Review Mosclean Mosquito Trap: Plus Minus Alat Pembasmi Nyamuk dengan UV LED

Maraknya penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk membuat saya hobi mencoba-coba alat pembasmi nyamuk. Yang terbaru adalah Mosclean Mosquito Trap . Mau tahu reviewnya?

Banyaknya penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, mulai DBD, Malaria hingga yang paling terbaru adalah Zika memang akhirnya membuat saya benci banget sama nyamuk. Menurut saya, satu-satunya manfaat nyamuk itu aselik untuk membuat kita aware sama kesehatan. Manfaat lain? Saya belum menemukan.

Masalahnya, punya dua anak laki-laki yang lagi aktif-aktifnya plus suka main di halaman, membuat saya suka khwatir aja bawaannya. Jadi pahamlah ya kalau saya itu cukup rewel urusan mengusir nyamuk dari rumah. Mulai dari obat nyamuk semprot sampai mematikan nyamuk dengan raket nyamuk sering saya lakukan. Somehow saya puaaaaas banget mencium bau gosong ketika nyamuk kena setruman si raket, hahaha. Kemudian inovasi baru yang muncul untuk mematikan nyamuk dengan menggunakan cahaya UV atau ada juga yang LED. Salah satunya ya si Mosclean ini.

Hingga tulisan saya ini tayang, berarti sudah hampir 3 minggu saya mencoba menggunakannya di rumah saya (lebih tepatnya di kamar tidur saya). So far, walaupun masih ada hal yang saya kurang suka, namun secara garis besar saya cukup puas dengan cara kerjanya.

MOSCLEAN Mosquito Trap (Hitam)

Bagaimana cara kerjanya? Jadi, Mosclean ini adalah perangkap nyamuk inovatif dengan teknologi violeds menggunakan UV LED dengan lapisan yang menghasilkan karbondioksida melalui proses katalitik. Kombinasi cahaya khusus yang diatur dalam jangkauan visual maksimal untuk nyamuk dan karbondioksida terbukti sangat efektif untuk menarik dan menangkap nyamuk.

Bagaimana pemakaiannya? Kita tinggal colokkan si Mosclean ini dan biarkan dia bekerja. Jadi nanti nyamuk akan terisap dan dibuat dehidrasi di dalamnya. Plusnya adalah, kita nggak perlu repot-repot mematikan dan menyalakan, karena tinggal dicolok sekali dan bisa kita diamkan hingga 4 hari. Setelah 4 hari baru bisa kita buka dan nanti akan terlihat deh si mayat-mayat nyamuk yang sudah kering dan mati. Yang saya juga suka adalah, harganya cukup terjangkau, yaitu Rp 500.000,- kurang lebih. Dan area cakupannnya sekitar 2000 meter persegi.

image2

Kekurangannya? Based on pengalaman, produk ini bekerja maksimal saat ruangan gelap. Mungkin karena gelap lebih menarik nyamuk kali ya, hahaha. Jadi kalau ruangan terang sih nyamuk masih bebas terbang ke sana kemari.

image1

Dan, catatan untuk kita, jangan buru-buru mau membuka wadahnya ya Mom. Karena saya sempat nggak sabar memakainya, lalu baru 4 jam sudah saya buka dan si nyamuk itu pada terbang kembali :D. Jadi minimal 4 hari baru bisa kita buka karena si nyamuk-nyamuk itu sudah kering dan mati.

Anak-anak saya sih senang, karena mereka bisa melihat tuh mayat-mayat nyamuk bergelimpangan, hehehe.
Kalau Mommies juga mau nyoba, sudah banyak kok di mana-mana. Selamat mencoba ya.


Post Comment