Mencari Investor untuk Bisnis? Jawab Dulu 5 Pertanyaan Ini!

Ada beberapa pertanyaan yang harus ditanyakan oleh pemilik perusahaan ke diri sendiri saat memutuskan mencari investor untuk bisnis. Apa saja pertanyaannya?

Should we look for an investor? Hampir semua entrepreneur akan dihadapkan pada situasi ini dalam perjalanannya membangun bisnis. Banyak yang mencari investor sebagai penanam modal di awal bisnis, tapi tidak sedikit juga yang membutuhkan dana untuk mengembangkan bisnis yang sudah berjalan lama.

Walaupun kelihatan sebagai pilihan yang gampang (bukannya lebih mending berbisnis dengan modal dari orang lain daripada uang kita sendiri?) sebenarnya urusan investasi ini tidak sesimpel yang dikira banyak orang. Banyak sekali hal yang kita harus persiapkan sebelum membuat deal dengan investor dan ini bisa dimulai dengan melakukan self-check terhadap bisnis kita dan diri kita sendiri sebagai pemilik perusahaan.

Dari pengamatan saya, banyak bisnis yang tidak berhasil mendapatkan pendanaan karena kondisi perusahaannya memang sedang tidak ideal untuk menerima investasi. Atau lebih seram lagi, ada juga yang terpaksa menutup bisnisnya, walaupun sudah menerima investasi sebanyak milyaran rupiah, karena bisnisnya tetap gagal berkembang. Nggak mau dong ini terjadi pada bisnis kita?

mencari-investor-untuk-bisnis

Menurut pengalaman saya dan para partner saya dalam mencari investor untuk Female Daily Network, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh para pemilik perusahaan sebelum bertemu dengan calon investor.

1. Dana dari investor akan digunakan untuk apa?

Ini biasanya merupakan pertanyaan pertama yang akan ditanyakan calon investor. What do you need the money for? Apakah untuk ekspansi? Membuat produk atau teknologi baru? Merekrut tim yang lebih berpengalaman? Apapapun tujuannya, kita juga harus bisa menjelaskan apa dampak terhadap bisnis jika hal-hal tersebut terwujud. Misalnya, dengan membuat produk baru, kita bisa meningkatkan penjualan sebanyak dua kali lipat. Start making a list of milestones that you want to achieve with that investment money.

2.  Bagaimana kondisi keuangan perusahaan saat ini?

Idealnya, saat kita bertemu dan bernegosiasi dengan calon investor, keuangan perusahaan sedang dalam kondisi sehat. That way, we can negotiate from a position of power, not powerless because we desperately need the money. Punya cash problem dan berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan menerima dana dari investor? Not so fast. Justru kita harus mencari dulu akar dari masalah keuangan tersebut dan menemukan solusinya karena kalau tidak, bisa jadi dalam 1-2 tahun kita akan menemukan masalah yang sama setelah uang dari investor menipis. Kondisi keuangan perusahaan yang sehat juga bisa menjadi indikasi untuk para calon investor untuk menilai kita sebagai orang yang bisa dipercaya mengelola uang mereka.

3. Do we have the right team to support us?

Investors usually invest in people, not businesses. Hal utama yang akan mereka lihat adalah para founders dari perusahaan tersebut dan siapa saja orang-orang yang duduk di jajaran manajemen. Apakah kita bisa menunjukkan track record yang baik, dari bisnis sekarang, bisnis terdahulu atau perusahaan tempat kita bekerja dulu? Apakah manajemen perusahaan kita terdiri dari orang-orang dengan pengalaman dan skill yang tepat untuk membawa bisnis ini ke tingkat yang lebih tinggi? Apakah para partner di bisnis kita  mempunyai background dan skill yang saling melengkapi? Kalau kebanyakan jawaban dari pertanyaan di atas adalah “Belum”, we better get it sorted out first before meeting with potential investors. Paling tidak, kita harus bisa mengidentifikasi dan mulai melakukan pendekatan kepada orang-orang yang ingin kita rekrut, saat dana dari investor sudah mendarat di rekening bank kita.

4. Apa yang dibutuhkan oleh bisnis kita selain uang?

Dalam bisnis, ada istilah smart money, yaitu dana yang diinvestasikan oleh sekelompok orang-orang yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang mendalam tentang sebuah bidang bisnis. Kalau kita baru memulai menjalankan bisnis, kita sangat butuh smart money ini untuk mempercepat langkah kita menuju bisnis yang sukses. So start finding out what it is that your business needs the most. Network? Introduction to potential clients? Pengalaman dan know-how di sebuah bidang? Akses ke pasar yang baru? Kalau sudah tahu apa yang paling kita butuhkan, mulailah membuat daftar investor yang profilenya kira-kira paling sesuai dengan kebutuhan ini.

5. Sudah siap untuk kehilangan sebagian kebebasan?

Yes, receiving money from other people comes with a price and it’s usually your freedom. Kita punya tanggung jawab yang besar untuk memastikan bahwa investasi ini berbuah manis bagi semua pemegang kepentingan, dan ini harus disadari banget. Artinya, kita harus siap bekerja lebih keras untuk mencapai target-target yang sudah disepakati bersama. Kita juga harus siap untuk melibatkan investor untuk mengambil keputusan-keputusan yang besar. Kita juga udah nggak bisa sembarangan mengambil resiko, because it is not only your money at stake, but theirs too. Untuk sebagian orang, ini adalah pengorbanan yang sangat besar. Makanya menurut saya penting banget untuk kembali ke pertanyaan pertama dan mencoba menjawabnya dengan seteliti dan sejujur mungkin. Karena bukan nggak mungkin loh, kebutuhan dana yang membuat kita berpikir mencari investor untuk bisnis kita itu sebenarnya bisa didapatkan lewat jalan lain. To some businesses, investors might not be the best option after all.

Tentunya masih banyak yang harus dipertimbangkan sebelum mencari investor untuk bisnis kita, tapi hopefully dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan di atas, mommies jadi tau harus mulai dari mana. Good luck ya!


Post Comment