Duh, Suamiku Alami Puber Kedua!

Nah, lho.. kebayang nggak kalau suami tersayang tahu-tahu mengalami puber kedua? Tingkah lakunya macam anak ABG, bahkan akhirnya berhasrat untuk memiliki wanita lain dikehidupannya. Duh…

Familiar nggak, sih, dengan istilah puber kedua ini? Jadi, ya… belum lama ini, saat lagi buka puasa bareng bersama teman SMA, salah satu teman saya ada yang cerita. Ya, anggap saja namanya Dewi. Ia bilang, “Eh… kalian masih ingat nggak, sih, dengan Bayu teman SMA kita dulu?”. Dengan spontan saya langsung jawab, “Bayu, anak IPA? Mantan loe itukan?”.

Singkat cerita, Dewi mengatakan kalau belum lama ini tiba-tiba mantannya kembali menghubungi, dan terang-terangan mengajaknya bertemu dan makan malam bersama.

“Ih… sudah gila, ya, tuh anak… nggak inget sama anak istrinya, apa? Lagian yakin banget, gue bakal mau terima ajakannya. Gue rasa, dia lagi ngalamain puber kedua, tuh. Maklum, deh, setahu gue dia memang sudah sukses, posisi kariernya juga sudah oke,” ungkap Dewi dengan nada suara yang berapi-api.

Mendengarnya, saya dan beberapa teman tentu saja memberi komentar beragam. Ada yang sependapat dengan Dewi, di mana ajakan sang mantan harus ditolak mentah-mentah. Tapi ada juga teman yang meledek dengan menantang Dewi untuk menerima ajakannya, hahahaha…

puberkedua

Mendengar komentar Dewi yang bilang sang mantan sedang alami masa puber kedua, saya, kok, langsung ingat obrolan bersama Mbak Zoya Amirin, seorang Psikolog Seksual. Jadi waktu sedang mengikuti talk show mengenai disfungsi ereksi, saya sempat bertanya mengenai fenomena puber kedua.

Ternyata, meskipun di dunia medis nggak ada puber kedua, Zoya Amirin mengakui kalau puber kedua ini merupakan fenomena psikologis. Zoya menjelaskan, biasanya puber kedua ini akan dialami para pria yang masuk usia 40 hingga 45 tahun, di mana mereka  sudah berada dalam puncak karier. Dari sini, kecendrungan pria akan membutuhkan egobooster untuk mendapatkan atensi lebih dari orang-orang di sekitarnya, termasuk dari lawan jenis di luar pasangan resminya. Makanya, tidak sedikit pria yang mengalami puber kedua ini terlihat lebih ‘genit’ dan akhirnya rawan melakukan perselingkuhan.

Artinya, ketika suami mengalami puber kedua, ia bisa saja ‘selingkuh hati’ yang berujung pada selingkuh fisik pada wanita lain. Duh… membayangkannya, saya kok jadi ngeri sendiri, ya? Jangankan selingkuh hati dan selingkuh fisik, kalau suami selingkuh dengan gadget saja saya sudah dongkol.

Memang, sih, nggak semua pria akan mengalami puber kedua ini,  tapi penjelasan seksolog perempuan yang  berlatar belakang pendidikan psikologi ini, membuat saya bisa belajar. Sebagai istri sudah seharusnya kita jangan terlalu fokus dengan urusan anak dan pekerjaan saja. Sementara, perhatian dengan suami dikesampingkan.  Buat saya yang sudah memasuki fase pernikahan yang ke-7 tahun, tentu harus lebih-hati, jangan sampai ada celah kosong yang akhirnya membuat suami mencari kepuasan di luar rumah. *knock on the wood*

Seperti yang diungkapkan Zoya, sebenarnya kuncinya adalah komunikasi. Penting bagi pasangan suami istri untuk menjaga komunikasi dan saling terbuka. Terlebih untuk urusan kebutuhan seksual. Meskipun sering kali perempuan banyak berubah di ranjang setelah lama menikah, menjaga sex life still rockin tentu saja harus dilakukan. Menurut saya, sama suami sendiri sudah nggak perlu malu untuk mengatakan bagaimana caranya membuat kita orgamse, bahkan mencapai multi orgamse. Tapi jangan juga egois, tanyakan hal apa, sih, yang mereka inginkan saat bercinta.

Di luar masalah hubungan seks, saya pun sangat sadar kalau ada hal-hal kecil yang bisa membuat hubungan kami jadi lebih ‘greget’. Memang, terkadang dalam hubungan suami istri, hal-hal kecil kecil yang justru sering kita anggap sepele malah justru punya nilai yang sangat besar  dan bisa membuat hubungan tetap mesra sepanjang waktu.


Post Comment