Berat Badan Anak Turun Setelah Sakit, Lalu Bagaimana?

Kalau anak sakit, biasanya sih akan diikuti dengan penurunan berat badan. Kalau begini, bagaimana caranya supaya berat badannya jadi normal lagi ya?

timbangan

“Aduh Adis… gue seneng banget, deh, lihat badannya Bumi. Sekel.”

“Dis… Bumi tuh, doyan makan, ya, sampai badannya berisi banget kaya begitu.”

“Loe suka kasih vitamin tambahan nggak, sih, buat Bumi? Buat dia jadi nafsu makan, gitu?”

Tiga pertanyaan di atas sering banget mampir di terlinga saya. Iya, saya sangat bersyukur kalau Bumi termasuk anak yang nggak susah makan, sehingga badannya pun cukup berisi. Berisi saja, ya, nggak perlu gendut :D

Masalahnya, nih, beberapa waktu lalu berat badan Bumi sempat turun. Masih ingat dong, cerita saya soal Bumi sakit usus buntu plus DBD sehingga harus membuatnya dirawat intensi di ruang ICU? Hampir dua minggu hanya mengasup infus, makan bubur hanya sesuap dua suap, memang mau nggak mau bikin berat badannya jadi turun. Syukurnya, sih, nggak sampai merosot, hanya berkurang 3 kg saja.

Walaupun begitu saya cukup  khawatir. Tapi setelah bertanya ke dokter spesialis langganannya Bumi,  dr. Kiki Madia Permana Kustiman Samsi, SpA (K), Mkes, hal ini memang wajar saja, kok. Apalagi saat mengetahui berat badan Bumi saat ini 24 kg. Menurutnya untuk anak usia 6 tahun masih pas.  Soalnya untuk anak usia 6 tahun seperti Bumi,  rata-rata tinggi badan sudah mencapai  114 cm. Sedangkan berat badannya menjadi 21 kg.

Waktu itu dokter Kiki mengingatkan kalau memang berat badan anak memang jadi salah satu indikator perumbuhan anak. Oleh karena itulah orangtua perlu memahami  growth chart. Berat badan, tinggi badan dan juga lingkar kepalanya semua diperhatikan, dan semua  ini akan dihubungkan dengan grafik pertumbuhan. Sehingga bisa tahu apakah anak kita sudah tumbuh dengan baik atau belum.

Dengan belajar memahami grafik tersebut, kita pun, para orangtua jadi nggak kemakan omongan orang yang sering komentar soal berat badan anak. Umh, paham dong maksud saya? Rasanya kebiasaan para oknum yang sering membanding-bandingkan berat badan anaknya dengan anak orang lain masih saja belum hilang.

Balik lagi ke masalah berat badan anak yang turun setelah sakit, waktu itu dr. Kiki menyarankan apabila nafsu makan anak masih belum ada, bisa mengajak anak untuk makan dengan porsi yang sedikit, tapi  sering dilakukan.  Dengan mengondumsi makanan dalam porsi kecil selama beberapa kali bisa membantu anak mendapatkan suplai makanan secara bertahap. Pencernaan juga tak akan mudah kekenyangan dan lebih bisa menyerap nutrisi dari makanan tersebut.

Mengingat kondisi anak yang belum begitu fit, dr. Kiki juga menyarankan kalau anak butuh istirahat yang cukup.  Dengan demikian, tubuh tengah melakukan banyak regenerasi sel dan memulihkan tenaga. Sehingga anak tidak jadi kelelahan atau memforsir tubuh yang menyebabkan sakit.

Intinya, sih, ketika anak sakit, dan berat badannya jadi turun, nggak perlu parnoan. Selanjutnya, perhatikan kembali kurva yang bisa jadi acuan dalam mengukur pertumbuhan anak. Kita baru harus khawatir kalau memang selama tiga bulan grafiknya pertumbuhan anak nggak ada kemajuan, atau justru menurun. Saolnya hal tersebut bisa mengindikasikan anak kekurangan gizi. 


Post Comment