Desy Bachir – Jangan Takut dengan Ketidakstabilan!

Pernah mencicipi 10 tahun menjadi karyawan, namun jiwa mompreneur terlanjur melekat pada dirinya. Di balik kesibukannya, ia tetap setia “melahap” informasi lewat forum Female Daily Network.

Saya kenal dengan Desy Bachir ibu dari Aqila (5 tahun), Dirgantara (2 tahun) ini dalam peresmian Reading Is Fun kira-kira 1 tahun lalu. Ia datang sebagai MC yang memandu acara hari itu, pembawaannya santai dan yang pasti menguasai Public Speaking dengan sangat baik. Lalu, pertemuan kami berlanjut di acara-acara lainnya, entah Mbak Desy yang kembali hadir sebagai pemandu acara atau sama-sama menjadi tamu undangan.

Desy yang Multitalenta

Tak hanya lihai membawakan acara, Desy ternyata punya dua perusahaan yang ia rintis dua tahun belakangan ini. Setelah 10 tahun bekerja di Unilever, berada di berbagai posisi dan terakhir menjabat sebagai Country Media Manager – akhirnya Desy memutuskan untuk resign dan mengejar passion-nya menjadi mompreneur. Adalah Catalyst Strategy yang bergerak di bidang Strategy Consultan Firm. “Perusahaan kami ini semacam menggantikan marketing team-nya atau mengisi posisi marketing dalam sebuah perusahaan,” papar Desy. Lalu bisnisnya yang kedua adalah Avenu Indonesia yaitu perusahaan yang me-manage digital content creator dan membuat intelectual property content.

Desy Bachir – Jangan Takut dengan Ketidakstabilan

Setelah lama di bagian media ia jadi sering bertemu dengan orang-orang dari kalangan start up dan bisnis yang berkecimpung berbasis jasa, ia pun gerak cepat menangkap peluang itu. Hal itu bukan menjadi alasan tunggal, hampir semua keluarga Desy berlatar belakang wirausaha. Jadi tak heran ya, darah mompreneur kental dalam dirinya. “Setelah sempat lama bekerja di bagian media jadi lebih sering bertemu dengan kalangan eksternal. Melihat orang-orang membuat start up, bangun perusahaan service ini dan itu. Dari situ saya ambil kesimpulan market Indonesia ini masih luas banget, dan banyak banget yang bisa digarap. Dan saya merasa bisa melakukannya, karena keluarga Papa dan Mama mempunyai latar belakang wirausaha, kalaupun ada bekerja di perusahaan adalah perusahaan milik orangtuanya,” jelas Desy dengan semangat.

Sepanjang obrolan sore hari kami di sebuah coffee shop, Desy berbicara dengan sangat cepat, hahaha. Ini karena ia dulu juga berprofesi sebagai penyiar. Duh…duh…duh, multitalenta sekali ya. Ketika saya tanya, mana sih profesi yang paling ia nikmati, kontan saja Desy nggak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Karena menurut dirinya tanpa salah satu dari peran itu (menjadi ibu, isteri, mompreneur dan peran lainnya) ia bukanlah dirinya yang utuh. “Itu kenapa saya suka menjalankan semua peran. Kalau salah satu tidak saya lakukan, saya merasa tidak menjadi Desy yang utuh.”

Sibuk iya, tapi keluarga adalah yang utama!

Sudah tentu jadwal perempuan jebolan S1 Accounting FEUI dan Master Marketing University of Sidney ini super padat. Tapi ia punya caranya sendiri supaya ikatan emosi dengan anak dan pasangan tetap terjaga. Misalnya setiap hari Desy menyempatkan mengantar sekolah dua buah hatinya. Dan di hari minggu ada jadwal tetap untuk belajar berenang sekeluarga. Belum cukup sampai di situ, malam hari sebelum tidur ia menyempatkan membaca buku untuk anak-anak. Di sela-sela waktu ketika anak-anak sudah tidur Desy dan pasangan akan melipir sebentar ke teras rumah untuk ngobrol. Disinggung mengenai pasangan hidup, ia tidak bisa mengingkari bahwa ia bisa sampai ada titik ini salah satunya karena menemukan partner hidup yang tepat. Artinya, ia mengingatkan mencari partner hidup yang sesuai dengan tujuan hidup, penting banget.

