Laura Basuki: Menjadi Orangtua Memang Melelahkan, Tapi Nikmati Saja!

Selama kurang lebih 4 tahun, Laura Basuki dan pasangan, baru dipercaya memiliki momongan. Ada beberapa bentuk komitmen yang mereka upayakan demi buah hati tercinta.

Tak jauh berbeda dengan orangtua pada umumnya, bahagia dan haru saat mendapati Tuhan memercayakan karunia berupa anak di tengah keluarga. Hal yang sama pun terjadi dengan Laura Basuki dan pasangannya. Mereka tidak menggunakan pengasuh untuk mengurus Owen (7), konsekuensinya mareka harus kompak mengurus buah hati tercintanya. Leo Sanjaya, suami Laura sigap mengganti popok tengah malah, agar tugas Laura lebih ringan dan fokus menyusui Owen. Walau sesekali merasa lelah, Laura menikmati setiap momen bersama Owen.

Laura Basuki: Menjadi Orangtua Memang Melelahkan, Tapi Nikmati Saja!

Laura tampak sangat menikmati peran barunya ini bersama pasangan, selain itu ia juga berbagi rahasia bagaimana ia merawat kulit wajahnya. Karena selama kehamilan dan kini menyusui Laura tetap berkomitmen menjaga kesehatan kulitnya. Yuk, simak obrolan saya dengan Laura seputar parenting, kesehatan, manajemen waktu hingga rahasianya mengurus kulit wajah.

 Tolong ceritakan dong tentang kehamilan pertama kamu ini?

Kehamilan saya ini termasuk hamil “kebo”, artinya saya nggak ada ngidam sama sekali, nggak pusing dan ngak mual atau muntah. Dari trimester pertama sampai terakhir. Tidur lancar jaya sampai 9 bulan, hanya saja keluhan yang sempat mampir adalah nyeri pada punggung karena baby saya lumayan berat, dan sayanya kurus.

Bagaimana pengalaman menjadi ibu?

Sudah ditunggu-tunggu, karena saya menikah, kan sudah 4 tahun baru dipercaya hamil kemudian memiliki anak. Karena sudah komitmen mau mengurus sendir,  nggak mau pakai suster, jadi saya dan pasangan sangat menikmati perkembangan Owen dari hari ke hari. Apalagi momen menyusui itu romantis banget, ya. Karena saya bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk anak saya. Tapi bukan berarti ibu yang tidak bisa memberikan ASI karena satu dan lain hal adalah ibu yang tidak sempurna, lho, ya. Alasan momen menyusui itu romantis banget, karena ada kontak mata, dan skin to skin. Dan merasakan perubahan berat badannya yang awalnya ringan, lama-lama makin berat.

Selama proses kehamilan dan pada akhirnya melahirkan, dan menjadi ibu. Bagaimana caranya bisa tetap happy di tengah-tengah up and down-nya menjalani peran sebagai ibu?

Pertama sih sebetulnya kita harus mendapatkan dukungan dari suami. Misalnya gini, kita kan menyusui itu melelahkan banget ya, malah waktu masih new born, bisa dua jam sekali bayi terbangun untuk menyusui. Nah, pas kondisi seperti itu biasanya suami saya akan bantuin untuk gendong, gantiin popok dan saya tinggal menyusui si kecil. Selain itu, mengelilingi diri dengan ibu-ibu lainnya yang mempunyai energi positif, misalnya mereka yang pro ASI. Dan ke ketiga disyukuri saja, contohnya ketika anak minta digendong terus, ada saatnya merasa lelah – tapi setelah dipikir-pikir akan datang masanya dia tidak mau digendong oleh orangtuanya. Jadi sebisa mungkin dinikmati saja.

Nah, selama hamil ada nggak sih keluhan yang dialami seputar kulit wajah dan sepenting aja sih kesehatan kulit wajah buat kamu?

