KPR Syariah vs Konvensional, Pilih yang Mana?

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Punya rencana membeli rumah tapi belum mampu membeli secara tunai? Kenapa tidak KPR saja? Sebelum memutuskan mengambil jenis KPR yang mana, cari tahu dulu yuk soal KPR Syariah dan KPR Konvensional.

Selain membeli tunai, mommies juga punya opsi untuk membeli dengan bantuan pinjaman atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Secara umum terdapat 2 fasilitas KPR yang bisa dipilih masyarakat Indonesia yaitu KPR Syariah dan KPR Konvensional. Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan dari setiap jenis KPR yang dapat menjadi pertimbangan sebelum memilih.

kpr konvensioanal

  1. Hukum Syariah

KPR Syariah: Menerapkan akad transaksi yang sesuai dengan hukum syariah

KPR Konvensional: Tidak menerapkan akad transaksi yang sesuai dengan hukum syariah

Sesuai dengan namanya, KPR Syariah wajib menerapkan akad transaksi yang sesuai dengan hukum syariah. Hal ini menjawab kebutuhan beberapa masyarakat muslim yang ingin menerapkan hukum syariah dalam kehidupan sehari- harinya termasuk transaksi keuangan.

  1. Besar Cicilan Utang

KPR Syariah: Cicilan tetap selama masa KPR

KPR Syariah mengharamkan penerapan bunga di dalam skema transaksinya. Untuk itu, keuntungan bank dihitung dengan mengenakan margin yang jumlahnya disepakati di awal. Sebagai contoh: Bank Syariah menetapkan margin sebesar Rp 100 juta untuk pinjaman KPR syariah sebesar Rp 500 juta selama 10 tahun. Maka cicilan yang dibayarkan tetap selama 10 tahun sebesar Rp 5 juta.

KPR Konvensional: Cicilan tetap hanya selama beberapa tahun, kemudian berubah menyesuaikan bunga di pasar

KPR Konvensional hanya memberikan fasilitas fixed rate atau bunga tetap selama beberapa tahun umumnya 3- 5 tahun. Sisa tahun berikutnya mengacu pada bunga pasar sehingga cicilan utang berpotensi meningkat apabila bunga di pasar naik.

  1. Lama Pinjaman

KPR Syariah: Maksimum lama pinjaman 15 tahun

KPR Konvensional: Maksimum lama pinjaman 20 tahun

Maksimum lama pinjaman KPR Syariah lebih singkat 5 tahun dibandingkan lama pinjaman KPR konvensional yang mencapai 20 tahun.

  1. Pinalti Pelunasan Dipercepat

KPR Syariah: Tidak membebankan pinalti

KPR Konvensional: Membebankan pinalti

KPR Syariah tidak menerapkan pinalti apabila konsumen berkeinginan untuk mempercepat pelunasan KPR. Hal ini disebabkan karena keuntungan bank sudah ditetapkan di awal melalui margin. Berbeda dengan KPR Konvensional yang keuntungannya diperoleh dari perhitungan bunga, sehingga KPR Konvensional umumnya membebankan pinalti sebesar 5% dari sisa pokok utang.

  1. Denda Keterlambatan Pembayaran Cicilan Utang

KPR Syariah: Beban denda 5%

KPR Konvensional: Beban denda 1%

KPR Konvensional menerapkan kebijakan beban denda keterlambatan pembayaran cicilan utang yang lebih rendah dibandingkan KPR Syariah yaitu sebesar 1%.

 Live a beautiful life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.

 


Post Comment