5 Hal yang Perlu Dipahami Anak Remaja Dalam Dunia Sekolah

Ditulis oleh: Waristi Amila

Mommies punya anak remaja yang akan masuk SMP atau SMU? Sudah terpikirkan belum tentang bekal pengetahuan apa yang harus kita berikan untuk mereka?

Saat anak masuk SMP atau SMU, sekolah bukan cuma tentang belajar. Ada banyak sekali faktor lain – sebut saja misalnya pergaulan, pacar, status sosial. Anak tertua saya masuk SMU tahun ini, dan ini adalah beberapa hal yang kami bicarakan untuk menyiapkan mentalnya.

IMG_5921

1. Tentang senioritas
Di hari-hari awal mereka masuk sekolah, mereka akan langsung dibenturkan dengan bagaimana kompleksnya senioritas di sekolah – entah itu dari masa orientasi atau bahkan di tahun pertamanya. Saya selalu bilang sama Abang, jaga diri dan emosi. Bersikap tenang tapi jangan sombong, tidak perlu terlalu menonjol tapi jangan takut berteman, jadi diri kamu sendiri dan jangan takut untuk menolak ketika seseorang memaksa kamu untuk melakukan hal yang tidak kamu suka. Terakhir, jangan ragu untuk bicara pada saya saat dia merasa tidak nyaman.

2. Tentang penampilan dan status sosial
Saya termasuk orang tua yang senang kalau anaknya kelihatan keren. Tapi saya selalu mengajari dan membatasi penampilannya agar tidak melewati batas norma kesopanan. Anak – anak hendaknya memiliki pemikiran yang sama bahwa di sekolah yang terpenting adalah dikenal karena prestasi baik akademis atau non-akademis (misalnya musik atau olahraga) dan bukan karena kekayaan (orang tua).

3. Tentang pergaulan
Teman si anak remaja akan terasa lebih dekat dibanding keluarga mereka sendiri. Sejak anak saya SMP, saya senang kalau dia mengajak teman-temannya ke rumah atau ngopi bareng saya. Kenapa? Saya ingin tahu pergaulannya tanpa membuat dia merasa diawasi. Si anak harus tahu bahwa memiliki teman banyak dan seru itu pasti menyenangkan, tapi dia juga harus bisa berdiri sendiri dan nyaman kalaupun dia sendirian.

4. Tentang pacaran
NAH! Ini nih yang biasanya bikin si anak lupa daratan. Kalau sudah soal ini saya hati-hati sekali, saya ingin anak saya tahu bahwa dia selalu bisa bercerita pada saya dan saya selalu memberikan dia nasihat-nasihat terselubung di balik dukungan saya – yang paling sederhana adalah ucapan, “Jangan berlebihan saat pacaran, kamu masih muda dan masih ada kemungkinan untuk bertemu orang lain. Jadi jangan rusak anak orang dan masa depan kamu.

5. Tentang manajemen waktu
Karena saat ini sekolah bukan cuma tentang belajar, anak-anak harus mengerti bahwa mereka harus semakin pandai mengatur waktunya karena itu akan berpengaruh pada kesehatannya, konsentrasi belajarnya, dan juga emosinya. Ini work in progress sih moms, jadi jangan juga berharap kalau dia langsung bisa mengerti dan langsung pintar mengatur waktu.

Sebenarnya menurut saya, saat si remaja masuk sekolah, hal-hal di atas bukan cuma untuk si anak tapi untuk kita juga. Saya selalu yakin kalau orang tua harus mengambil posisi sebagai bagian dari tim, sama dengan anak. Karena apa yang menjadi pengalaman baru buat dia sebagai anak adalah juga pengalaman baru buat kita si orang tua. Jadi buka komunikasi dengan anak dan bersiap untuk diskusi atas segala tantangan dan masalah.


Post Comment