Lakukan 6 Hal Ini Sebelum Memberikan Ponsel pada Anak

Untuk para mommies yang sedang berpikir ingin memberikan ponsel pada anak, jangan lupa lakukan 6 hal ini sebelum memberikan ponsel pada anak.

“Ma, aku kapan sih boleh punya handphone lagi?”

“Ma, teman-temanku di sekolah sebagian besar sudah punya handphone, lho, kok aku belum, sih?”

Ini adalah dua pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang pernah keluar dari mulut Bagus (10 tahun) beberapa waktu belakangan ini. Dan hingga detik ini saya masih kekeuh bilang, kalau dia memang belum terlalu butuh yang namanya handphone. Alasannya? Saya pernah menjabarkannya di sini.

Tapi, saya paham bahwa sebentar lagi mungkin saya memang perlu memberikan ponsel mengingat aktivitasnya sudah semakin tinggi. Lagipula secara usia memang dia sudah masuk batas aman untuk memegang ponsel.

Sebelum melakukan ini, saya perlu mencari tahu mengenai apa saja hal-hal yang perlu saya lakukan sebelum memberikan ponsel pada anak saya. Dari hasil browsing, hasil bertanya ke sesama teman dan psikolog anak, saya mendapatkan beberapa poin penting:

yang harus diperhatikan sebelum memberikan ponsel pada anak

1. Tentukan bujet dan jenis ponsel yang masuk akal untuk anak seusianya
Nggak jarang saya menemukan anak-anak kicik yang sudah memiliki ponsel keren dengan fitur-fitur nan canggih. Salah satu teman anak saya, saat main ke rumah membawa iPhone seri terbaru. Saat saya tanya digunakan untuk apa saja? Jawabannya “Bisa buat main games tante.” Zzzzzttttt.

Mungkin sebagai orang tua kita mampu membelikan ponsel tercanggih. Masalahnya, apakah anak kita sudah membutuhkannya? Jadi, sebelum salah pilih, tentukan dulu jenis ponsel dan bujet yang sesuai.

2. Pahami ponsel anak kita
Saya suka gregetan saat mendengar seorang ibu yang membelikan ponsel untuk anaknya, tapi dia sendiri nggak tahu apa saja fitur yang ada di dalam ponsel tersebut. Lah, gimana bisa menjaga keamanan dan keselamatan anak kalau kita sendiri gagal paham untuk mengulik mengenai barang yang kita berikan ke anak?

Paling aman sih kalau menurut mbak Vera Itabiliana Hadiwidjojo. Psi, berikan ponsel yang hanya bisa untuk SMS dan telephone. Atau, kalau memang mau yang jenis smartphone, berikan jenis ponsel yang sama persis dengan apa yang kita pakai. Karena kita sudah familiar dengan fitur-fitur yang ada. Merasa ponsel kita terlalu canggih jika untuk digunakan si anak? Ya nggak masalah mencari model lain asal sebelum ponsel itu berada di tangan anak kita, kita sudah menguliknya terlebih dahulu.

Cari tahu fitur-fiturnya, kecanggihannya dan apa yang dapat dilakukan oleh ponsel tersebut.

3. Buat aturan pemakaian ponsel
Jenis aturannya akan tergantung pada usia anaknya sih. Namun, kalau bicara usia anak-anak saya, yang pasti akan ada:

a. Batasan jam pemakaian. Misalnya menerapkan campaign 1821, yaitu dari jam 18.00 WIB – 21.00 WIB no gadget untuk seluruh anggota keluarga. Kalau puasa gadget rutin dilakukan, semoga saja waktu berkualitas bersama keluarga tetap terjaga, kan.

b. Siapa saja yang boleh diberi tahu nomor teleponnya

c. Games apa saja yang boleh diunduh. Jangan sampai games yang sudah diblokir pemerintah malah mereka download. Kalau saya sih maunya mengunduh games yang akan membuat mereka aktif bergerak di luar ruang, hehehe. Tetap kenal gadget namun tetap bergerak, win-win solution kan.

d. Aturan area yang tabu untuk kehadiran ponsel

4. Setting restricted untuk youtube
Berhubung Bagus hobi banget mencari DIY atau aneka resep di youtube, kayaknya sih dia akan sering berkunjung ke youtube. Jadi salah satu cara saya untuk memastikan dia tidak terpapar konten negatif dengan memastikan settingan youtube restricted.

5. Jangan aktifkan location
Ini bisa berlaku jika anak Anda sudah mendapat lampu hijau untuk bermain social media. Jangan biarkan dia mengaktifkan location karena ini bisa membuka kesempatan untuk orang-orang jahat mencari tahu keberadaan anak-anak.

6. Unduh aplikasi untuk menyaring konten negatif
Namanya juga jaga-jaga kan ya :D. Salah satu tambahan untuk proteksi anak-anak kita dengan cara mengunduh apps yang bermanfaat untuk menyaring konten-konten negatif. Salah satu yang sudah pernah saya gunakan adalah apps Net Nanny. Jadi kita bisa memasukkan kata-kata seperti porn, sex dan sebagainya sebagai konten yang terlarang. Jadi saat ada yang memasukkan kalimat atau website mengandung kata-kata tersebut, secara otomatis tidak bisa dibuka.

Jadi sudah siap membekali si kecil dengan ponsel? Cerita ke saya ya Moms bagaimana prosesnya.


Post Comment