3 Cara Sederhana Membuat Si Kecil Semangat Bangun Sahur

Susah membangunkan anak saat sahur? Kalau saya, sih, punya 3 cara sederhana yang cukup jitu membuat anak saya semangat bangun sahur.

Jauh sebelum bulan Ramadan tiba, saya dan suami sudah sama-sama sepakat untuk mengajak anak pertama kami,  Bumi, berpuasa secara konsisten.  Saya percaya,  dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, mereka akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan, dan kewajiban untuk beribadah di bulan Ramadan. Makanya, saya dan suami mencari cara mengajarkannya dengan cara bertahap dan menyenangkan.

Yang jelas sejak Bumi berusia 3 tahun, saya sudah mulai mengajarkan untuk praktik langsung bagaimana cara berpuasa. Caranya dimulai dengan menunda jam sarapannya. Kalau biasanya sarapan jam  7 pagi, saat puasa jam sarapan akan mundur jadi jam 10 siang. Syukur-syukur kalau akhirnya Bumi bisa menahan lapar sampai jam makan siang.

Mengingat tahun ini Bumi sudah genap berusia 6 tahun, di mana usia ini pada umumnya anak sudah memahami apa yang boleh dilakukan dan tidak. Oleh karena itulah tahun ini saya mulai konsisten mengajak Bumi berpuasa. Masalahnya, nih, ternyata proses mengajarkan anak yang paling sulit buat saya adalah ketika membangunkan tidurnya untuk sahur. Meskipun menjelang tidur anak saya sudah semangat 45, kenyataannya saat dibangunkan matanya tetap saja rapat seperti dilem, hahahaha.

Bisa dimaklumi, sih, ya, orang dewasa saja kadang sudah bangun sahur apalagi anak-anak yang baru belajar sahur? Apalagi kalau ingat jam 3 sampai 4 pagi biasanya waktu anak tidur pulas, jadi untuk mengubah jam biologis memang bukan perkara yang mudah. Jadi, bagaimana cara membuat anak-anak agar semangat dan punya motivasi bangun sahur? Saya punya berapa cara, nih, Mommies, siapa tahu bermanfaat  dan bisa dipraktikan.

Mengajak  tidur lebih awal, membangunkan lebih awal.

“Bumi… bangun, yuk, sudah sahur, nih. Nanti keburu adzan subuh, lho, nanti malah jadi nggak bisa sahur, puasanya lemas.”

“Sebentar, ya, Bu… 5 menit lagi aku bangun, masih ngantuk, nih”.

membangunkan anak sahur

Nah… yang sudah-sudah setiap malam percakapan  seperti inilah yang terjadi antara saya dan Bumi. Ternyata mengajak anak tidur lebih awal dari biasanya mampu menolong  saat membangunkan anak. Ketika membangunkan anak usahakan menggunakan cara yang halus sehingga tidak merusak moodnya. Misalnya bangunkan dengan cara mencium atau mengusap. Selain itu saya pun biasanya membangunkan Bumi 30 menit sebelum memasuki waktu imsak, supaya nggak terlalu lama menanti waktu imsak.

Hidangkan makanan kesukaannya

Sama seperti orang dewasa, menu makanan sahur yang favorit pasti bisa lebih menggoda dan mengundang selera saat sahur. Makanya saya pun akan menyajikan makanan favorit Bumi. Selain itu supaya selera makannya bangkit, saya pun menyedikan cemilan favoritnya lebih dulu untuk ‘warming up’. Nah, salah satu cemilan favorit Bumi adalah Lotte Choco Pie. Soal rasa, biskuit yang dilapisi cokelat premium ini memang enak. Perpaduan cake vanilla, marshmallow dan cokelatnya benar-benar pas. Bumi bilang paling suka dengan lapisan marshmallow-nya yang chewy. Saat mencobanya saya pun merasa kalau lapisan marshmallow  ini memberikan sensasi berbeda karena tidak pernah ditemukan di produk lainnya.

Lotte choco pie

Sejak hadir di  Indonesia, LOTTE Choco Pie yang merupakan produk dengan kualitas premium ini sudah menjadi favorit keluarga kami. Lotte Choco Pie juga sangat paham kalau momen kedekatan ibu dan anak akan selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan karena bisa memperkuat hubungan. Oleh karena itu LOTTE Choco Pie berupaya menjembatani terciptanya kebutuhan ini.  Sebagai salah satu produk favorit di Jepang, LOTTE Choco Pie  memang ingin membantu hubungan ibu dan anak menjadi kian hangat melalui momen kebersamaan yang spesial termasuk ketika menikmati sahur bersama. Gambaran ini juga bisa terlihat dari video yang dibuat LOTTE Choco Pie.

Membuat ‘raport’ puasa

Salah satu cara yang saya lakukan saat untuk supaya Bumi lebih termotivasi menjalankan puasa, termasuk sahur adalah dengan cara memberikan reward. Dengan reward ini Bumi pun akan merasa tertantang untuk melakukan puasanya dengan lebih maksimal. Reward ini tentu saja berlaku secara keseluruhan, mulai dari target berpuasa, menjalankan sholat, hingga melaksanakan sahur. Jika sudah mendapatkan nilai yang kami sepakati bersama, nanti ketika Lebaran ia bisa mendapatkan THR berupa mainan kesukaannya.

Biar bagaimana pun sebagai orangtua saya ingin memanfaatkan momen puasa termasuk sahur untuk menumbuhkan bonding dengan anak saya, Bumi.  Bagaimana dengan Mommies yang lain, ada pengalaman unik bersama anak saat sahur? Share, dong, Mommies! Oh, ya, jangan lupa kunjungi FB Lotte Choco Pie (Lotte Choco Pie Indonesia), soalnya bulan ini sedang ada kontes, lho, siapa tahu Mommies yang bisa jadi salah satu pemenangnya.

 


Post Comment