Mitos dan Fakta pada Kehamilan Trimester Ketiga

Pernahkah Mommies “kebanjiran” petuah ketika hamil, khususnya  ketika memasuki trimester terakhir? Terkadang sebagian nasihat atau petuah tersebut merupakan mitos namun juga ada yang benar. Apa saja ya?

Mitos dan Fakta pada Kehamilan Trimester Ketiga

Rasanya baru kemarin sejumlah petuah mampir ke telinga saya ketika hamil, karena ketika itu adalah kehamilan pertama, ya saya tampung saja dulu. Sambil dicerna dengan akal sehat, dan tentu saja dikonfirmasi kebenarannya kepada dokter kandungan. Atau membaca literatur yang valid dan dapat dipercaya kebenarannya. Misalnya saja, ada yang bilang selama hamil tidak boleh melakuka perawatan gigi dan gusi, padahal faktanya memerhatikan kesehatan gigi dan mulut selama  kehamilan itu wajib lho, hukumnya! Bahkan nih, Mommies kalau memang ada kondisi yang mengharuskan ibu hamil mencabut gigi juga hal ini diperbolehkan lho.

Nah, dalam artikel ini saya akan membahas khusus mitos dan fakta pada kehamilan trimester ketiga, bersama  dr. Yassin Yanuar M. SpoG semoga berguna dan bisa menjadi pencerahan bagi yang membutuhkannya ya, Mommies :)

1. Berhubungan intim para trimester ketiga akan memicu persalinan dini (Mitos)

Penjelasan:

Hubungan seksual memang dipercaya dapat membantu memicu proses persalinan, tapi belum berarti mengakibatkan persalinan dini ya, Mommies. Secara teori dokter Yassin menjelaskannya dalam teori berikr ini:
1. Rangsangan puting dan genital dapat melepaskan oksitosin yang dapat menyebabkan kontrakis rahim
2. Stimulasi terhadap leher rahim selama hub. Hubungan intim memicu pelepasan prostaglandin yang dapat menyebabkan  pelunakan jalan lahir.
3. Cairan semen mengandung prostaglandin.

Namun, meskipun secara teoritis seperti yang dikemukakan di atas. Hubungan intim tidak langsung bisa dibuktikan memicu persalinan dini. Karena persalinn  prematur terjadi akibat interaksi banyak faktor, terutama akibat adanya infeksi. Pada kehamilan tanpa risiko persalinan prematur, intim aman untuk dilakukan ibu hamil. Namun, pada kehamilan dengan risiko, atau riwayat persalinan prematur sebelumnya, misalnya riwayat incompetensia serviks. Hub seksual harus dilakukan sangat hati-hati, bahkan perlu ditunda untuk keamanan kehamilan. Untuk itu pasangan perlu terbuka untuk berkonsultasi dengan dokter.

2. Banyak jalan, mengepel posisi jongkok dan sujud yang lama dapat melancarkan proses persalinan (Fakta)

Penjelasan:

Dengan banyak berjalan, ibu akan jg melatih kekuatan otot panggul, pinggang, serta ekstremitas. Selain iu juga memicu kelenturan otot-otot yang nanti akan berperan dalam persalinan spontan. Selain itu dengan berjalan, gaya gravitas akan membantu kepala bayi turun perlahan. Namun perlu diperhatikan aktifitas yang aman. Tentunya mengepel dengan kondisi lantai licin, tidak dianjurkan karena dapat berbahaya,

3. Pada trimester terakhir ibu hamil tidak boleh olahraga (Mitos)

Penjelasan:

“Olahraga” pada ibu hamil perlu dibedakan dengan olahraga pada orang yang tidak hamil. Istilah yang cocok adalah “latihan” atau “exercise”. Berbagai program latihan diajarkan lewat program senam hamil. Exercise berfungsi melatih otot-otot yang berperan saat persalinan, hingga memudahkan persalinan, serta menjaga kebugaran selama hamil. Tentunya pengertian olahraga yang berat, kompetitif harus dihindari selama hamil

 4. Sebaiknya tidak menggunakan safety belt kalau tidak nyaman saat berkendara (Mitos)

Penjelasan:

Safety belt saat berkendara wajib sifatnya untuk keamanan. Untuk ibu hamil, jangan letakkan belt melintas di perut atau di atas perut, melainkan di bagian pinggang atau perut bawah. Jika sabuk pengaman melintas diperut, jika terjadi kecelakaan, maka sabuk pengaman dapat menekan rahim dan dapat menyebabkan trauma. Dokter Yassin mengingatkan, jika memang masih membawa kendaraan sendiri, tetap perhatikan kenyaman saat menyetir. Dengan perut yang sudah besar, mungkin tidak ideal lagi untuk menyetir, ya Mommies. Akan lebih aman jika Mommies disupiri saja.

5. Jenis kelamin janin bisa ditentukan oleh bentuk perut (Mitos)

Penjelasan:

Pembentukan bakal calon kelamin dimulai pada minggu kelima dan tergantung kromosom sex embrio XX atau XY. Bentuk perut dapat bervariasi, dapat dipengaruhi postur dan anatomi seseorang, bentuk dinding perut, otot perut, jaringan lemar di perut.

6. Kira-kira 2 minggu sebelum melahirkan, minum minyak keletik (minyak kelapa) supaya lahirannya lancar, dan kuning telur ayam supaya kuat lahirannya (Mitos)

Penjelasan:

Yang benar adalah dianjurkan banyak konsumsi protein. Salah satu sumber protein tinggi adalah putih telur, bukan kuning.
Sumber protein yang dianjurkan variatif. Protein nabati, dari tempe, tahu, keledai, kacang-kacangan. Hewani bisa didapat dari daging, ayam, dan ikan.

7. Kalau persalinan pertama melalui operasi caesar, maka persalinan berikutnya juga akan operasi caesar (Mitos)

Penjelasan:

Tidak selalu, masih ada kemungkinan dapat dilakukan persalinan normal, atau disebut Vaginal Birth After C section (VBAC). Namun dengan beberapa syarat dan kondisi, untuk keamanan pasien. Di antaranya :
–  Bekas SC 1x
–  Jarak kelahiran sebelumnya  ( interdelivery time > 18 bulan)
–  Panggul normal (tidak sempit)
–  Janin tunggal
–  Janin presentasi kepala
–  Tidak terdapat cephalo pelvic disproportion
–  Dinding rahim bagian bawah tidak tipis
– Tidak ketuban pecah dinu
–  Proses persalinan berjalan lancar
–  Persalinan harus di Rumah Sakit


Post Comment