Stimulasi Kemampuan Bicara Anak

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Kemampuan bicara anak saya yang pertama masuk ke dalam golongan terlambat namun masih normal. Saya pun mencoba melakukan empat cara ini untuk stimulasi kemampuan bicara anak. 

Kemampuan bicara anak berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Ada yang cepat, ada juga yang lambat, meski masih tergolong normal.Dulu, Dhia termasuk dalam golongan yang kedua. Meski sempat iri dengan beberapa anak teman yang sudah lebih dulu bicara, saya tidak kecewa. Saya tanyakan pada mereka tips-tips yang mereka lakukan untuk membuat anaknya menjadi lebih cepat bicara.

menstimulasi anak bicara

Idealnya anak yang berusia satu tahun memang sudah mampu mengucapkan satu kata sederhana, misalnya mama, papa, atau makan. Tapi masih dikatakan normal, bila seorang anak baru bisa mengucapkan kata-kata tersebut di usia 18 bulan. Kemampuan bicara anak sangat tergantung dengan stimulasi yang kita berikan. Dulu, saya sering mengajak Dhia ngobrol, meski dia belum bisa bicara dan mungkin tidak mengerti dengan apa yang saya katakan, hahaha.. Tapi setidaknya cara tersebut dapat menambah perbendaharaan katanya. Saya juga selalu bicara dengan bahasa yang benar, bukan bahasa bayi.

Stimulasi yang juga saya lakukan adalah membaca. Biasanya saya membacakan dongeng saat menjelang tidur. Membaca efektif untuk memberikan anak contoh berbicara. Saya senang sekali ketika Dhia akhirnya merespon dongeng yang saya bacakan, meski dengan kata-kata yang belum jelas. Saat itu saya makin semangat untuk mendongeng dengan wajah yang lebih ekspresif. Dan akhirnya ini menjadi salah satu tradisi dalam keluarga kami.

Selain dengan membaca dongeng, saya juga menstimulasi Dhia untuk bicara dengan menggunakan lagu. Saya sering memasang lagu sambil sesekali menyanyikannya. Saya percaya bahwa musik akan membuat anak senang sehingga memudahkan mereka untuk belajar bicara. Berbagai penelitian yang saya baca juga membuktikan bahwa musik dapat menstimulasi kemampuan otak anak dan masih banyak manfaat musik untuk tumbuh kembang anak.

Stimulasi lain yang saya rasakan sangat ampuh untuk melatih anak bicara adalah dengan mengajak anak playdate. Saya memerhatikan betul, saat Dhia bermain dengan anak seusianya, dia selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan temannya tersebut. Mereka pun biasanya saling berbalas, meski saya tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan, hahaha.. Berada di sekeliling orang banyak juga dapat membuat anak memerhatikan orang yang sedang bercakap-cakap. Kalau saya yang kebetulan kebagian menjadi tuan rumah playdate, saya nggak khawatir, karena saya memiliki banyak tips untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi acara playdate si kecil.

Meski sempat khawatir dengan kemampuan bicara anak saya yang sedikit lebih lambat dibanding anak seusianya, saya tidak lantas jadi panik. Saya justru semakin berusaha untuk menstimulasinya hingga Dhia akhirnya menjadi pandai bicara. Namun, bila hingga usia 18 bulan anak belum mengeluarkan sepatah kata pun, kita perlu berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan solusinya.


Post Comment