Mengapa Saya Hanya Mau Memiliki Dua Anak?

Ditulis oleh: Waristi Amila

Saya pecinta anak-anak! Dan selalu bermimpi memiliki banyak anak. Namun, pada akhirnya saya memutuskan cukup dua saja dengan alasan-alasan berikut ini.

Seiring waktu saya memikirkan kembali, apakah iya saya mau menambah anak lagi? Dan ini bukan hanya karena kampanye sosial yang mengatakan “dua anak cukup“ tapi karena beberapa alasan…seperti…

Dua anak saja

1. Berbagi
Beruntung bagi saya yang memiliki dua anak dengan jarak umur 10 tahun, sehingga anak tertua saya sangat senang memiliki adik dan berbagi perhatian ibunya – malah dia menjadikan ini alasan untuk tidak terlalu diperhatikan. Tapi kadang saya masih merasa bersalah kalau saat ini si kecil lebih mendapatkan perhatian dari Abangnya, ini baru dua… bagaimana kalau lebih.

2. Waktu
Menjadi Ibu, adalah pekerjaan seumur hidup, 24/7. Dan ini adalah pekerjaan paling menantang di dunia tanpa ada cuti, tapi boleh, kan, saya ingin punya waktu break? Nah dengan dua anak, saya merasa masih punya waktu cukup untuk break dan memanjakan diri saya sendiri.

3. Investasi
Tidak bisa bohong, memiliki anak adalah investasi besar dalam hidup. Memang, orang tua bilang banyak anak banyak rezeki (yang menurut saya opini macam itu sudah kurang tepat di zaman sekarang) tapi saya memilih untuk hanya memiliki sesuatu sebatas kemampuan saya. Saya ingin mengusahakan agar anak-anak saya bisa mendapatkan akses dan fasilitas terbaik, dan itu butuh dana. Bekerja lebih keras? Bisa, tapi nanti bagaimana saya punya waktu untuk mereka?

4. Usia
Umur saya sudah pertengahan 30 tahun. Bukan cuma bicara tentang usia produktif tapi juga kesehatan saya secara fisik. Bukan hanya untuk proses kehamilan dan melahirkan tapi proses di awal-awal tahun pertama di mana kita harus berlari, menggendong, bahkan ditrubuk manusia kecil yang beratnya bisa 20 – 25 kg :)

5. Karier
Kembali lagi, dengan keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan juga keinginan untuk meningkatkan kualitas diri sendiri, saya juga ingin punya karir yang stabil untuk diri saya dan keluarga. Tidak bisa bohong, ini adalah komitmen terpisah tapi berkaitan. Menjadi ibu bekerja membutuhkan manajemen karier dan keluarga, dan ini bukan hal sederhana.

6. Cinta
Saat ini saya memang masih menjadi orang tua tunggal, tapi saat saya memiliki pasangan baru pastinya saya juga harus menjadi pasangan yang baik untuk dia. Saya bukan hanya Ibu, tapi juga istri, juga sahabat, juga pasangan hidup. Menjaga keseimbangan di antara tugas – tugas ini? Juga tidak mudah.

7. Kualitas Hidup
Saya tidak bilang kalau punya anak banyak akan menurunkan kualitas hidup, tapi untuk saya, dengan kemampuan saya saat ini, akan menjadi tantangan untuk mempertahankan kualitas hidup saya dan keluarga. Dan kualitas ini bukan hanya tentang finansial, tapi juga waktu, kebersamaan, perhatian, dan banyak hal lainnya.

Well, ini alasan saya untuk punya dua anak saja. Mommies mau punya anak berapa? Satu, dua, atau lebih? Semua sah menurut saya, yang penting jujurlah pada diri sendiri dan jangan terbawa dengan tekanan sosial. Yang terpenting adalah cinta, dan kita harus memastikan anak-anak kita merasakannya, dan menjadi bahagia.


Post Comment