Desy Bachir – Jangan Takut dengan Ketidakstabilan

Manfaat menjadi member Female Daily Network

Sudah cukup lama Desy bergabung menjadi member Female Daily Network, banyak banget manfaat yang ia rasakan. Ia cerita, kalau ada dua tim-nya di kantor yang sedang hamil muda, dan merasakan manfaat yang sama. Kebanyakan mereka mencari solusi mengatasi keluhan seputar mual. Dan di dalam kesempatan ketika berbincang dengan tim kerjanya itu Desy berseloroh, “Pasti kalian bakalan “kenyang” karena waktu baru punya anak saya pun seperti mereka, membaca beratus-ratus halaman. Mulai dari stroller, MPASI, gendongan, pompa ASI – itu semua sudah khatam saya baca, hahaha.”

Nggak hanya dunia parenting, Desy juga kerap mencari informasi seputar dunia kecantikan, bahkan kalau istilah kami di sini, ia sempat kena “racun” para member untuk membeli barang tertentu yang sedang banyak dibicarakan, lho! Lebih dalam lagi Desy berpendapat “It’s very great to have that social information, yang semuanya ada di situ dan datangnya langsung dari penggunanya, jadi review-nya juga berdasarkan pengalaman pribadi. Dan saya percaya dengan informasi yang ada di forum FDN, saya appreciate banget misinya forum FDN, yang menurut saya juga mengedukasi banyak perempuan Indonesia lewat akses informasi yang mudah. Karena kadang-kadang ada sebagian perempuan yang kesulitan mencari informasi mengenai kehamilan atau parenting misalnya.” Duuuh terharu sama pendapat Mbak Desy.

Tak hanya itu, Desy juga menaruh perhatian pada perubahan yang Mommies Daily lakukan. “Selain itu aku juga suka banget perubahan yang Mommies Daily, yaitu adanya slogan Mommies Working It. Karena menurut saya, dan suka gemas kalau ada yang bilang harus pilih salah satu. Kita bisa kok menjadi ibu yang baik walaupun kita kerja,” papar Desy dengan semangat! :D

Dan menariknya lagi, ternyata Desy juga “alergi” dengan isitlah “Full time mom”, karena nih Mommies, logikanya kan tidak ada perempuan yang jadi ibu secara part time. Walau terdengar sepele, menurut dia hal-hal semacam ini perlu diluruskan.

Jangan takut menjadi mompreneur!

Bagi Mommies yang punya mimpi terpendam menjalankan usaha dalam bidang apapun itu, Desy berpesan nggak usah takut untuk memulai. Biasanya nih, yang ditakuti pebisnis pemula adalah ketidakstabilan, padahal menurut Desy mau besar atau kecil sebuah perusahaan akan memiliki risiko yang sama. Ia mengambil contoh, kalau akhir-akhir ini banyak perusahaan besar yang sedang goyang. Ini membuktikan perubahan itu bisa terjadi di perusahaan mana saja, termasuk ketika merintis bisnis.

Desy Bachir – Jangan Takut dengan Ketidakstabilan

Selain itu ketika menjalani perannya sebagai mompreneur ini ia dihadapkan dengan double standart dari masyarakat. Tak jarang Desy menerima omongan tak sedap, ia dianggap anak-anak bisa saja melupakan dirinya karena terlau sibuk dengan pekerjaannya. Padahal tidak seperti itu keadaannya, yang penting saya tahu tujuan saya bekerja untuk siapa dan untuk apa. Dan saya merasa sebagai ibu, dan peran perempuan lainnya  kita sendiri harus happy – dan cara saya happy adalah make sure bahwa perusahaan saya berjalan dengan baik dan keluarga saya dalam keadaan sehat.

Rumus lainnya ditutup dengan “Manajemen by Allah” yang menjadi pesan dari ibunda tercinta dalam menjalani kehidupannya. “Jadi ya sabar, dan tetap usaha tapi manejeman hidup kita itu Tuhan yang atur. Dengan kata lain pasrah aja, karena kalau kita semakin berkeluh kesah terhadap hal-hal yang nggak penting atau di luar kontrol kita nggak akan ada gunanya.”


Post Comment