Aturan Home Treatment Batuk Pilek pada Anak

Bagaimana aturan home treatment untuk menyembuhkan batuk pilek pada anak?

Aturan Home treatment Batuk Pilek pada Anak

Batuk, pilek pada anak ibarat penyakit langganan yang mendera setiap anak, apalagi setelah pancaroba – virus penyebab batpil ini wajib diwaspadai nih, Moms. Ketika Jordy anak pertama saya mengalami batpil perdana di bawah usia 6 bulan, saya meyakini kalau ia bisa sembuh dengan metode perawatan di rumah, atau lebih beken dengan istilah home treatment.

Jordy saya pastikan mendapatkan asupan cairan yang cukup, karena kala itu masih menjalankan ASI eksklusif – pemberian ASI ini benar-benar saya pantau. Selain itu memberikan sesuatu yang hangat pada bagian dada dan punggungnya, berupa vapor rubs. Dan tidak menyalakan AC, kalaupun ada hanya kipas angin, itupun dipantulkan ke tembok saja agar ada sirkulasi udara yang berputar di kamar Jordy.

Langkah-langkah home treatment

Batuk pilek sendiri menurut penjelasan dr. Meta Hanindita SpA dari  RSUD Dr Soetomo Surabaya, disebabkan infeksi (baik virus maupun bakteri), namun bisa juga disebabkan oleh alergi. Sebagai pilihan metode penyembuhan, beberapa ibu memilih home treatment. Jika Anda juga memilih metode yang sama, sebaiknya simak terlebih dahulu aturan home treatment batpil pada anak usia bayi, batita dan balita dengan mengikuti langkah-langkah dari dr. Meta:

*Untuk bayi: nyalakan shower air hangat di dalam kamar mandi, dan tutup semua pintu atau jendela. Duduk bersama bayi sekitar 10-15 menit di dalamnya.

*Untuk batita atau lebih besar:  gunakan baskom berisi air yang cenderung panas (harus hati-hati ya, Moms) di dalam kamar yang jendela atau pintunya ditutup.

  • Posisikan anak telentang untuk mempermudahnya bernapas saat tidur.
  • Untuk batita atau lebih besar, ajarkan anak untuk mengeluarkan ingus.
  • Gunakan vapor rubs untuk membantunya melegakan pernapasan.

Selama home treatment, jangan lupakan asupan makanannya – tetap berikan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak guna meningkatkan daya tahan tubuhnya. Dan berikan cairan yang lebih banyak. Akali dengan memberikan makanan yang mengandung kuah.

Do’s dan Dont’s home treatment  batpil

Masih hangat diingatan saya,  ada yang menyarankan hal ini ketika Jordy batpil, “Sedot saja, ingusnya Jordy – kan kasihan susah napas.” Tapi logika saya sebagai ibu mengatakan itu tidak benar. Dan saya urung melakukannya, padahal alatnya sudah dibeli, hehehe. Dan benar saja, kata dr. Meta hal itu memang tidak boleh dilakukan, apalagi kalau menyedot menggunakan mulut. Karena mulut adalah organ yang tidak steril, malah nantinya dikhawatirkan menyebabkan infeksi pada rongga hidung anak.

Adapun Do’s and Dont’s yang dapat Mommies ingat-ingat untuk memudahkan melakukan home treatment:

Do’s

  • Berikan si kecil ekstra cairan. Jika masih bayi tetap susui semaunya, jika sudah makan perbanyak makanan yang mengandung kuah seperti sup. Pastikan juga anak mempunyai waktu istirahat yang cukup.
  • Jika pilek sangat mengganggu karena membuat hidung buntu sampai anak malas makan/minum, boleh pertimbangkan penggunaan tetes hidung salin untuk membantu mengencerkan mukus.
  • Lindungi kulit di sekitar hidung yang pilek dengan petroleum jelly.

Dont’s

  • Jangan menyedot ingus menggunakan mulut.

Home treatment tidak lagi bisa Anda lakukan jika menemui kondisi-kondisi yang disebutkan dr. Meta berikut ini:

  • Bayi berusia di bawah 3 bulan batuk dan pilek.
  • Batuk dan pilek membuat anak tidak mau makan atau minum sama sekali.
  • Napas anak terlihat sesak.
  • Batuk terdengar seperti menggonggong.
  • Batuk dan pilek yang disertai demam tinggi.
  • Batuk dan pilek yang tidak sembuh sendiri dalam 1 minggu.
  • Batuk dan pilek yang disertai dengan lemah, lesu pada anak.

Semoga berguna sebagai acuan Mommies melakukan home treatment, saat si kecil batpil :)


Post Comment