banner-detik
BEHAVIOR & DEVELOPMENT

5 Tanda Anak yang Kecanduan Gadget

author

fiaindriokusumo18 Aug 2016

5 Tanda Anak yang Kecanduan Gadget

Sebelum salah kaprah memahami apa itu kecanduan gadget, yuk kita sepakati dulu seperti apa tanda anak yang kecanduan gadget.

Saking takutnya si kecil terkena imbas negatif dari gadget, nggak sedikit orang tua (termasuk saya) akhirnya salah kaprah memahami apa itu kecanduan gadget pada anak. Sedikit-sedikit, ketika melihat anak terlalu fokus dan asik bermain gadget, kita langsung membatin “Duh, kok kayaknya si kakak udah kecanduan gadget nih.”

Ujung-ujungnya, kita menjadikan gadget sebagai musuh si kecil (tapi menjadi sahabat kita di setiap waktu, hahahaha). Padahal, ibarat dua sisi mata uang, di balik dampak negatifnya gadget juga pasti adalah dampak positifnya. Tak heran, kalau kita sebagai orang tua selama tahu aturan mainnya, bisa banget merangkul teknologi demi masa depan si kecil.

Aturan mainnya pun bervariasi, bisa dengan memberikan aturan pemakaian ponsel, bisa menentukan waktu-waktu khusus untuk seluruh keluarga puasa gadget hingga menentukan area bebas gadget.

Bicara tentang kecanduan gadget, sebenarnya seperti apa sih tanda-tanda yang pasti?

Kecanduan gadget

1. Kehilangan minat terhadap aktivitas lain

Saat si kecil sudah tidak lagi berminat diajak jalan ke mall, ngobrol sama kita orang tuanya, melakukan aktivitas di luar ruang atau sekadar nonton film favoritnya di televisi, mungkin ini sudah waktunya kita merasa khawatir. Dan, hal ini berlangsung dalam periode waktu yang cukup lama.

2. Selalu merasa gelisah tanpa gadget

Ketika dia tidak memegang gadget atau tidak melihat keberadaan gadget di dekatnya, dia akan gelisah dan khawatir. Intinya, kita susaaaaah sekali menjauhkan dia dari gadgetnya.

3. Terus menerus berbicara tentang segala hal yang berhubungan dengan gadget

Dan ini dilakukan bahkan saat dia tidak sedang memegang gadget. Apapun yang dia bicarakan, ujung-ujungnya selalu tentang gadget. Entah itu tentang games yang ada di gadget, aplikasi dsb. Semua topik obrolan di luar gadget yang berusaha kita ciptakan ujung-ujungnya akan kembali mengarah kepada satu topik, yaitu gadget.

4. Emosi berlebihan

Misalnya gini, kita sedang makan bersama atau liburan seru, tapi ternyata di tempat kita berlibur atau makan mungkin tidak ada akses wifi atau dia tidak bisa bermain gadget. Yang sebenarnya kondisi ini bukan masalah dong ya. Tapi tidak demikian yang dirasakan oleh si kecil. Dia akan menggerutu, marah-marah, kesal dan merasa tidak tahu mau melakukan apa.

5. Berbohong tentang pemakaian gadget

Kita sudah memberikan batasan, kapan si kecil boleh bermain gadget, berapa lama waktu bermainnya dan apa saja yang boleh dimainkan. Tiba-tiba, saat kita lengah atau mungkin gadget kita tinggal di rumah, secara diam-diam dia mengambil dan memainkannya. Saat kita tanya, dia berusaha mengelak dan tidak mau mengakuinya. Dia sudah berani berbohong hanya karena gadget.

Nah, dari sekian poin di atas, apakah anak kita mengalaminya? Atau, jangan-jangan kita yang seperti itu, hahahha.

Narasumber: Vera Itabiliana Hadiwidjojo Psi

Share Article

author

fiaindriokusumo

Biasa dipanggil Fia, ibu dari dua anak ini sudah merasakan serunya berada di dunia media sejak tahun 2002. "Memiliki anak membuat saya menjadj pribadi yang jauh lebih baik, karena saya tahu bahwa sekarang ada dua mahluk mungil yang akan selalu menjiplak segala perilaku saya," demikian komentarnya mengenai serunya sebagai ibu.


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan