menanggapi kritikan tentang gaya pengasuhan

Saat Orang Lain Mengkritik Gaya Pengasuhan Saya

Ditulis oleh: Saskia Elizabeth

Pernah (atau jangan-jangan sering) bertemu dengan orang yang mengkritik gaya pengasuhan Anda? Saya pernah, dan feedback saya biasanya tergantung mood.

Di saat perayaan hari besar, salah satu kegiatan rutin yang umum terjadi adalah acara kumpul keluarga besar. Daaaaan, biasanya suka ada orang-orang yang ‘ajaib’. Salah satunya mereka yang hobi mengkritik gaya pengasuhan orang lain. Luar biasanya, mereka mengkritik berdasarkan apa yang baru saja mereka lihat untuk pertama kalinya!

Saya suka heran sama orang tua model begini. Kenapa sih harus saling ‘menyerang?’ Setiap anak kan memiliki tantangan yang berbeda-beda dan orang tua memiliki cara yang berbeda juga mengatasinya. Jadi mari berpikir kembali sebelum mengkritik.

menanggapi kritikan orang lain

*Image dari images.parents.mdpcdn.com

Ya, paham sih, kadang ada perasaan gemas apabila melihat sesuatu yang benar-benar di luar prinsip hidup kita. Tapi daripada mengkritik, kenapa nggak membagi ilmu? Menggunakan bahasa dan intonasi yang lebih baik. Kalau hanya kritik tanpa ilmu atau saran, lebih baik diam saja :). Why don’t we support and share good things since we are in the same field, parenthood.

Melihat anak-anak makan junk food dengan bebasnya langsung menuduh saya nggak peduli kesehatan anak. Tahu nggak kalau anak-anak saya hanya boleh memakan makanan tersebut satu kali dalam sebulan? Atau, saat Anda melihat di sebuah restoran si ibu sedang asik main ponsel dan si anak pun sedang main iPad, ih ignorant banget sih. Apakah Anda tahu, bahwa si ibu seharian berjibaku di rumah dan menjaga anak-anaknya, dengan perjanjian ia akan mengajak anak-anaknya untuk makan nice dinner dan boleh main iPad karena iPad hanya disentuh pada saat weekend saja?

Mungkin Anda familiar dengan komen-komen lainnya:

Masih pakai popok? Bukannya sudah 4 tahun ya? Kalau anak saya sih sudah dari umur 2 tahun lepas popok.”

Anaknya makan cuma pakai telur aja? Sayurnya mana?

Ha…anaknya nggak minum susu? Dapat gizi darimana?

Kenapa dia suka tantrum? Apakah dia cukup perhatian?

Kalau ini sangat menggangu, Anda berhak protes kok! Tidak perlu panjang lebar, karena lawan bicara kita tidak semuanya enak diajak berdebat, lho. Daripada capek sendiri lebih baik kita memberikan jawaban yang singkat tapi padat. Kalau mood lagi baik saya akan balas dengan tenang dan santai, tapi kalau pikiran lagi lelah biasanya yang keluar bisa seperti sindiran.

menanggapi kritikan tentang gaya pengasuhan

*Image dari i.kinja-img.com

Saat sedang tenang dan mood baik:

1. “Setiap anak kan berbeda-beda, saya nggak keberatan dengan apa yang dia lakukan.”

2. “Saya sudah nyaman dengan prinsip saya yang seperti ini, tapi terima kasih masukannya ya.”

3. “Maaf ya si kecil lagi lelah dan tidak dalam mood yang baik biasanya dia tidak seperti ini.”

Saat sedang ingin protes tapi yang keluar sebatas ini saja:

4. “Memangnya anakmu tidak pernah melakukan hal yang sama? Wah hebat ya, kamu musti jadi pengajar deh kayaknya.”

5. “Wah anak kamu nggak pernah seperti ini? Kalau begitu bisa nitip dong kapan-kapan seharian, siapa tahu sehabis itu anakku bisa berubah!”

Apabila sedang tidak ingin membahasnya sama sekali:

6. Segera mengganti bahan pembicaraan. Kalau perlu langsung pamitan saja agar menghindari kritik-kritik lain yang akan ia lontarkan.

7. The last way yang selalu aman dilakukan adalah, senyum dan mengangguk saja dengan santai. Tidak selamanya diam itu kalah. Apalagi kalau saat itu mood kita membuat kita akan mengeluarkan kata-kata yang buruk, maka kita tidak akan ada bedanya dengan si pengkritik.

Saya juga tidak melepeh mentah-mentah kritikan kok. Kalau memang bermanfaat dan cara penyampaiannya baik saya akan membahasnya lebih dalam siapa tahu ada input berarti buat saya. So, good luck Mommies. Semoga kita semua diberi kesabaran dan ketabahan menghadapi orang-orang macam ini ya :)).


Post Comment