Depresi pada Anak Kecil

Jangan kaget ya mommies, karena ternyata anak berusia 7 tahun pun bisa mengalami depresi. Depresi pada anak kecil, apa saja tanda-tandanya?

Mommies tahu nggak kalau ternyata urusan depresi itu tidak hanya didominasi oleh kita para orang dewasa?! Karena faktanya, anak-anak pun bisa banget mengalami apa itu yang namanya depresi. Agar tidak salah kaprah mengenali depresi pada anak, berikut rangkuman tanya jawab saya dengan mbak Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi.

depresi pada anak

Kapan usia paling muda anak bisa terkena depresi?

Menurut buku Abnormal Child Child Psychology (Mash & Wolfe, 2005), diungkapkan bahwa depresi dapat dialami oleh bayi sekalipun. Namun umumnya anak di bawah usia 7 tahun bisa saja mengalami depresi. Sayangnya seringkali terjadi depresi pada anak ini sulit dideteksi sehingga membuat kondisinya semakin buruk saat anak beranjak remaja.

Apa hal yang sering menjadi pemicu anak mengalami depresi?

Ada berbagai macam faktor, mulai dari pengasuhan yang kurang tepat di dalam keluarga, tidak terpenuhinya kebutuhan emosi anak, beban sekolah, peer pressure hingga pengalaman traumatis.

Apa saja tanda-tanda anak yang mengalami depresi?

a. Mood anak yang menjadi murung sepanjang hari dan ini berlangsung nyaris setiap hari.
b. Anak juga kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
c. Terjadinya gangguan makan atau berat badan menurun.
d. Selain itu, bisa juga anak mengalami perubahan pola tidur, antara sulit tidur atau malah sebaliknya, tidur terus menerus.
e. Gerakan tubuh tidak terkordinasi atau menjadi lambat.
f. Anak terlihat lelah setiap hari.
g. Merasa tidak berdaya.
h. Merasa bersalah setiap hari.
i. Sulit berpikir atau berkonsentrasi hingga memikirkan tentang kematian berulang kali.

Dapat dikatakan depresi jika ada lima atau lebih tanda- tanda di atas dan berlangsung selama 2 minggu terus menerus.

Apakah ada tahapan depresi?

Tidak ada. Namun tanda atau reaksi yang ditunjukkan bisa berbeda-beda tergantung usia anak. Misalnya, pada anak usia 3 tahun dia akan murung terus, sementara kalau bayi akan menangis atau rewel terus menerus.

Bagaimana pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menyembuhkan depresi pada anak?

Buat anak merasa senyaman mungkin. Tenangkan dia dan dengarkan. Lalu bawa ke psikolog atau psikiater anak. Depresi biasanya ditangani secara terpadu antara psikolog atau pskiater dan dokter anak (Karena biasanya ada masalah fisik yang menyertai, seperti kurang tidur atau gangguan makan. Psikolog dapat membantu melalui berbagai macam terapi seperti terapi bermain, terapi kognitif dan juga konseling untuk individu maupun keluarga.

Bagaimana menjaga atau mencegah agar anak tidak mengalami depresi?

  1. Kenali kebutuhan anak sesuai tahapan usia perkembangannya dan penuhi.
  2. Hargai keunikan anak dan terimalah apa adanya.
  3. Cari sisi positif anak lalu kembangkan sisi positif tersebut.
  4. Biasakan anak untuk bersyukur atas apapun yang terjadi.
  5. Arahkan anak untuk selalu berpikir positif.
  6. Latih anak untuk menghadapi kesulitan dan bangkit dari kegagalan.
  7. Tempa kemandirian anak dalam menghadapi masalah yang sesuai dengan usia tentunya, sehingga anak menjadi pribadi yang tangguh.

Semoga saja di antara kita semua tidak ada yang anak-anaknya menderita depresi ya Mommies :).


Post Comment