Cara Atur Keuangan untuk Keluarga dengan Anak Lebih Dari Dua

Ditulis oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Mommies tiba-tiba hamil lagi anak ketiga atau bahkan lebih? Selamat ya! Selain menyiapkan perlengkapan menyusui dan baju, jangan lupa untuk menyiapkan secara finansial, lho.

Mendapatkan titipan anak merupakan salah satu bentuk rezeki dari Tuhan YME. Namun, selain kegembiraan, orang tua juga sebaiknya mempersiapkan kembali segala sesuatunya termasuk urusan keuangan. Mengatur keuangan untuk keluarga yang memiliki lebih dari dua anak memang pastinya lebih menantang dibandingkan keluarga yang memiliki anak kurang dari tiga. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.

atur keuangan keluarga

  1. Mengatur Ulang Pos Alokasi Pengeluaran Bulanan

Jumlah pos pengeluaran untuk keluarga pada dasarnya akan sama saja terlepas berapa jumlah anak yang menjadi tanggungan. Pengaturan akan sedikit berbeda dalam hal persentase alokasi, dikarenakan jumlah kebutuhan dasar yang pasti harus dikeluarkan akan bertambah. Secara umum, statistik mengatakan bahwa di kota Jakarta, sebuah keluarga dengan 2 orang anak membutuhkan biaya hidup dasar sebesar Rp7.5 juta. Artinya, dengan bertambahnya anggota keluarga, maka kebutuhan biaya hidup dasar menjadi lebih besar, bisa jadi Rp9-10 juta.

Jika penghasilan orang tua tetap sama, maka artinya alokasi yang harus disisihkan untuk pengeluaran bulanan menjadi lebih besar. Dengan asumsi penghasilan orang tua Rp20 juta, maka jika sebelumnnya biaya hidup adalah 40% dari gaji bulanan, setelah bertambah anak menjadi 50% dari gaji bulanan.

  1. Prioritas Pengeluaran

Saat penghasilan terbatas, maka prioritas untuk mewujudkan kebutuhan dan keinginan wajib ditentukan. Secara umum, prioritas pengeluaran rumah tangga adalah: cicilan rumah, biaya hidup bulanan, kebutuhan dana pendidikan anak, baru  masuk kedalam kebutuhan gaya hidup. Apabila kebutuhan untuk biaya hidup bulanan bertambah, maka Anda harus mau mengorbankan sebagian dari alokasi untuk gaya hidup. Kebutuhan untuk menabung dan berinvestasi sebaiknya tidak dikurangi. Idealnya, alokasi untuk tabungan dan investasi minimal 10% dari gaji bulanan.

  1. Perlindungan Dana Darurat dan Asuransi

Jumlah dana darurat ideal pastinya meningkat dibandingkan sebelumnya. Secara umum, keluarga dengan 5 anggota membutuhakan dana minimal 12x atas pengeluaran rutin bulanan. Artinya, dengan pengeluaran rutin Rp10juta per bulan, target dana darurat ideal menjadi Rp120juta. Jangan lupa juga untuk menambah uang pertanggungan asuransi jiwa dengan bertambahnya anggota keluarga.

 Live a Beautiful Life!

 Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment