Apakah Hormon Testosteron Suami Menurun? Cari Tahu di Sini

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Seiring bertambahnya usia maka kans menurunnya hormon testosteron pada suami juga semakin besar. Dan ini bisa mengancam fungsi seksual.

Enggak mau, dong, kalau tiba-tiba keharmonisan rumah tangga kita terancam gara-gara sebuah penyakit yang membuat suami tak lagi bergairah di ranjang? Bagaimanapun ‘kegiatan di ranjang’ adalah salah satu kunci utama untuk mempertahankan perkawinan. Namun, hal yang tak disangka-sangka bisa saja terjadi pada pasangan akibat sebuah penyakit. Seperti masalah hipogonadisme yang bisa mengancam fungsi seksualnya.

kadar testosteron rendah

Hipogonadisme merupakan sebuah kondisi saat seorang pria mengalami penurunan kadar hormon testosteron dalam tubuhnya. Penurunan kadar hormon ini, sebetulnya memang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Tapi beberapa tahun terakhir, banyak penelitian membuktikan bahwa masalah ini tak hanya berujung pada penurunan fungsi seksual saja, namun juga bisa menyebabkan penurunan kepadatan tulang, penurunan sel darah merah, penurunan massa otot, peningkatan lemak, depresi, dan gangguan hati. Bahkan yang menjadi perhatian khusus adalah peningkatan risiko terjadinya sindrom metabolik dan penyakit jantung koroner yang dapat menyebabkan kematian.

Menurut dokter spesialis andrologi, Johannes Soedjono, M.Kes, Sp.And, sindrom metabolik yang diakibatkan oleh hipogonadisme juga dapat memperbesar risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya seperti stroke dan diabetes. Risiko ini kian meningkat saat seorang pria mengalami sindrom metabolic selama 5 hingga 10 tahun.

Sayangnya banyak pria, yang tidak menyadari gejala hipogonadisme ini. Ini beberapa tanda pria yang mengalami hipogonadisme:

1. Mengalami penurunan, bahkan kehilangan gairah seksual.
2. Mengalami gangguan ereksi.
3. Mengalami penurunan massa otot.
4. Sering mengeluh letih dan lesu.
5. Kehilangan kekuatan tubuh.
6. Lingkar pinggang terlihat kian bertambah.
7. Rambut-rambut di tubuh, tak hanya di kepala, mulai rontok dan hilang
8. Sering mengantuk setelah makan.

Itu adalah tanda-tanda yang mudah diihat. Bila terdapat salah satu tanda tersebut, sebaiknya segera periksa kadar testosteron. Secara normal, pria memiliki 400-700 nanogram/desiliter hormon testosteron di dalam tubuh. Sementara, nilai terendah yang masih bisa ditoleransi adalah 300 nanogram/desiliter.

Jika diketahui secara dini, maka masalah ini bisa diatasi dengan melakukan terapi sulih hormon. Terapi ini terbukti bisa mengurangi massa lemak, memperbaiki massa otot, menurunkan kadar gula darah, memperbaiki sensitivitas insulin, mengurangi kadar kolestrol LDL dan trigliserid, meningkatkan kadar HDL dan mengurangi tekanan darah baik sistolik maupun diastolik.

Coba lakukan tes sederhana ini pada pasangan. Tanyakan beberapa pertanyaan ini.
1. Apakah libido menurun akhir-akhir ini?
2. Apakah merasa lemas dan lesu?
3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik menurun?
4. Apakah tinggi badan berkurang?
5. Apakah merasa kenikmatan hidup menurun?
6. Apakah cepat merasa kesal atau mudah marah?
7. Apakah ereksi kurang kuat?
8. Apakah ada penurunan kemampuan dalam berolahraga?
9. Apakah sering mengantuk dan tertidur usai makan malam?
10. Apakah ada perubahan atau penurunan prestasi kerja?

Bila jawaban nomor 1 dan 7 adalah “ya”, atau ada 3 jawaban ya, maka sebaiknya sarankan suami Anda untuk melakukan pemeriksaan kadar testosteron.


Post Comment