Tangan Terasa Sakit Setelah Mengetik? Jangan Disepelekan, Moms!

Setiap hari harus ngetik baik di laptop ataupun diperangkat teknologi lain semacam smartphone, ternyata bisa ‘mengundang’ berbagai keluhan. Apa saja dan bagaimana mengatasinya?

Tiada hari tanpa mengetik, mungkin kalimat ini cocok jadi motto hidup saya. Lah wong, sejak lulus kuliah sampai sekarang, pekerjaan saya memang nggak jauh-jauh dari mengetik, baik di laptop ataupun di smartphone. Dari sini, sudah bisa dipastikan kalau salah satu organ tubuh yang punya peran sangat penting adalah tangan. Tangan merupakan organ vital yang menunjang aktivitas saya setiap hari.

???????????????????????????????

Nah, kebayang, dong kalau saya lagi merasa pegal di daerah tangan, merasa nyeri dan kesemutan? Wah, yang ada saya nggak bisa produktif dalam bekerja. Sebenarnya, keluhan seperti ini memang  bisa menyerang siapa pun juga, termasuk saya. Dan ternyata keluhan ini nggak boleh disepelekan. Soalnya bisa memicu kelainan saraf (neuropati) pada pergelangan tangan. Setelah membaca berbagai artikel kesehatan, saya mendapati ada beberapa keluhan tangan yang bisa terjadi, apa saja?

Repetitive Strain Injury

Nah, NRI ini merupakan kondisi di mana tangan mengalami cidera atau kerusakan yang terjadi pada otot atau jaringan saraf tubuh lainnya karena melakukan sesuatu secara berulang-ulang dan berlangsung selama bertahun-tahun. Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada otot dan jaringan saraf yang berawal dari suatu perobekan. Keluhan ini bisa terjadi karena frekuensi pergerakan tangan dengan suatu hardware komputer sering bertambah, misalnya karena setiap hari harus menekan tuts dan menggerakkan mouse.

Biasanya, nih, keluhan yang terjadi adalah tangan akan mati rasa, dan ngilu. Hal ini bisa diakibatkan karena posisi mengetik yang kurang baik dan kurang rileks serta kurangnya istirahat ketika menggunakan laptop. Untuk itu, usahakan posisi tubuh yang nyaman saat mengetik dan sebaiknya jangan menekan tombol terlalu keras.

Carpal Tunnel Syndome

Ada yang sudah familiar dengan Sindrom Terowongan Karpal? Tidak berbeda jauh dengan RSI, sindrom ini terjadi akibat terganggunya saraf tengah akibat tekanan yang terjadi pada bagian pergelangan tangan yang menimbulkan rasa sakit, nyeri dan melemahnya otot-otot pada bagian pergelangan tangan.

Ciri-cirinya tangan akan terasa nyeri, timbul rasa panas, kesemutan atau kebas khususnya di daerah distribusi saraf, seperti jempol, jari telunjuk, dan jari tengah.  Untuk pengobatannya sendiri harus dilihat seberapa besar tingkat keluhahan dan ‘kerusakannya’. Pengobatannya ini bisa lewat obat, fisoterapi hingga operasi.

Risiko Carpal Tunnel Syndome bisa diminimalisir dengan cara mengistirahatkan tangan setiap kali merasa pegal, posisi duduk saat bekerja juga perlu diperhatikan. Kalau perlu gunakan bantalan khusus pergelangan tangan pada mousepad atau keyboard agar tangan merasa nyaman.

Trigger Finger

Risiko lain yang sering  menyerang adalah trigger finger, kekakuan tendon atau selubung tendon. Suatu kondisi nyeri atau sakit pada jari tangan, jari terasa kaku saat ditekuk atau ketika mau diluruskan. Bahkan, jika trigger finger yang dialami tergolong parah, jari mungkin terkunci dalam posisi membungkuk sehingga sulit diluruskan kembali secara spontan.

Umumnya, sih, trigger finger terjadi karena proses degeneratif atau penuaan pada manula (manusia lanjut usia). Tapi bukan berarti kita yang masih muda nggak bisa mengalami, lho. Trigger finger juga bisa dialami anak-anak, khususnya bayi. Anak yang mengalami trigger finger, secara anatomi pulley-nya mengalami penyempitan. Penyempitan ini terjadi karena kelainan di rahim.

Tidak berbeda jauh dengan keluhatan pada tangan yang lain, jika mengalami trigger finger hal pertama yang harus dilakukan adalah mengistirahatkan jari. Usahakan untuk membuat posisi jari netral dan rileks. Metode lainnya adalah melakukan kompres dengan air es sehingga membantu mengurangi pembengkakan.

Kalau ditelaah, ternyata berbagai keluhan yang bisa menyebabkan terjadinya keluhan pada saraf di tangan ini bisa dicegah dengan cara tidak memaksakan tangan untuk bekerja keras. Di suatu waktu, tangan juga butuh waktu untuk isirahat, dan satu hal lagi, ketika bekerja jangan menyepelekan posisi tubuh saat duduk. Harapannya semua keluhan ini bisa dihindari. Mana aamiinnya, Mommies?