Selama Hamil, Boleh Puasa Nggak, ya?

Bagi Mommies yang sedang berbadan dua, pasti sempat ada pertanyaan terbersit – selama hamil, boleh puasa nggak, ya? Dan asupan seperti apa yang harus dikonsumsi supaya tetap bugar? Mari cari tahu bersama.

Selama Hamil, Boleh Puasa Nggak, ya?

Kebetulan ketika hamil hampir 2 tahun yang lalu, saya tidak diberikan izin untuk puasa sama suami. Alasan terbesarnya sih, karena khawatir kalau saya dan janin tidak bisa terpenuhi gizinya dengan sempurna. Yo wes, saya nurut saja, walau sebetulnya saya pingin banget puasa. Dan ternyata ibu hamil tetap boleh puasa kok, asalkan terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Namun, menurut dr. Yassin Yanuar M. SpoG ada kondisi-kondisi tertentu, di mana ibu hamil sebaiknya tidak berpuasa. Misalnya sebagai berikut:

  • Hiperemesis gravidarum
  • Perdarahan
  • Kontraksi atau ancaman persalinan prematur
  • Hamil kembar (risiko kehamilan meningkat)
  • Berbagai penyakit penyerta: Hipertensi, preeeklampsia, diabetes, asma, dan lain-lain
  • Kondisi lain, atas penilaian dokter

Sehingga, ibu hamil yang dapat berpuasa adalah yang mengalami kehamilan ‘normal’ tanpa komplikasi atau penyulit yang menyertai.

Jika memang dinyatakan layak berpuasa, Bebby Astrika, S. GZ ahli yang biasa praktik di Getwell Family Healthcare Bintaro berpesan sebaiknya mengonsumsi makanan seimbang , artinya makanan harus mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan ibu hamil dan janin. Yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Namun harus diingat pilih karbohidrat kompleks, contohnya oatmeal, beras merah, kentang, jagung, ubi jalar, alpukat, kedelai dan-lain-lain. Sementara protein pilih yang bersumber dari hewani dan nabati. Tujuannya menurut Bebby agar nilai asam aminonya saling melengkapi. Dan untuk sumber lemak, pilih lemak tak jenuh, misalnya kacang-kacangan, tahu, tempe, alpukat dan salmon. Jangan lupakan sumber serat, harus terpenuhi saat sahur dan berbuka, minimal satu porsi buah dan satu porsi sayur.

Aturan makan yang sebaiknya dilakukan ketika puasa dalam keadaan hamil:

  • Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gula terlalu tinggi. Karena efeknya akan kenyang sesaat, dan akan membuat lemas sebelum berbuka puasa.
  • Saat buka makan sedikit demi sedikit – jangan kalap ya, Mommies :D Sebaiknya dibagi menjadi 2-3 kali makan. Sebelum, dan setelah sholat magrib dan sebelum tidur.
  • Hindari gorengan (walau nikmat :p), ganti dengan buah atau puding untuk menambah serat.
  • Sebelum sholat boleh makan makanan manis, untuk mengembalikan kadar gula darah. Asalkan tidak berlebih.
  • Setelah sholat, makan makanan utama dengan gizi seimbang.
  • Ketika sahur, sebaiknya makan makanan utama saja. Boleh ngemil, tapi setelah makan besar, agar kebutuhan utama terlebih dahulu terpenuhi.

Catatan lainnya dari Bebby, camilan sebaiknya berupa buah atau kacang-kacangan. Untuk hidrasi dr. Yassin  mengingatkan konsumi air sebanyak 2-2,5 liter per hari agar kebutuhan cairan ini tidak terlewat, ada triknya Mommies: 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas setelah tarawih dan 2 gelas terakhir menjelang tidur.

“Sebaiknya hindari berpuasa pada trimester pertama, karena sang ibu membutuhkan asupan nutrisi dan cairan yang cukup. Selain itu, seorang ibu kerap mengalami mual, muntah, pusing , gangguan saluran cerna. Dan pada trimester pertama, janin akan mengalami pertumbuhan  otak, saraf, jantung, ginjal, dan saluran cerna,” tutur dr. Yassin.

Jadi, jika Mommies mau berpuasa ketika hamil sebaiknya ketika memasuki kehamilan trimester kedua dan ketiga. Karena seorang ibu mulai dapat beradaptasi atas kondisi di trimester sebelumnya. Dari segi pembentukan organ dan plasenta juga sudah lengkap. Yang paling penting, jangan terlalu memaksakan diri, lho Mommies. Jika lemas, pusing, merasa sesak, keringat dingin, mual, muntah dan gejala lainnya yang tidak normal segera berbuka dan konsultasi ke dokter kandungan.

Selamat beribadah puasa, Mommies :)


Post Comment