4 Ciri Pemimpin yang Tidak Kompeten

Ada 4 ciri pemimpin yang tidak kompeten. Jangan sampai Mommies memiliki salah satu cirinya ya!

4 Ciri Pemimpin yang Tidak Berkompeten

Image: www.mainst.biz

Tak dipungkiri ya, Mommies dewasa ini bisnis dan organisasi menuntut banyak perubahan , baik dari segi individu maupun berbagai macam strategi. Kalau diperhatikan dengan saksama roda organisasi apapun kini bergerak semakin cepat, baik internal maupun eksternal. Dan tahukah Mommies, di luar sana ada trend VUCA (Volatile, Uncertainty, Complexity, & Ambiguity)? Trend ini mengondisikan pribadi dalam setiap organisasi perlu saling merangkul menghadapi segala tantangan yang ada di depan.

Di sinilah keahlian seorang pemimpin akan diuji, ada Employee engagement perlu diciptakan, sehingga derap kerja setiap lini organisasi dapat seirama sejalan; Standard of excellence perlu ditegakkan, agar perspektif setiap lini organisasi dapat searah dan memiliki standar yang sama  dan Organizational commitment perlu diikrarkan, agar semangat dan spirit muda setiap lini organisasi dapat tersalurkan. Pertanyaannya adalah, siapkah pemimpin organisasi Anda menghadapi situasi VUCA tersebut? Dan berkompetenkah pemimpin Anda untuk menciptakan employee engagement, standard of excellence, dan organizational commitment tersebut?

Berikut adalah 4 tanda kepemimpinan yang perlu Anda waspadai yang menjadi tanda bahwa pemimpin organisasi Anda tidaklah kompeten:

1. Pemimpin memiliki target atau tujuan yang tidak jelas

Visi dan misi yang searah, menjadi salah satu tonggak berdirinya teamwork di dalam organisasi. Ketidakmampuan pemimpin dalam menciptakan visi dan misi yang jelas tersebut, berisiko dapat memecah belah tim karena setiap tim akan memiliki perspektif sendiri terhadap suatu tujuan. Sudahkah pemimpin Anda mewujudkan target atau tujuan yang jelas disertai dengan panduan kepada tim?

2.  Pemimpin tidah memiliki keterampilan untuk mempersuasi tim

Komunikasi pemimpin perlu untuk lebih dari sekadar asertif, namun juga harus persuasif. Setiap individu di dalam tim pasti memiliki opini yang beragam, dan ketidakmampuan seorang pemimpin untuk melakukan persuasi atau mengarahkan diskusi, dapat membuat dinamika tim menjadi tidak terarah dan energi terbuang percuma. Sudahkah pemimpin organisasi Anda melakukan persuasi dan mendapat buy in dari seluruh anggota tim?

3. Pemimpin tidak memiliki komitmen akan perkembangan tim

Kesadaran bahwa performa organisasi adalah hasil dari performa keseluruhan manusia di dalamnya, akan menjadikan setiap individu di dalamnya untuk berkomitmen lebih untuk organisasi. Namun demikian, tidak setiap pemimpin menyadari hal ini, dan tidak memiliki komitmen serta rasa tanggung jawab terhadap perkembangan individu di dalam tim. Alhasil, individu star performer justru merasa stuck, tidak memiliki kesempatan untuk berkembang, dan akhirnya memutuskan untuk keluar dari organisasi. Sudahkah pemimpin organisasi Anda berupaya untuk mengembangkan potensi dan performa dari seluruh anggota tim? Di sisi lain jika salah satu timnya melakukan kesalahan dalam bekerja, namun seorang pemimpin peduli akan perkembangannya, maka hendaknya ia bisa menegur bawahannya dengan manusiawi.

4. Pemimpin tidak memiliki ide atau gagasan kreatif

Persaingan bisnis yang bergerak semakin cepat membuat kita tidak dapat lagi berpikir dengan cara tradisional. Kreativitas dan inovasi diperlukan untuk memenangkan persaingan, dan pemimpin perlu untuk memiliki keterampilan tersebut sehingga dapat menjadi inisiator kreativitas bagi para anggota di dalam timnya. Sudahkah pemimpin organisasi Anda menggagas ide kreatif untuk perbaikan kinerja tim? Walau sedari awal sudah memilih tim juara, tetap saja hendaknya seorang pemimpin dituntut menghasilkan ide yang tka kalah briliannya dengan timnya.

Sejatinya, kompetensi terdiri dari aspek knowledge, skill, serta attitude, dan oleh karenanya, kompetensi dapat dikembangkan. Kewaspadaan akan tanda-tanda tersebut dapat membantu kita untuk melihat potensi perbaikan yang tepat bagi para pemimpin organisasi, serta tentunya, perbaikan performa untuk organisasi kita.

Penulis: Artikel ditulis oleh Ranggih Wukiranuttama, salah satu Tim EXPERD. Lulusan psikologi UI ini menjabat sebagai consultant serta Manager of OD & Training Division. Ranggih menyukai seni dan teater, terbukti ketika menyabet gelar best actor pada tahun 2012 yang diberikan oleh Teater Psikologi UI.


Post Comment