3 Hal Yang Dipelajari Anak dari Hari Raya Kurban

Setidaknya ada 3 hal yang dapat dipelajari seputar Hari Raya Kurban, dan akan saya sampaikan kepada anak pertama saya, Jordy.

Tahun ini adalah tahun kedua saya merayakan Hari Raya Kurban bersama Jordy, anak pertama saya yang berusia 2 tahun 2 bulan. Tak sama seperti hari-hari lainnya, saya ingin Hari Raya Kurban menjadi momen berharga. Yang pertama, sudah pasti karena kami sekeluarga berkumpul dan melepaskan kangen, setelah sekian lama sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Kedua ngumpul-ngumpul sambil makan khas hidangan lebaran Idul Adha! Kenal dong dengan masakan Tongseng? Nah, lebaran kali ini saya mau coba mempraktikkan resep lezat mengolah tongseng kambing – supaya lebih afdol lebarannya! :D

3 Yang Dapat Dipelajari Anak dari Hari Raya Kurban

Image: www.momjunction.com

Lalu, hal yang ketiga yang agak serius nih, saya pingin pelan-pelan menyelipkan pesan moral seputar Hari Raya Kurban kepada Jordy. Meski mungkin konsep berpikirnya belum sematang anak-anak yang lebih besar, setidaknya momen-momen baik bisa ia rekam, dan menjadi kenangan berharga untuk Jordy dikemudian hari.

  1. Berbagi itu menyenangkan

Setelah semua hewan kurban disembelih, pemandangan yang lazim adalah sekumpulan orang yang antre untuk mendapatkan paket potongan hewan kurban tersebut. Dari segala usia, mereka setia menunggu giliran. Saya ingin mengajak Jordy melihat momen ini, melihat sendiri bagaimana senyum bahagia mereka menerima potongan daging yang bisa disantap sekeluarga. Sementara bagi yang mampu, makan daging mungkin bisa saja dilakukan setiap hari. Idul Adha, sekaligus sebagai misi kepedulian sesama umat manusia, dari yang berkecukupan kepada mereka yang membutuhkan.

  1. Ada pengorbanan dan proses usaha di balik setiap tujuan

Membeli hewan kurban tentu tidak semudah yang dibayangkan, ada proses menabung yang dilakukan jauh hari sebelumnya. Setelahnya, hewan-hewan kurban ini harus disembelih, dibersihkan hingga mendapatkan bagian daging yang diinginkan. Intinya semua ada aspek pengorbanan yang dilalui dengan proses panjang. Saat melihat proses-proses tadi, saya ingin mengajak Jordy ngobrol, kalau ada yang dia lihat, hampir sama seperti proses yang pernah ia jalani, misalnya membereskan mainannya setelah bermain. Untuk sampai ke tujuan tertentu, ya ada usahanya, nggak instan!

  1. Ucapan rasa syukur

Makna spiritual lainnya, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Meski dalam keseharian, Jordy sudah saya ajarkan lewat berdoa sebelum makan atau aktivitas lainnya. Namun, tetap saja, momen besar seperti ini adalah kesempatan berharga mengenalkan rasa syukur kepada buah hati. Untuk poin ini, saya mau mengingatkan Jordy, kalau makan sebaiknya sampai habis, atau sering-sering berpelukan sebagai wujud syukur diberikan kesehatan dan bisa berinteraksi dengan Ayah dan Bundanya.

Ketiga poin di atas, jadi mengingatkan saya dengan metode positive parenting, mengedepankan pola komunikasi positif dengan anak. Dengan begitu, banyak nilai-nilai kebaikan yang bisa kita tularkan dalam percakapan tadi.

Selamat Hari Raya Kurban, Mommies!


Post Comment