Apakah Anda Termasuk Sandwich Generation?

Ditulis oleh: Nina Samidi

Anda dan suami memiliki anak-anak sekaligus harus merawat orangtua? Ini artinya, Anda berdua ada dalam “sandwich generation”.

Menjadi ‘sandwich generation’ sebenarnya bukan hal baru. Dari dulu pun angkatan-angkatan sebelum kita sudah banyak yang mengalami posisi ini. Namun, sekarang, saat kualitas kesehatan meningkat sehingga orang-orang tua lebih awet umur, maka ‘sandwich generation’ semakin besar. Ini biasanya paling banyak dialami oleh pasangan usia 40 – 50 tahun dan dari pihak wanita. Bahkan, bisa jadi, di Indonesia lebih besar jumlahnya mengingat budaya merawat orang tua sangat tinggi (dibanding orang tua yang tinggal di panti jompo).

Saya lebih suka menyebutnya “generasi terjepit”; terjepit antara harus memenuhi segala kebutuhan anak yang terus membengkak dan segala kebutuhan demi kenyamanan (dan biasanya kesehatan) orangtua yang tinggal bersama kita, sekaligus pekerjaan. Posisi “generasi terjepit” ini seringkali menimbulkan stres tersendiri. Di samping masalah keuangan yang sudah pasti pengeluarannya lebih besar dari pasangan yang tidak dalam posisi ini, juga masalah psikologis karena adanya tekanan yang muncul sehari-hari.

Menyeimbangkan posisi antara caregiving (merawat orangtua), parenting (merawat anak), dan bekerja memang membutuhkan motivasi dan konsistensi yang kuat lho, Moms. Jadi wajar kalau Anda dan suami terkadang mengeluh karena kelimpungan. Ada tiga masalah yang biasanya menimpa “generasi terjepit”, yaitu masalah keuangan, masalah stres, dan karier.

Karena itu, ada empat hal yang sangat mendasar yang harus Anda perhatikan agar keseimbangan tetap terjaga.

sandwich generation

*Image dari wondrlust.com

1. Komunikasi

Sebelum memutuskan membawa orangtua Anda ke rumah, bicarakan seluruh kondisi yang ada di dalam rumah kepada orangtua Anda. Bagaimana keadaan keuangan, suasana di rumah, kebiasaan-kebiasaan, sampai bagaimana sifat ART di rumah Anda. Dengan begini, orangtua sudah punya gambaran sebelum masuk ke rumah Anda. Jadi ketika sudah tinggal di sana, dia tidak kaget dan mengeluhkan segala sesuatu. Orangtua yang mengeluh biasanya akan jadi salah satu penyebab stres kita. Jadi, jangan sampai terjadi. Begitu pula dengan anak Anda yang harus didekatkan dulu dengan nenek/kakek mereka. Semua harus saling berkomunikasi dan harus membicarakan apa yang dia sukai atau tidak sukai, termasuk Anda sendiri sebagai pengatur sehingga semua bisa dikontrol.

2. Sibukkan nenek/kakek

Kebosanan adalah masalah utama yang biasanya dialami kakek/nenek. Karena mereka tidak punya kuasa untuk bisa mengubah apapun di dalam rumah, maka tidak banyak yang bisa mereka lakukan. Untuk itu, berikan kesibukan untuknya. Lebih bagus lagi kalau itu berhubungan dengan rumah atau anak-anak. Umumnya keluarga di Indonesia akan “memanfaatkan” nenek/kakek di rumah untuk membantu menjaga anak-anak saat di rumah. Tapi, Anda juga bisa memberinya kuasa pada suatu area rumah yang bebas dia utak-atik, misal area halaman/taman atau kamarnya sendiri. Atau berikan kesibukan sesuai hobinya.

3. Pintar atur keuangan

Sekarang ini, penghasilan harus Anda bagi tiga: biaya sehari-hari keperluan rumah, biaya untuk anak, dan biaya untuk merawat orangtua. Tambahkan satu lagi: biaya untuk diri sendiri. Usahakan keempatnya tetap ada, hitung baik-baik berapa persen tiap bulan yang harus Anda keluarkan. Tapi ingat, seperti yang disebutkan para financial planner, sisihkan dulu sebagian uang Anda untuk ditabung (meski sedikit!), baru sisanya dibagi-bagi ke setiap pos. Sebagai “generasi terjepit” Anda harus punya dana cadangan, meski saya akui itu sulit. Tapi setidaknya, buatlah asuransi untuk masing-masing anggota keluarga agar hati tenang.

4. Perhatikan diri sendiri

Hampir semua pelaku “generasi terjepit” punya kebiasaan yang sama: lupa merawat diri sendiri. Waktu, pikiran, dan uang habis untuk merawat seluruh keluarga. Ini sangat wajar. Namun, memikirkan diri sendiri adalah hak Anda dan bagaimanapun akan mengurangi stres yang Anda alami selama merawat keluarga. Setidaknya, pergilah ke bioskop atau ke salon sekali sebulan. Love and take a good care of your self, ya Moms!


Post Comment