Usia Tidak Lagi Muda, Masih Bisakah Pindah Kantor?

Jika usia tidak lagi muda, namun passion untuk mengejar karier di perusahaan lain masih menggebu. Apakah masih bisa pindah kerja?

tas ibu bekerja-2

Mungkin di antara Mommies yang sedang membaca artikel ini ada yang sedang tersenyum simpul dan bergumam dalam hati “Duuuh, ini gue banget, deh!.” Anda tidak sendiri kok Mommies! Dikisahkan dalam sebuah pertemuan, seorang perempuan yang berusia 37 tahun ingin sekali pindah kerja karena merasa tidak cocok dengan perusahaannya. Setelah resign, tentu saja kekhawatirannya adalah “Masih mungkinkah mendapatkan pekerjaan yang sesuai?“ “ Bisakah bersaing dengan para fresh graduate yang masih segar dan bersemangat?” ‘Masih adakah perusahaan yang bersedia menerima dirinya?.”

Sebetulnya hal-hal seperti di atas wajar saja dirasakan oleh para pencari kerja berusia di atas 30 tahun. Karena terpatok dalam pemikiran – perusahaan lebih menyukai merekrut calon pegawai berusia muda. Anggapannya mereka masih fresh, berpikiran terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Belum lagi passion yang besar untuk bekerja dan bisa dibayar lebih murah karena minim pengalaman. Untuk mengatasi minimnya pengalaman, mereka dapat di-training, masa kerjanya pun masih lama sehingga hasil pelatihan dapat dimanfaatkan dibanding diberikan pada karyawan yang sebentar lagi akan pensiun.

Tapi tenang Mommies, bukan berarti Anda tidak mempunyai harapan. Fresh graduate maupun Anda sama-sama punya kelebihan dan kekurangan kok. Yang harus diperhatikan adalah: Kenali Area Persaingan dan Kenali Potensi Diri (kelebihan maupun keterbatasan).

  1. Kenali Area Persaingan

Area persaingan yang Anda akan masuki akan tergantung pada arah karier Anda. Bila Anda akan bekerja pada perusahaan maka yang menjadi kompetitor Anda adalah orang-orang yang mengincar posisi karier Manajerial. Tentunya persaingan akan sangat ketat karena jumlah kebutuhannya pun terbatas dan kualifikasi yang dibutuhkan menjadi lebih berat. Berbeda bila lowongan yang akan dimasuki adalah pekerjaan operasional atau teknis.

Bila Anda memilih untuk memulai usaha sendiri, yang akan Anda hadapi adalah area persaingan Start up, yang saat ini dimotori oleh generasi milenial yang penuh dengan ide-ide unik dan penguasaan teknologi yang baik.

  1. Kenali Potensi Diri

Pemahaman yang baik akan potensi diri membuat Anda tahu apa yang harus ditonjolkan dan apa yang perlu dikembangkan. Misalnya, sebagai generasi Gen X, kecenderungannya adalah memiliki ketahanan dan menghargai proses, memiliki people skills yang lebih tinggi, dan sebagainya. Atau Anda memiliki pengalaman dan ciri-ciri sebagai pemimpin tim, ini juga bisa ditonjolkan. Di sisi lain misalnya, Anda cenderung gagap teknologi dan penguasaan Bahasa asing terbatas. Nah, keterbatasan ini yang harus Anda siasati dan perlu menjadi fokus pengembangan selanjutnya.

Jadi, janganlah kesempatan yang Anda miliki dibatasi oleh usia atau hal-hal lain. Hal-hal yang  perlu Anda kembangkan untuk tetap berkarier di usia yang “matang” adalah sebagai berikut :

  1. Fokus pada arah karier dan tetapkan niat

Objektif karier yang jelas akan menjelaskan bahwa Anda mempunyai niat untuk membangun karier yang stabil dan bukan hanya sekadar mengejar gaji semata. Beberapa perusahaan lebih memilih untuk merekrut yang telah memiliki pengalaman dan jam kerja yang lebih tinggi dalam segi keahlian. Gunakan peluang ini untuk menunjukkan kemampuan Anda.

  1. Tonjolkan Portofolio Anda
    Siapkan portofolio yang berisi pengalaman Anda dalam berkarier dan sertakan juga berbagai sertifikat yang Anda raih. Cantumkan secara jelas kelebihan dan pengalaman Anda untuk memberikan nilai lebih pada diri Anda dibandingkan para pelamar lain yang jauh lebih muda dan juga menunjukkan kesiapan Anda untuk menghadapi tantangan baru.
  1. Jangan pernah berhenti belajar

Pelajari dan terus perdalam pengetahuan Anda tentang hal hal baru yang berhubungan dengan profesi Anda. Banyak cara kok Mommies, belajar hal-hal baru yang berkaitan dengan profesi Anda maupun hal lainnya yang bisa mendukung kemajuan karier, sebut saja membaca buku, bergaul dengan orang dengan latar belakang yang beragam, dan lain-lain.

Jadikan diri Anda sosok yang profesional dengan pengalaman yang matang serta fleksibel dengan perubahan zaman.

  1. Tunjukan Komitmen dan Jaga Integritas
    Tetaplah menunjukkan komitmen dalam bekerja. Tunjukkan bahwa Anda akan berkontribusi membangun perusahaan dengan tetap bersemangat dan fokus. Jagalah integritas pribadi, terutama kejujuran, kedisiplinan, dan sifat-sifat baik lainnya. Hampir semua perusahaan mencari kandidat yang memiliki kualitas soft kompetensi yang baik.

Jadi teruslah kejar karier dan mimpi Anda.  “Usia bukan batas seseorang untuk berkarya besar.  Batasnya adalah kalau dia berpikir bahwa usia menjadi batas, itulah yang membatasinya.”

Artikel ini ditulis oleh: Laili Kadarwati, Senior Consultant, bergabung dengan Experd tahun 2014, Lulusan Fakultas Psikologi UI. Sebelumnya berkecimpung di dunia HRD sejak tahun 2000.


Post Comment