Menjelaskan Tentang Keguguran pada sang Kakak

Mengabarkan berita duka akan ketidakhadiran calon adik pada si kecil tentu saja tidak mudah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lebih dahulu. Apa saja? Berikut penjelasan Vera Itabiliana selaku psikolog anak.

Menyampaikan kabar duka memanglah tidak mudah, apalagi saat harus mengatakan pada anak kita perihal ketidakhadiran calon adiknya yang salama ini sudah tumbuh di dalam rahim mommies. Hal inilah yang sempat dirasakan salah satu teman saya, Febria. Di usia kehamilannya yang masih relatif muda, dirinya mengalami bleeding sehingga menyebabnya keguguran.

Kehilangan calon anak ke-2 yang sudah lama dirindukan tentu menyisakan duka mendalam. Tidak hanya untuk diri Febria sendiri, namun termasuk bagi suami dan anaknya tersayang, Janet (7 tahun). “Terus terang saja, nggak mudah buat gue untuk menceritakan kondisi yang sudah gue alami karena gue paham, saat salah menjelaskan pasti akan memengaruhi psikis Janet. Tapi, saat bleeding dan harus dilarikan ke UGD, Janet pun melihatnya, sehingga dia pun sepertinya cukup paham dengan apa yang gue alami saat itu,” ungkap Febria.

Dalam hal ini, saya sempat bertanya pada Mbak Vera Itabiliana selaku psikolog anak, hal apa saja yang perlu diperhatikan orang tua saat memberitahukan kondisi ketidakhadiran calon adik pada si kecil.

ketidak hadiran si kecil

Tetap tenang

Saat menjelaskan, mommies atau ayah perlu bersikap tenang. Perasaan sedih pasti ada, tapi hindari menambah beban kesedihan pada anak dengan ekspresi kesedihan yang terlalu di depan anak. Ini penting karena reaksi anak-anak sangat terpengaruh oleh bagaimana reaksi orang-orang dewasa di sekitarnya dalam menyikapi hal ini.

Tidak berbohong

Berikan penjelasan apa adanya, tidak berbohong atau mengada-ada. Tentunya dalam bahasa yang mudah dimengerti anak. Misalnya untuk anak balita dapat dengan mengatakan “Iya adikmu sakit sehingga dia tidak bisa tumbuh sehat di dalam perut mommy”. Hindari memberikan penjelasan yg akan membuat bingung seperti kalimat,  “Karena Tuhan sayang adikmu, maka dia dipanggil lebih cepat”.

Segera ‘bersenang-senang’

Bersenang-senang di sini tentu bukan dalam artian hura-hura. Namun, dengan adanya kesedihan yang mendalam, ada baiknya untuk segera dialihkan dengan menghabiskan waktu bersenang-senang bersama sebagai satu keluarga utuh. Dengan demikan, pikiran merindukan adik akan lebih ringan atau tidak terlalu terbebani.

Mencari aktivitas baru

Salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua adalah memberikan kesibukan baru untuk anak. Dengan aktivitas lain bersama teman sebaya atau memelihara binatang peliharaan, harapannya si kecil bisa mengalihkan perhatiannya dan mendapat bentuk hiburan yang berbeda.

Tidak memberikan harapan

Ada kalanya, saat si kecil mengetahui kalau dirinya tidak jadi mendapatkan adik, ia akan lantas bertanya, “Jadi kapan aku punya adik lagi, bu?”.  Dalam hal ini jIka belum dapat dipastikan, hindari memberikan anak harapan bahwa ibu akan segera hamil lagi, atau harapan-harapan lainnya.

Semoga penjelasan dari Mba Vera di atas bisa membantu Mommies, ya. Sehingga tidak bingung lagi, mencari tahu bagaimana cara yang tepat memberitahuan si kecil akan ketidakhadiran calon adik.


3 Comments - Write a Comment

  1. saya kehilangan putri kedua saya (usia 8bln) saat putri pertama saya berumur 6,5thn. butuh waktu sekitar 1bulan sampai akhirnya si kakak mengerti sesungguhnya apa itu arti meninggal & bisa menerima (saya menilai dari seberapa sering si kakak ngebahas soal adiknya yg udah ga ada).
    penjelasan saya waktu itu, kalo si adik sakit dan ga bisa ngelawan sakitnya itu..
    kalo skg2 bahas soal adiknya, saya blg adik skg lagi asik main sama Allah di atas, sambil ngeliatin kita lagi ngapain aj :D

    1. adiesty

      Malam Mbak Sineeya.. ah.. baru baca komen, Mbak. Ikut sedih dengernya… pasti berat, ya, Mbak menghadapinya. Prosesnya lumayan juga ya kasih pemahaman ke kakak. Peluk buat Mbak dan si kakak, ya. Salam kenal dari Tante Adis :)

Post Comment