Bulan Puasa, Jangan (Mudah) Lapar Mata!

Ditulis oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Idealnya, saat bulan puasa kita bisa menahan hawa nafsu. Nggak cuma menahan haus dan lapar saja, tapi termasuk menahaan godaan diskon yang mulai bertebaran. Jadi, jangan gampang lapar mata, ya, Mommies.

Berbagai diskon dan promo menarik dapat ditemui dengan mudah di berbagai sudut pusat perbelanjaan Indonesia. Selain pusat perbelanjaan, beberapa situs belanja online juga turut menawarkan diskon dan promo menarik. Bahkan 30 situs belanja online sepakat untuk mengadakan Harboldan (Hari Belanja Online Ramadhan) 2 kali yaitu tanggal 26 Mei dan 24 Juni 2016. Bagaimana supaya tidak boros alias lapar mata di bulan suci ini?

jangan lapar mata

  1. Buat Anggaran

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat anggaran belanja bulan Ramadhan. Anggaran belanja bulan Ramadhan perlu dibuat secara khusus sebab pola pengeluaran di bulan ini berbeda dengan bulan- bulan yang lain. Beberapa pengeluaran yang hanya muncul di bulan Ramadhan antara lain pengeluaran untuk santapan lebaran, baju baru, zakat serta sumbangan keluarga dan pengeluaran mudik ke kampung halaman. Dalam menyusun anggaran pengeluaran perlu dilakukan pemisahan pengeluaran rutin dan pengeluaran khusus bulan Ramadhan. Dana untuk membiayai pengeluaran rutin diambil dari alokasi penghasilan rutin sedangkan dana untuk membiayai pengeluaran khusus bulan ramadhan diambil dari alokasi THR dan tabungan lebaran apabila ada.

  1. Buat Prioritas Pengeluaran

Apabila dana THR dan tabungan lebaran (bila ada) tidak mencukupi daftar anggaran pengeluaran, Mommies perlu melakukan analisis prioritas pengeluaran. Pilah- pilah pengeluaran mana saja yang perlu didahulukan realisasinya dan pengeluaran mana saja yang bisa ditunda tahun- tahun berikutnya. Usahakan untuk memprioritaskan pengeluaran yang tergolong ke dalam kelompok kebutuhan dibandingkan keinginan.

  1. Lakukan Pemisahan Dana

Setelah menyusun anggaran bulan Ramadhan, Mommies disarankan untuk melakukan pemisahan dana sesuai alokasi anggaran. Kemungkinan terjadinya khilaf atau berbelanja melewati batas alokasi anggaran akan semakin besar tanpa pemisahan dana sebab masih terdapat sisa saldo atau dana yang tersedia meskipun dana tersebut untuk alokasi pengeluaran lainnya. Pemisahan dana bisa dilakukan baik dengan menggunakan konsep amplop, pemisahan rekening ataupun penggunaan uang elektronik terpisah.

  1. Decluttering

Melalukan proses pembersihan lemari pakaian bisa jadi merupakan siasat ampuh agar kita tidak menjadi semakin lapar mata. Coba bongkar semua barang yang kita miliki, apakah masih banyak yang dapat digunakan? Jika iya, apakah perlu membeli lagi? Jika tidak digunakan, apakah bisa dijual di garage sale atau disumbangkan?

Live a beautiful life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.