4 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Perempuan

Katanya perempuan adalah menteri keuangan di dalam keluarga, namun tak jarang banyak perempuan yang masih sering melakukan 4 kesalahan finansial berikut ini.

Jabatan ‘menteri keuangan’ yang kerap dipegang oleh para perempuan di dalam rumah tangga ternyata tidak secara otomatis membuat kita menjadi lebih smart kalau urusannya dengan uang atau finansial ya, hahaha. Masalahnya, kesalahan finansial yang terjadi dalam jangka panjang, dampaknya akan sulit diperbaiki dan bisa saja membuat hidup kita tak lagi terasa nyaman. The best thing we can do adalah segera menyadari kesalahan itu dan memperbaikinya and move forward financially smarter and wiser than before. Setuju?

Coba cek, apakah kita (termasuk saya) masih melakukan beberapa kesalahan berikut ini:

Kesalahan finansial yang sering dilakukan perempuan

1. Mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita sendiri

Jiwa mengayomi, melindungi atau mengalah yang identik dengan kita sebagai seorang ibu membuat kita kerapkali menaruh kepentingan atau keinginan kita di tempat kesekian. Punya bujet untuk menabung tapi seorang teman meminjam dengan alasan yang rasa-rasanya lebih penting dari keinginan kita untuk menabung di bulan ini. Atau terlalu besar menyiapkan dana untuk liburan dengan alasan ingin membuat anak-anak senang. Padahal, dengan dana yang lebih sederhana, kita bisa tetap berlibur sekaligus berinvestasi. Nggak ada salahnya kita mengikuti standar keamanan di dalam pesawat lho Moms. We must put our oxygen mask first, so we are in a position to help others.

2. Menganggap financial things adalah urusan laki-laki

Yes, kita mungkin adalah menteri keuangan di dalam rumah tangga kita kalau itu urusannya dengan membayar listrik, belanja bulanan dan gaji ART. Tapi begitu kita diminta untuk berkenalan dengan financial planning untuk masa depan, diminta mengenal lebih jauh jenis investasi yang sesuai dengan kondisi keuangan kita, kita langsung buru-buru menyerahkannya kepada suami. Alasannya? Ini bukan dunia perempuan. Malas belajar hal yang ‘njelimet’. Ayo dong Mom, jangan lupa kalau kita adalah mahluk yang paling mampu bermultitasking. Belajar mengenai produk-produk keuangan demi masa depan kita? Bukan masalah!

3. Menunda mencari bantuan

Saat kita melihat rekening tabungan yang tidak pernah bertambah, saat kita bertahan hidup dari waktu gajian ke  gajian bulan berikutnya, saat kita melihat kalau barang-barang yang kita miliki tidak memiliki nilai investasi, hati kecil kita pasti tahu kalau ada yang salah di sini. Dan seringkali, kita mencoba menutupi rasa khawatir dengan berpikir kalau bulan depan kita bisa memperbaikinya. Dan tanpa kita sadar, bulan depan berubah menjadi tahun depan dst. Kalau kita sudah merasa kita tidak mempersiapkan masa depan dengan baik, segera cari pihak lain yang dapat membantu kita menyiapkan masa depan kita.

Bagaimana caranya? Paling mudah adalah, mencari bantuan yang akan membantu kita memahami urusan keuangan dengan gampang. Misalnya dengan mencari Bank yang memiliki tim andal dan siap menjawab berbagai macam pertanyaan kita. Contoh, bank yang memiliki Relationship Manager atau RM yang akan menjadi partner kita dalam berkonsultasi mengenai bagaimana kita harus mengelola kekayaan yang kita miliki hingga merencanakan masa depan keluarga. Salah satunya adalah DBS yang membuat kita live smart Moms, karena mereka menyediakan apa yang kita butuhkan.

Selain tim andal, pastikan bahwa bank yang kita pilih memiliki beragam produk sehingga kita mempunyai banyak pilihan ke pos yang mana kita bisa menempatkan uang kita. Mulai dari tabungan biasa, asuransi, investasi hingga forex.

4. Tidak paham dengan trend investasi

Semakin berkembangnya zaman tentu saja trend investasi juga mengalami perkembangan. Sayangnya, perempuan suka malas mencari tahu mengenai hal ini. Kita cenderung memilih jenis investasi yang aman dan mungkin juga dilakukan oleh orang tua kita dulu. Membeli emas atau berlian atau membeli tanah. Padahal, saat ini semakin banyak ragam investasi yang bisa kita ikuti dan kita bisa mengikuti lebih dari satu. Kalau kita membuka mata dengan perkembangan serta perubahan ini, siapa tahu investasi kita berlipat ganda dan dampaknya pun jadi lebih maksimal untuk masa depan kita.

Intinya, mari kita #livesmart untuk masa depan yang lebih baik.


4 Comments - Write a Comment

  1. Yup.. saya salah satu yang Tidak paham dengan trend investasi.. bahkan saya baru mulai berinvestasi pada waktu saya sadar 6 bulan sebelum saya menikah.. beberapa orang bilang saya terlambat! tapi pada saat salah satu financial planner datang ke kantor untuk memberi penyuluhan, beliau bilang tidak ada kata terlambat untuk berinvestasi dan mengenal jenis investasi lainnya.. :)

  2. poin 1 & 2 alhamdulillah sih gak pernah yaaaa..tapi poin 3 & 4 sejujurnya iya banget hahahahahaha
    Tapi kalau nyari ahli, entah itu ke bank ataupun ke kantor financial planner, kok merasa terimntimidasi ya gue, bahwa harus ambil produk mereka / pakai jasa mereka..kan pingin tanya-tanya dulu biar ngerti dan banding-bandingin dulu sebetulnyaaaa

Post Comment