Anak TK Sudah Diberikan PR?

Anak TK sudah diberi PR? Nggak salah, nih? Ternyata anak TK yang diberi PR nggak selalu buruk, kok. Setidaknya hal ini yang saya rasakan.

Siapa yang anaknya masih duduk di bangku TK? Dan ternyata pihak sekolah sudah memberikan PR untuk anak didiknya? *ngacung*

Iya, dulu saat Bumi masih sekolah di TK B, gurunya memang kerap memberikan PR. Untuk latihan menulis, mengenal angka dan huruf, tentunya. Terus terang saja, dulu saya sempat kaget, kok, masih TK sudah diberikan PR, sih? Bukannya masa TK itu anak seharusnya bermain saja? Nggak perlu dibebani dengan segala aktivitas yang berbau akademis? Bukankah pendidikan anak TK hanya lebih fokus bagaimana anak-anak akan belajar melalui permainan yang diberikan?

ANAK-BELAJAR-2 (1)

Syukurnya saat itu, guru di sekolah TK anak saya, Bumi, nggak menjadikan PR sebuah kewajiban dan paksaan. Jadi, PR ini hanya berlaku bagi anak-anak yang mau saja. Bagaimana PR itu ditanggapi oleh anak-anak kita. Jadi, akan lebih baik jika kita tahu pasti apa tujuan sekolah memberikan PR untuk anak-anak kita yang duduk di bangku TK. Dan Bumi, rupanya tipe anak yang enjoy saja mengerjakan PR. Toh, menurut saya, PR yag diberikan juga termasuk ringan, bukan hitung-hitungan yang njelimet dan bikin anak pusing :D

Jadi,  kunci yang saya dan suami pegang memang melihat respon Bumi lebih dahulu. Sejauh anaknya enjoy, dan tidak merasa tertekan karena mengerjakan PR harus mengerenyitkan dahi, ya kenapa nggak dicoba Setidaknya ada beberapa hal positif yang bisa saya dapatkan dari PR di masa TK ini, apa saja?

‘Menguatkan’ hubungan anak-anak dengan orangtua

Mungkin, alasan yang satu ini terkesan klise, ya? Biar gimana, bonding kan memang harus diciptakan supaya hubungan lebih berkualitas. Saya dan suami pun selalu berusaha menyediakan waktu untuk punya waktu khusus bersama Bumi setelah pulang kantor. Jadi, bukan sisaan waktu. Nah, buat saya, saat menemani Bumi menyelesaikan tugas-tugas sederhana dari sekolah bisa jadi bonding. Termasuk memberikan saya kesempatan untuk ngobrol lebih banyak, mengetahui situasi sekolahnya, apa saja perasaannya hari itu. Dan tentunya, semakin melatih Bumi bagaimana cara  bekerja sama.

Membantu anak belajar  konsistensi

Salah satu hal yang sangat penting dalam mendidik anak adalah orangtua perlu konsistensi, dan hal ini berlaku dalam segala aspek. Bukankah mengajarkan konsistensi sarat dengan manfaat? Menurut saya dengan adanya  PR ini, anak pun bisa mulai belajar kebiasaan belajar. Oleh karena itu nggak ada salahnya untuk mencari waktu yang tepat untuk anak mengerjakan PR-nya. Misalnya, muali mengerjakan PR setelah sholat Magrib, selama 15 menit. Harapannya, kalau kebiasaan ini  sudah diterapkan secara konsisten, manfaatnya akan tampak dalam beberapa tahun ke depan, misalnya ketika anak duduk di sekolah dasar.

Mengasah kreativitas

Seperti yang sudah sempat saya singgung di atas, waktu tahu di TK anak saya memberikan PR untuk anak didiknya, saya pun langsung memerhatikan, PR seperti apa yang diberikan? Jangan sampai PR-nya membebani anak sehingga bisa benbuntut anak merasa nggak ejoy untuk sekolah. Buat saya, anak-anak yang masih duduk di bangku TK memerlukan ilmu pengetahuan yang  ditransfer denga cara yang menyenangkan. Termasuk aktivitas yang  yang menarik, hal ini pun berlaku  buat PR.  Sepengetahuan saya, anak lebih dulu perlu dikembangkan kreativitasnya setelah itu baru kemampuan intelektual. Dan menurut para pakar, cara kerja otak seperti arah jarum jam. Di mana harus dimulai dengan  kreativitas lebih dulu, jika sudah terasah dengan baik, maka logika anak pun akan berkembang.

Well, ini menurut saya ya. Kalau Mommies sendiri setuju nggak anak TK sudah dapat pekerjaan rumah alias PR?


One Comment - Write a Comment

  1. Kalau sekolah anak gue dulu pas TK sih nggak ada PR, tapi ada catatan buat orang tua apa aja yang udah dilakukan sama anak-anak di sekolah, jadi ortu tetap tahu perkembangan proses belajar, dan kalau mau latihan sendiri di rumah jadi tahu soal seperti apa yang bisa diberikan.

Post Comment