Ice Age: Collision Course, Film yang Wajib Ditonton Bersama Keluarga

Sepanjang menyaksikan Film Ice Age: Collision Course, saya dan Bumi tertawa terbahak-bahak. Di balik kelucuannya cerita keluarga Manny bersama kawan-kawannya ini juga memberikan pesan yang penting buat anak ataupun orangtua.

Kemarin siang saya mendapat kesempatan nobar Ice Age: Collision Course bersama Koko Krunch Nestle. Jadi untuk menyambut film Ice Age,  sahabat si kecil yang selalu menemani sarapan ini memang menyediakan hadiah spesial dalam kemasaannya. Ada mainan seperti ‘bumerang’ di kemasan Koko Kruch.

ice age

Balik lagi ke film Ice Age, seperti film-film sebelumnya,  cerita dibuka dengan polah si tupai Scrat yang berusaha keras untuk mendapatkan buah kenarinya. Tapi, kali ini si tupai berburu buah kenari tersebut sampai luar angkasa karena ia memang tanpa sengaja menerbangkan piring terbang. Ndilalahnya, hal ini akhirnya merugikan seluruh mahluk hidup di bumi pada zamannya. Soalnya, Scrat membuat planet hancur dan menyebabkan meteor ‘menghujani’ bumi.

Keluarga Manny dan para sabahatnya pun terancam mengalami bencana apokaliptik atau kiamat yang disebabkan kejadian kosmik. Jadi, inti cerita film ini adalah bagaimana mereka berusaha menyelamat diri dari bencana. Rencana mereka berhasil atau gagal, ya, buktikan sendiri saja ya! Ajak si kecil bahkan suami untuk menontonnya. Saya nggak mau spoilers, hahahaha.

Tapi percaya, deh, sepanjang film ini Mommies dan  keluarga bisa terhibur. Anak-anak yang belum bisa membaca terjemahan film juga bisa ikut tertawa terbahak-bahak karena banyak gambaran lucu yang diperlihatkan oleh beragam karakter dalam film ini. Menurut saya, film banyak ini banyak menyipkan pelajaran yang bisa didapatkan anak, bahkan buat kita para orangtuanya.

Pelajaran untuk si kecil

Kebetulan, anak saya Bumi, memang punya ketertarikan yang besar mengenai tata surya. Jadi, ia suka dan sering penasaran dengan segala hal yang berhubungan dengan tata surya seperti kumpulam benda langit, termasuk asteroit, komet, meteor dan segala macamnya. Nah, di film ini anak-anak juga bisa belajar mengenai  tata surya.  Buat Mommies yang anaknya belum paham soal ini, jadi punya kesempatan untuk mengenalkannya.

Selain belajar mengenai tata surya lalu apa lagi? Seperti film anak-anak pada umumnya, dalam film ini juga bisa diperlihatkan bagaimana pentingnya kerja sama, saling gotong royong, dengan orang lain. Temasuk pentingnya saling memafkan bahkan pada seseorang yang nggak kita suka. Maksudnya,  nggak perlu memendam dendam dan ingin membalas kejahatan orang lain.

nonton ice age

Pelajaran untuk orangtua

Oh, ya, saya belum sempat menyinggung kalau film Ice Age: Collision Course merupakan sekuel dari film sebelumnya yaitu Ice Age: Continental Drift. Sekedar mengingatkan, jika film sebelumnya anak pasangan Mammoth, Manny dan Ellie masih kecil, dalam film ini sudah dewasa. Bahkan anak mereka, Peaches sudah mau menikah.

Dari awal cerita sudah bisa terlihat kalau Manny dan Ellie sebagai orangtua  sangat berat ‘melepaskan’ puteri semata wayangnya untuk menikah. Apalagi setelah menikah Peaches memutuskan untuk pergi meninggalkan Manny dan Ellie untuk hidup mandiri, kegalauan mereka sebagai orangtua kian bertambah karena  masih meragukan Julian, calon suami Peaches.

Jadi, saya pribadi belajar kalau orangtua memang perlu percaya pada anaknya, setidaknya dengan memberikan kesempatan pada calon menantu untuk memperlihatkan apakah ia pantas jadi pendamping anak kita. Wih, kok, saya jadi ingat dengan pesan Ibu Elly Risman sebagai psikolog yang bilang kalau ortu memang punya andil besar dalam hal ini.

Hubungan Manny dan Ellie juga memperlihatkan kalau dalam menjalankanpernikahan perlu afeksi alias kasih sayang. Nggak ada salahnya untuk terus mengingat hal-hal kecil dari pasangan, misalnya dengan memberikan kejutan di hari pernikakan.

Berhubung kemarin saya nggak nonton sama suami, rencananya sih saya mau menggeret bapaknya Bumi untuk nonton. Apalagi kalau ingat begitu keluar dari bioskop, anak saya Bumi langsung bilang, “Filmnya seru bu… besok kita nonton lagi, yuk, sama bapak!”

 

 

 

 


Post Comment