6 Hal yang Dikhawatirkan Saat Hamil

Flashback ke masa saya hamil (baik anak pertama ataupun kedua), rasa-rasanya kok tetap ada kekhawatiran yang sama yang saya rasakan. Mommies pernah nggak ya merasakan seperti apa yang saya rasakan?

Kekhawatiran ibu hamil

*Image dari everyday-families.com

1. Saya khawatir tidak bisa mencintai anak saya
Sifat dasar saya yang tidak terlalu suka sama anak kecil dan reaksi pertama saya ketika tahu saya hamil membuat saya khawatir bahwa saya tidak akan pernah mencintai anak saya kelak. Lah, waktu melihat dua garis di test pack aja saya malah nangis…. nangis sedih :(. But hey, sekarang dunia saya adalah anak-anak saya. I love them to the moon and back.

2. Saya khawatir anak saya terlahir cacat
Bolak balik saya berdoa supaya anak saya lahir sempurna. Setiap kali USG saya selalu memastikan ke dokter kandungan bahwa semua anggota tubuhnya lengkap. Dan saya menghindari membaca berita atau melihat foto-foto bayi cacat. Parnonya benar-benar tingkat dewa. Saya bahkan memaksa SpOG saya untuk melakukan USG 4D terus (dan ditolak, ahahahha). Karena kan salah satu manfaat USG 4D itu untuk mengetahui permukaan anatomi janin dengan lebih jelas.

3. Saya khawatir saya akan meninggal saat proses melahirkan
Terutama saat melahirkan anak kedua. Mungkin karena usia juga semakin bertambah ya, jadi mikirnya makin panjang dan jauh :D.

4. Saya khawatir tidak bisa lagi menikmati hidup
Pantangan-pantangan yang umum dialami oleh ibu hamil membuat saya kadang berpikir, kalau hamil ternyata tidak seseru yang saya bayangkan. Duh, makan harus dijaga, omongan kudu diatur, semakin besar kehamilan semakin nggak asik penampilan (oh, mungkin ini hanya saya aja ya yang mengalaminya, hahaha) sampai urusan seks pun tak lagi menggairahkan.

5. Saya khawatir nggak akan lagi ada seks yang menggebu-gebu dengan pasangan
Saya membayangkan proses melahirkan penuh drama. Seorang bayi akan keluar dari jalan lahir dan ‘merusak’ keindahan jalan lahir tersebut. Duh, bagaimana kalau nanti saya trauma untuk berhubungan seks? Atau, jangan-jangan nanti suami saya yang hilang rasa karena dia menyaksikan proses melahirkan yang ‘horor’ itu!

6. Saya khawatir nggak bisa menjadi orangtua yang asik, seru sekaligus tegas alias sempurna
Dan, ya memang benar sih, saya nggak bisa menjadi orangtua yang sempurna menurut versi saya. But at least, selama proses saya menjadi orangtua sudah hampir 10 tahun, nggak pernah sekalipun saya menyesal atas kehadiran kedua anak saya. Dan saya adalah mama yang sempurna menurut versi kedua anak saya (aaaaah sooo sweet ya :p).

Hmmm, itu dia enam hal yang saya takutkan ketika saya hamil. Kalau Mommies, apa kekhawatiran terbesar Mommies ketika hamil?


One Comment - Write a Comment

Post Comment