Rumah atau Apartemen, Pilih yang Mana?

Ditulis oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Keluarga muda memiliki banyak tantangan dalam perencanaan keuangannya. Salah satu tujuan keuangan penting adalah memiliki rumah tinggal. Namun, hal apa saja yang perlu diperhatikan saat membeli hunian baik rumah ataupun apartemen?

property-investment-6

Di jaman modern dan besarnya biaya kebutuhan harian, maka alternatif hunian yang tersedia pun cukup banyak. Untuk saya, hunian mutlak memiliki lokasi yang strategis dan dekat dengan aktivitas anak-anak. Oleh sebab itu, rumah di tengah kota menjadi pilihannya. Bagaimana dengan Anda, mommies? Berikut ini 5 faktor yang sebaiknya menjadi dasar pengambilan keputusan pembelian hunian.

  1. Lokasi

Pemilihan lokasi yang tepat bisa menentukan potensi imbal hasil di masa depan dan juga kenyamanan bagi pemiliknya. Bilamana mencari hunian berupa rumah tinggal di tengah kota, kemungkinan dana minimal sebesar Rp2 milyar harus dipersiapkan. Jika memilih hunian rumah di pinggiran kota, sebaiknya memilih yang berlokasi di kota satelit yang memiliki beberapa moda transportasi ke pusat kota. Aktivitas harian dapat dilakukan di kota satelit karena sarana umum seperti sekolah, rumah sakit, pusat belanja, sudah tersedia. Perbandingan yang harus Anda perhatikan adalah di besaran biaya transportasi yang akan dikeluarkan selama 20 tahun hingga 30 tahun kedepan.

  1. Harga

Secara umum, memiliki hunian rumah tapak atau apartemen di tengah kota membutuhkan biaya yang lebih sedikit dibandingkan rumah dengan luasan yang sama. Oleh sebab itu, jika masih membutuhkan hunian dengan halaman, maka banyak keluarga muda memilih kompleks perumahan di pinggiran kota.

  1. Legalitas

Rumah tapak memiliki keunggulan dibandingkan apartemen karena bentuk legalitas yang ditawarkan adalah Surat Hak Milik (SHM), artinya Anda tidak memiliki batas waktu terkait kepemilikan rumah tapak tersebut selama rumah tersebut tidak Anda jual, hibah atau gadai. Berbeda dengan rumah tapak, apartemen memiliki hak kepemilikan terbatas dengan bentuk legalitas Hak Guna Bangunan (HGB). Kepemilikan Anda atas apartemen dibatasi selama maksimal 30 tahun dengan opsi perpanjangan HGB selama maksimal 20 tahun.

  1. Kenyamanan

Faktor berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kenyamanan. Kenyamanan yang dimaksudkan disini bisa meliputi beberapa aspek seperti;

  • Fasilitas

Apartemen menawarkan fasilitas yang lebih dibandingkan rumah tapak seperti keamanan 24 jam, pusat olahraga, kolam renang, pusat perbelanjaan bahkan sekolah. Namun disisi lain berbagai fasilitas tersebut membutuhkan biaya perawatan bulanan yang lebih tinggi dibandingkan biaya perawatan bulanan rumah tapak.

  • Aturan

Untuk menjaga kenyamanan bagi seluruh penghuni apartemen, pengelola apartemen biasanya menerapkan aturan yang harus dipatuhi seperti larangan memelihara hewan peliharaan. Aturan tersebut mungkin saja bertentangan dengan nilai yang dianut seseorang seperti kecintaan terhadap hewan sehingga bisa menimbulkan ketidaknyamanan.

  1. Interaksi Sosial

Hunian apartemen umumnya menawarkan privasi bagi para penghuninya, sehingga tidak mengherankan apabila para penghuni apartemen tidak saling mengenal satu sama lain. Kondisi ini sedikit berbeda dengan rumah tapak, yang umumnya memiliki interaksi sosial yang lebih tinggi misalnya melalui berbagai kegiatan perkumpulan warga seperti arisan dan pengajian atau doa lingkungan.

Jadi, Anda pilih tinggal dimana, rumah atau apartemen? Live a beautiful life!

 

 Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment