiskan waktu dengan mereka. Apabila Mommies sudah dapat diterima oleh mereka perlahan Mommies dapat menarik diri dan kembali ke pribadi Mommies yang sebenarnya. Upayakan untuk selalu menonjolkan prestasi yang diharapkan perusahaan dan tetaplah bersikap rendah hati.

Penulis: Prisila S. Rani, perempuan manis yang hobi memasak ini mengawali karir dengan Experd pada tahun 2012. Dengan background lulusan UI jurusan Psikologi, saat ini beliau menempati posisi penting dalam tim research & development Experd.

 


Post Comment