4 Pelajaran Penting yang Didapatkan Lewat Finding Dory

“Bagaimana kalau nanti aku melupakan kalian?”. Kira-kira begitulah pertanyaan si ikan biru, Dory  pada kedua orangtuanya di menit-menit pertama film Finding Dory dimulai. Pertanyaan ini jelas bikin saya tercekat dan bikin mau mewek. Nggak kebayang jika pertanyaan ini diajukan oleh anak saya, Bumi.

Coba, deh, bayangkan apa yang akan Mommies lakukan ketika melihat kondisi buah hati tersayang yang punya penyakit kehilangan ingatan dalam waktu singkat?  Kira-kira, apa yang Mommies akan lakukan untuk sang tercinta? Saya, sih, yakin, Mommies akan melakukan segala cara untuk melatih agar ingatan si kecil lebih terasah sehingga mempu membawanya kembali pulang ke rumah dan mengingat siapa orangtuanya. Kira-kira hal ini jugalah yang dilakukan orangtuanya Dory.

Ada yang sudah nonton filmnya? Kalau belum, tenang saja… tulisan saya ini nggak akan membeberkan panjang lebar mengenai film Finding Dory, kok! Saya nggak mau spoiler :D

finding dory

Jadi, sebelum film Finding Dory ini diluncurkan secara serentak di bioskop, saya adalah salah satu orang yang beruntung diundang untuk datang ke premiere-nya di  Kemang Village. Jadilah,  Rabu, 15 Juni kemarin saya mengajak Bumi nonton bersama. Kebetulan, waktu itu kami kebagian jatah nonton film yang sudah dialih bahasakan menjadi bahasa Indonesia, judulnya pun berubah jadi Mencari Dory.

Ternyata menyaksikan film yang sudah dialih bahasakan seperti ini nggak mengecewakan, kok, apalagi kalau nontonnya bersama anak. Paling nggak waktu itu, anak saya jadi nggak bawel bertanya sepanjang film, “Dia ngomong apa, Bu… ? Maksudnya apa, bu?” hahaha… maklum, anak saya ini cukup detail kalau nonton film. Dengan menonton film yang sudah dialih bahasakan, anak saya bisa duduk anteng dan tertawa terkekeh-kekeh begitu ada adegan dan dialog yang lucu. Misi Walt Disney Indonesia agar Finding Dory dapat diterima luas oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dan membuat film ini dekat dengan anak-anak sepertinya memang bisa diwujudkan.

Jadi, bagaimana, Dis, seberapa bagus, sih, filmnya? Cocok buat anak-anak nggak? Jelas saja film ini bagus banget dan sangat cocok dinikmati oleh anak-anak. Bahkan, saya pikir film ini banyak mengandung pesan bagi siapapun yang menontonnya. Pesan apa saja?

Penting bagi kita para orangtua untuk ‘menciptakan’ kenangan pada si kecil

Sudah setua sekarang dan berstatus jadi orangtua, saya masih ingat ada banyak kenangan masa kecil yang masih nempel di otak saya. Nah, lewat film ini saya seakan diingatkan kembali bahwa penting bagi kita para orangtua untuk membuat berbagai kenangan untuk si kecil. Kenangannya nggak harus selalu hal yang membahagiakan, kok, karena dengan adanya pengalaman berbagai emosi anak pun akan semakin banyak belajar segala hal. Dan ternyata, untuk Dory yang punya masalah dengan ingatan, kenangan masa kecil ternyata masih mampu ia ingat. Petualangan si ikan biru yang sangat pelupa ini juga dimulai ketika secara tiba-tiba ia kembali ingat akan kenangan masa kecilnya, yaitu tentang permata dari Teluk Morro, California. Berbekal ingatan itu, Dory pergi berpetualang untuk mencari keluarganya ditemani kedua sahabatnya, Nemo dan Marlin.

Sahabat baik selalu ada dalam kondisi apapun, baik saat menyenangkan ataupun ketika masa sulit

Duh, kalimat saya ini, kok, kelihatannya klise banget, ya? Tapi benar, kok, buat saya menjadi teman baik itu harus bisa memosisikan diri dalam berbagai situasi.  Saya jadi ingat dengan sebuah pepatah yang mengatakan, menjadi sahabat yang baik, maka akan berani membantu temannya untuk tetap berdiri walaupun seluruh dunia sedang ingin menjatuhkannya. Nah, ketika Dory memutuskan untuk mencari keluarganya, Nemo dan Marlin pun tetap setia mendampinginya. Bahkan Marlin berusaha sekuat tenaga untuk melupakan beragam pengalaman buruknya melintasi samudera ketika harus mencari Nemo.

finding dory1

Jangan pernah patah semangat karena selalu ada jalan lain di luar sana

Salah satu pesan Mama yang masih terus saya ingat, beliau sering kali mengatakan kalau saya nggak boleh patah semangat, dalam kondisi apapun, termasuk ketika saya sedang ‘terjepit’ dan merasa kesulitan,  toh, akan selalu ada jalan keluar. Nah, pesan moral seperti ini jugalah yang saya dapatkan dalam film yang disutrdarai oleh Andrew Stanton bersama Angus Maclane.

Berpikir out of the box

Sudah sering, dong, mendengat kalimat pentingnya berpikir out of the box? Nah, dalam film ini juga tercermin kalau dalam  hidup kita memang perlu berpikir di luar kebiasaan kita. Kondisi ini dilakukan oleh Nemo dan ayahnya,  Marlin ketika mencari Dori. Mereka berusaha berpikir di luar kebiasaan mereka untuk menjawab suatu tantangan dan menemukan Dori.

Jadi buat Mommies yang belum mengajak si kecil nonton, yuk, ajak si kecil ke bioskop. Lagian, hitung-hitung ngabuburit  saat weekend . lagian, besok juga anak-anak sudah liburan kan? Atau mau janjian sama saya? Soalnya saya masih mau nonton lagi, tapi kali ini versi Bahasa Inggrisnya!

 


2 Comments - Write a Comment

Post Comment