Kenapa Suami (Lebih) Manja Saat Sakit?

Umumnya, para suami bisa jadi kolokan setengah mati kalau sedang sakit. Sebenarnya kenapa, sih, suami jadi lebih manja saat sakit? Apakah ini fakta atau cuma pandangan yang salah dari para istri seperti saya?

Jauh sebelum menikah, saya sudah sering mendengar kalau para suami bisa jadi manja nggak ketulungan saat sakit. Bahkan polahnya jadi mirip ‘bayi gede’. Fakta ini pertama kali saya ketahui dari Mama saya sendiri. Setiap ayah saya sakit, saya memang sering melihat perubahan sikap ayah saya.  Kalau sehari-hari sosoknya terlihat sangat tegar dan kuat, pas lagi sakit bisa berubah 98 derajat.

Suatu kali Mama saya pernah bilang, “Laki-laki itu lebih kenyi dari perempuan kalau sakit. Nggak bisa nahan sakit, pantas aja, yang bisa melahirkan itu cuma perempuan,” ujarnya sambil diringi derai tawa. Saya yang saat itu masih jadi anak sekolah hanya bisa ikut tertawa tanpa tahu rasa ‘sedap’nya ketika suami lagi manja, hahahahha.

Sick Man in Bed Blowing Nose

Sekarang, giliran saya sudah menikah dan punya anak, fakta ini benar-benar saya hadapi sendiri. Kalau bapaknya Bumi lagi nggak enak badan, tiba-tiba saja jadi manja bukan main. Ya namanya istri, sebenarnya, sih, senang-senang saja begitu suami menuntut perhatian. Dikit-dikit minta tolong untuk dipijat punggungnya, sambil dibalur dengan balsam favoritnya atau minta dibuatkan makanan favorit.

Ngomongin masalah manjanya suami saat sakit, saya jadi ingat dengan sebuah artikel kesehatan yang pernah saya baca. Sebuah fakta yang ditulis RedBookMag, menyebutkan kemanjaan seseorang khususnya lelaki saat sakit diakibatkan karena rasa kangen dirawat oleh sang ibu ketika masih kecil. Artinya, bagi pria, mereka ingin mengulang untuk mendapatkan sentuhan lembut tangan ibu yang bisa didapatkan kembali lewat tangan istrinya ketika usia sudah dewasa.

Sementara, kalau perempuan lebih cenderung bisa bisa merawat diri sendiri saat sedang sakit ringan. Pasalnya, hal  ini dikarenakan pada perempuan memiliki hormon estrogen atau hormon utama kaum yang bisa ikut membuat sistem kekebalan tubuh wanita menjadi lebih baik dan mampu melawan berbagai virus dan bakteri dengan efektif.

Selain itu, ada fakta lain yang semakin menegaskan kalau pria memang bisa jadi lebih manja ketika sedang sakit. Peneliti dari University of Glasgow yang terdiri dari para psikolog, menyebutkan ada kecenderungan pada pria kurang benar-benar terkoneksi dengan sinyal-sinyal yang dikeluarkan tubuh, khususnya saat ada penyakit. Katanya, sih, para pria kurang mampu menafsirkan tanda-tanda penyakit, yang terjadi. Mereka malah bisa jadi parnoan karena menyimpulkan kalau penyakit yang dideritanya jauh lebih parah dari yang sebenarnya terjadi.

Beberapa waktu lalu, saat ditemui di sebuah acara, Rosdiana Setyaningrum, seorang psikolog juga mengakui hal ini. Menurutnya, adalah wajar jika seorang pria berlaku demikian. Malah menurutnya kondisi seperti ini punya dampak positif bagi keharmonisan rumah tangga, lho.

Soalnya kan, seorang perempuan yang memang cenderung punya jiwa merawat akan merasa dirinya dibutuhkan sang suami dan merasa lebih berharga manakala suami meminta perhatian. Kalau istilahnya Mbak Diana, hal ini bisa jadi win-win solution.

Lagi pula, kalau menurut John Gray, psikolog sekaligus penulis ‘Men are from Mars’,sebenarnya sifat manja para lelaki ini nggak gampang mereka tunjukkan kok. Karena pada dasarnya para lelaki cukup gengsi menunjukan kelemahannya. Umumnya para lelaki hanya mau memperlihatkan sisi-sisi lemahnya cuma pada  orang-orang yang membuat mereka nyaman.

Umh, benar juga, sih, ya? Kebayang nggak kalau suami cuek bebek, dan sama sekali nggak meminta perhatian dari kita, para istrinya? Bisa jadi tanda tanya besar dan menimbulkan persepsi jangan-jangan suami sudah nggak sayang atau jadi salah satu tanda perselingkuhan. Benar nggak?

Jadi, kalau saya, sih ketika suami sedang ‘kambuh’ manjanya, nggak ada salahnya kok, menuruti apa yang ia mau. Toh, kondisi seperti itu memang nggak kita temui setiap hari. Lagi pula, kalau kondisi kesehatannya sedang drop, wajar saja kan kalau suami jadi manja  dan minta perhatian lebih sama istrinya. Kalau minta sama orang lain, bisa kita sendiri yang repot :D

Eh… tapi, benar kan, ya, kalau suami memang cenderung lebih manja saat sakit? Umhh…. saya nggak fitnah kan, yaaa? *kemudian samar-samar terdengar para suami koor panjang dan melakukan pembenaran,”Itu fitnaaaah…. bukannya semua orang pasti manja kalau sakit?” :D


Post Comment