Soal kesehatan kulit wajah ini, sebetulnya harusnya dilakukan perawatan wajah sedini mungkin. Kalau bisa mulai dari remaja usia 13 sudah rajin menggunakan pelembap dan sunblock, karena  paparan sinar matahari bisa menimbulkan efek yang tidak baik untuk wajah. Ini juga untuk menghindari flek-flek hitam di kemudian hari. Dan kalau bisa sih nggak cuma pas hamil aja merawat kulit, tapi juga dari sebelum hamil. Tapi memang ketika hamil kita pasti akan  lebih concern dengan apa yang kita pakai, harus menggunakan bahan yang lebih aman, karena takut masuk ke plasenta. Jadi untuk saya, pilih perawatan yang tidak mengandung alkohol, pewarna atau pewangi buatan. Contohnya seperti Hada Labo Gokuyjun yang sangat disarankan untuk ibu hamil dan menyusui.

Saya pun selama menyusui ini masih terus melakukan perawatan wajah, karena untuk menghindari keriput di kemudian hari, hahaha. Karena saya merasa setelah melahirakan kondisi kulit itu up and down, kadang kering, kadang berminyak. Jadi harus terus dirawat.

Laura Basuki: Menjadi Orangtua Memang Melelahkan, Tapi Nikmati Saja!

Kiat kamu untuk merawat wajah?

Kalau pagi saya cuci muka pakai air mengalir dan sabun muka, lalu habis itu saya pakai toner atau lotion. Terus baru pakai pelembap, dilanjutkan dengan sunblock. Lalu kalau ada janji ketemu dengan orang, saya biasanya pakai CC cream, untuk meratakan warna kulit wajah. Saya jarang banget pakai foundation, kecuali untuk acara besar, supaya lebih ringan juga untuk kulit. Nah, setelah itu kalau ingin terlihat wajah sehat berkilau nggak usah pakai bedak, tapi kalau mau terlihat matte baru deh pakai bedak.

Malam harinya, ritual saya membersihkan muka sampai bersih dengan double cleansing. Atau menggunakan oil yang khusus untuk membersihkan makeup, baru dilanjutkan dengan pelembap, cream malam. Dan seminggu sekali pakai masker.

Oiya, dari dalam juga perlu. Misalnya olahraga, karena membantu sirkulasi darah lebih lancar, biasanya saya pilates atau berenang. Selain itu minum air putih harus banyak, apalagi kalau sedang menyusui. Perbanyak konsumsi serat dari sayuran dan buah. Karena saya merasa kalau makan banyak serat, kulit juga lebih lembap, cerah dan badan juga lebih sehat. Badan yang sehat efeknya juga bisa ke kulit wajah soalnya.

Time management sebagai working mother?

Karena sedang komitmen menjalankan ASI eksklusif untuk anak saya, jadi memang seperti agak usah mendapatkan ritme pekerjaan yang seperti dulu. Diakali dengan memilih pekerjaan yang tidak menyita waktu terlalu banyak ya. Terus kalau tempatnya memungkinkan untuk membawa anak, akan saya bawa si kecil untuk menyusui.

5 kata yang mewakili yang menggambarkan menjadi ibu?

Happy tears, artinya begini ketika melahirkan seorang ibu akan menangis karena senang. Anak sakit kita ikutan nangis. Tapi apapun itu diusahaan yang keluar adalah air mata bahagia, ya.

Hurt, karena kita belajar menyusui tu sakit, lihat dia sakit kita juga ikut sakit.

Love, or beyond love yaa saya rasa, karena kalau kita ketemu pasangan itu kan masih butuh pendekatan, supaya kita bisa jatuh cinta. Kalau anak nggak ya, begitu lahir dan melihat wajahnya langsung jatuh cinta.

Adventure, contohnya kalau bayi nangis, kita tidak tahu alasannya apa. Apa karena lapar, bosan, atau bajunya terlalu sempit, panas dan lain-lain.

Yang terakhir learning, saya yakin semua ibu pasti merasa dirinya tidak sempurna – masih banyak kekurangan, perlu belajar banyak hal. Kalau saya sebisa mungkin terus membaca, dan mencari informasi seputar parenting dari berbagai sumber, supaya makin bisa mengurus anak saya dengan baik.


Post Comment