Puasa Gadget, Ciptakan Waktu Berkualitas Bersama Keluarga

Mumpung bulan puasa, yuk, ajak anak di rumah untuk membatasi menggunakan gadget, tujuannya tentu saja untuk menciptakan waktu berkualitas bermain bersama keluarga.

Bulan puasa rasanya pas sekali kalau kita manfaatkan untuk mengajak anak berpuasa bermain gadget. Meskipun gadget memang nggak melulu memberikan efek negatif karena kalau cerdas menggunakannya, bisa juga kok sebagai sumber anak belajar. Yang jadi masalah itu kan kalau orang tua memakai gadget untuk menemani anak sepanjang waktu. Terlebih lagi, bila usia anak belum siap. Bisa jadi anak malah kecanduan yang dapat mengganggu keterampilan motorik dan sosial.

PUASA GADGET

Karena itulah sebagai lingkungan terdekat, saya pun sadar kalau perlu memaksimalkan peran dalam mendorong pemenuhan hak-hak anak. Dan, lingkungan keluarga merupakan pondasi kehidupan dan menjadi tempat pertama dan utama bagi anak-anak untuk memperoleh haknya dalam mempertahankan kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang optimal, mendapatkan perlindungan, serta hak untuk turut berpartisipasi dalam membangun masa depannya.

Bertepatan dengan Hari Keluarga Internasional yang diperingati setiap tanggal 15 Mei, beberapa pekan lalu SOS Children’s Villages Indonesia kembali mengadakan acara bertajuk The Unplugged Family Day. Mengambil tagline “Log Off And Reload Happy Childhood Moments”, SOS Children’s Villages Indonesia mengajak keluarga-keluarga di Indonesia untuk ‘puasa gadget’. Nggak perlu puasa sepanjang waktu, kok, hanya  selama beberapa jam di akhir minggu sehingga momen kebahagiaan masa kecil anak dengan bermain bersama orangtua bisa terwujud.

The Unplugged Family Day 2016 yang diadakan pada Sabtu, 21 Mei 2016 lalu di Piazaa – Gandaria City Mall Jakarta juga memperkenalkan kembali  permainan tradisional yang eksistensinya kian tergerus oleh maraknya penggunaan gadget sebagai alat bermain anak. Waktu itu lokasi acara disulap menjadi Playground  atau “Pojok Dolanan” yang memberikan ruang untuk keluarga bermain. Karena sejatinya memang permainan tradisional itu kan banyak manfaatnya. 

Dengan menggandeng Komunitas Hong, pojok dolanan menyediakan dua sesi yaitu: workshop membuat permainan tradisional dan pertandingan di mana setiap keluarga bertanding menggunakan salah satu dari permainan tradisional. Komunitas Hong mengajak peserta membuat pedang-pedangan dan burung-burungan berbahan dasar janur kelapa dan mengajarkan 10 jenis permainan tradisional di antaranya bedil jepret, gasing, roda-rodaan, eggrang, dan lain sebagainya.  Kebayang, ya, serunya!

Patut diakui, minimnya waktu yang dimiliki orangtua di dalam rumah kadang tergantikan dengan kehadiran gadget sebagai media utama dalam berkomunikasi, bahkan sampai menggantikan interaksi fisik dan emosional. Terus terang saja, acara ini akhirnya membuat saya me-review kembali,  sudah  sejauh mana sih keterlibatan gadget di keluarga saya? Apakah momen kebersamaan kami sudah terlalu banyak digantikan dengan kehadiran  gadget? Biar bagaimana pun memang ada waktu dan tempat yang nggak boleh  melibatkan gagdet.

Mumpung bulan puasa, nggak ada salahnya, nih, kita juga menerapkan puasa gadget ketika sedang berkumpul bersama keluarga. Setuju, dong?


Post Comment