Tertarik Pindah Divisi di Kantor, Bagaimana Caranya?

Mungkin saja Mommies baru tersadar dengan potensi bari yang Anda miliki, dan berniat pindah divisi. Bagaimana caranya dan apa saja yang harus Mommies pertimbangkan?

Mengenai perpindahan divisi ini, Mommies boleh mengajukannya kepada atasan. Dengan syarat Mommies memiliki potensi dan kompetensi lain yang dapat dikembangkan di divisi yang baru. Dan sebagai tindak lanjut, atasan akan melakukan evaluasi dan tes terkait dengan kompetensi Mommies, sebelum melakukan apakah Anda memenuhi syarat untuk pindah divisi atau tidak.

Selain itu keinginan Mommies harus didasari oleh sejumlah alasan yang kuat dan positif, yang dapat diterima oleh semua pihak dalam perusahaan. Hal ini dilakukan agar Anda sendiri mendapatkan suasana yang nyaman, apresiasi terhadap hasil kerja dan jengang karier yang jelas. Namun, langkah Anda ini juga memiliki risiko yang cukup riskan. Untuk itu, sebaiknya Mommies mempertimbangkan dengan matang hal-hal berikut ini:

Tertarik Pindah Divisi di Kantor, Bagaimana Caranya?
1. Mencari tahu tentang divisi atau lokasi akan di mutasi

Beradaptasi di divisi baru di perusahaan lama tentu lebih mudah dibandingkan saat menjadi karyawan baru di suatu perusahaan. Mommies yang sudah memiliki beberapa kenalan dari berbagai divisi pasti akan lebih mudah untuk berbaur dan menyatu dengan mereka. Selanjutnya, Mommies ‘hanya’ perlu berusaha mengenal mereka lebih jauh lagi agar bisa bekerja nyaman dalam tim yang nyaman.

2. Mengetahui Job desc dan target kerja dari pekerjaan yang harus dilakukan di tempat yang baru

Meski posisi baru Anda di divisi baru itu sama, kemungkinan besar hal-hal yang Mommies tangani berbeda dengan divisi sebelumnya. Jangan sok tahu ya, lebih baik banyak tanya dengan senior atau rekan kerja yang sudah bekerja lebih dulu di bagian tersebut. Gunakan waktu di masa adaptasi sebaik-baiknya dan jadilah fast learner. Karena kalau terlalu lambat, Mommies dapat dianggap tidak mampu dan dianggap sebelah mata.

 3. Mempelajari Lingkungan kerja atau tim yang ada di tempat baru

Tiap divisi tentu memiliki kebiasaan kerja berbeda. Selama beberapa hari pertama ada baiknya Anda amati dulu kebiasaan bekerja teman-teman baru Mommies. Kalau ternyata bertolak belakang dengan kebiasaan Mommies sebelumnya, Mommies-lah yang harus menyesuaikannya, bukan sebaliknya.

 4. Berpikir positif

Segala sesuatunya nggak akan sulit dilalui jika Mommies mau mengusahakan berpikir positif. Buang jauh-jauh mengenai pikiran jelek soal sulitnya pekerjaan baru Mommies. Anggaplah pekerjaan Mommies sebagai tantangan baru yang akan menambah kemampuan. Sebaliknya, Mommies harus bersyukur mendapatkan teman-teman dan jaringan kerja baru yang lebih luas.

Sebagai pendatang di divisi baru sebaiknya Mommies banyak mengamati dan menyerap keadaan sekeliling sebelum mulai merespons. Mommies dapat mengadakan pengamatan sekilas atas kinerja di divisi yang baru anda masuki, termasuk pengamatan terhadap seluruh personilnya. Misalnya bagaimana cara pencapaian prestasi di divisi tersebut, siapa leadernya, dan bagaimana gaya interaksi antar anggotanya. Dan jangan lupa selalu berusaha belajar hal baru, demi pengembangan karier Mommies di kemudian hari.

Kemudian bina dan jagalah kekompakan dengan rekan-rekan satu divisi. Tumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat dalam diri Mommies. Jika Mommies mampu bekerja secara optimal secara pribadi maupun kelompok berarti Mommies telah berhasil memberi kontribusi berarti bagi divisi baru Mommies. Goodluck..! Tetap semangat!

Artikel ini ditulis oleh: Anggi Damayanti, masuk Experd sejak Desember 2011 dan saat ini menempati posisi dalam tim Employment Solutions.

 


Post Comment