Heritage ID, Gudangnya Produk Lokal

Kabar baik buat pecinta produk lokal, khususnya produk kerajinan dari seluruh Nusantara. Saat ini hadir platform e-commerce baru, Heritage.id, yang fokus memperkenalkan produk lokal di pasar global.

Dari dulu, saya selalu jatuh cinta dengan beragam kain tradisional. Sebut saja batik, tenun, lurik, ulos,  tapis, dan ragam kain lainnya. Buat saya, desain motifnya yang sangat khas dengan paduan warna selalu membuat kain tradisional punya pesona yang sulit ditolak. Makanya, saya sempat punya usaha kecil-kecilan dengan memproduksi tas dan sepatu yang menggunakan kain tradisional.

bumikubatiku*salah satu tas produk Bumikubatiku :)

Sayangnya, usaha tersebut saat ini mandek. Tapi, bukan tidak mungkin jika usaha ini jadi berlanjut kan? Apalagi sekarang platform e-commerce baru bernama Heritage.id yang ingin menggandeng produsen aneka ragam produk kerajinan dari seluruh Nusantara.

Begitu tahu dan sempat mengikuti acara peluncurannya, saya termasuk orang yang semangat mendengar kabar baik ini. Paling nggak dengan adanya platform e-commerce Heritage.id ini, para produsen kecil atau masyarakat yang punya keinginan untuk menjalankan sebuah usaha mengembangkan ragam produk kerajinan dari seluruh Nusantara jadi punya wadah baru dan tepat.

Hingga saat ini, Heritage.id sudah berhasil melibatkan sekitar 300 pengrajin dan penjual produk Iokal, yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Heritage.id merupakan salah satu contoh nyata karya anak bangsa yang dinaungi oleh PT Cipta Kriya Nusantara dan telah berdiri sejak September 2015.

Selain itu, artinya masyarakat yang cinta produk lokal pun jadi semakin mudah mencari produk yang diinginkan. Aizza Jundana selaku Chief Executive Officer Heritage.id dalam jumpa pers sempat mengatakan, “Kami menyadari betapa banyaknya orang yang cinta terhadap produk lokal tanah air, dan menuangkan rasa cinta tersebut dengan berbagai cara, ada yang menuangkannya dengan cara memakai, membeli dan bahkan turut memproduksi produk dan karya seni khas Indonesia”.

Memang nggak bisa dipungkiri, kalau lahirnya Heritage.id ini tidak terlepas dari potensi pertumbuhan e-commerce  yang begitu besar di Indonesia. Hal ini memang didukung dengan banyaknya pengguna internet di Indonesia, yang menurut Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016 telah mencapai 102,8 juta jiwa.

heritage

Lagi pula, menurut data yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada tahun 2014, pejualan secara online, sejalan dengan tren e-commerce di Indonesia, jumlah transaksi sudah mencapai USD12 miliar dan diprediksikan akan terus meningkat hingga USD135 miliar pada akhir 2020.

Saat jumpa pers, hadir pula Dirut Lembaga Layanan Pemasaran Kementerian KUKM Ahmad Zabadi, waktu itu ia mengatakan kalau ikut  bangga karena masih ada anak bangsa yang menunjukkan rasa nasionalisme-nya dengan meluncurkan e-commerce yang benar-benar mempromosikan produk nasional.

Harapannya, dengan adanya e-commerce seperti ini bisa mendorong anak-anak bangsa untuk lebih bangga menggunakan produk dalam negeri sehingga di era MEA kita bisa menjadi tuan di rumah sendiri. Toh, bukankah kualitas produk yang dihasilkan kalangan UKM juga nggak kalah dengan kualitas produk asing sehingga bisa bersaing di pasaran global.


Post Comment