4 Cara Merawat Kesegaran Mulut Selama Bulan Puasa

Ditulis oleh: Nayu Novita

Kalau sedang berpuasa, saya kadang suka nggak pede dengan aroma napas sendiri, hehehe. Pernah merasakan hal yang sama nggak Mommies?

Setiap tahun, saya selalu rindu merasakan suasana khas bulan Ramadan yang seru dan ngangenin. Mulai dari suasana sahur dan berbuka puasa dengan keluarga besar, nikmatnya menyeruput teh manis panas kala adzan maghrib, suasana syahdu saat shalat tarawih, sampai hiruk pikuk takbiran.

Tapi ada satu hal yang kadang membuat saya sedikit nggak nyaman, yaitu urusan aroma napas. Alhasil, keinginan saya untuk ngobrol jadi berkurang lantaran nggak pede dengan aroma napas sendiri.

menjaga kesegaran mulut di saat puasa

Kenapa sih bisa muncul bau mulut?
Kondisi di dalam mulut yang kering lantaran seharian tak tersentuh air dan makanan membuat produksi saliva alias air liur berkurang. Padahal saliva berguna membersihkan rongga dalam mulut dari sisa-sisa makanan dan bakteri penyebab bau mulut. Makanya, ketika produksi saliva berkurang, bakteri yang tinggal di dalam rongga mulut lebih leluasa mengubah sisa-sisa makanan menjadi gas sulfur yang mengakibatkan bau mulut.

Menurut para ilmuwan dari Mayo Clinic, Amerika Serikat, aroma napas tak segar bisa bertambah parah apabila kebersihan rongga mulut kurang terpelihara atau jika orang tersebut menderita penyakit infeksi pada gigi, rongga mulut, ataupun saluran pernapasan. Makanya memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar penting banget kita ketahui. Nah, selain memastikan selama puasa gigi saya tidak mengalami ngilu, saya juga mencari cara agar aroma napas selama bulan puasa bisa bertahan kesegarannya.

Aroma napas tak segar, bisa disiasati!
Berhubung saya nggak bisa dong ya ngindarin kondisi mulut kering pada saat menjalankan ibadah puasa, maka saya mencoba menyiasatinya dengan beberapa cara berikut ini:

1. Membersihkan rongga mulut secara sempurna
Setelah selesai sahur, saya membersihkan mulut dengan menyikat gigi (oh iya ingat ya Mom, jangan menyimpan sikat gigi kita di kamar mandi), membersihkan lidah dan permukaan bibir dengan cara disikat secara perlahan, serta membersihkan sela-sela gigi dengan dental-floss. Beberapa hari sekali saya juga menggunakan cairan antiseptic, karena kan dokter memang tidak menyarankan pemakaian obat kumur setiap hari karena berisiko membasmi bakteri baik yang bermukim di dalam rongga mulut.

2. Banyak minum air putih
Selain berguna untuk memelihara stamina tubuh selama berpuasa, minum banyak air putih juga berguna untuk melembapkan rongga mulut dalam jangka waktu lebih lama dibandingkan ketika seseorang minum dalam jumlah sedikit. Berhubung nggak bisa leluasa minum di siang hari, saya jadi menakar jumlah kebutuhan air dalam sehari dengan panduan 242: 2 gelas di waktu sahur, 4 gelas hingga waktu tidur, dan 2 gelas pada saat berbuka puasa. Dengan asumsi 1 gelas mampu menampung 250 mililiter air, maka kebutuhan air harian akan terpenuhi dengan sendirinya.

3. Memantang jenis makanan tertentu
Sudah pasti saya menghindari terlalu banyak mengonsumsi bawang putih, petai, jengkol, ikan asin, dan makanan pedas, hahaha. Kalaupun kepingiiiin banget, saya memilih saat berbuka puasa untuk menyantapnya. Sebagai gantinya, saya menambah konsumsi yogurt dan buah-buahan. Yogurt berguna menyehatkan saluran pencernaan dan buah mengandung vitamin yang mampu menguatkan sistem imunitas tubuh. Kedua fungsi tersebut mampu mencegah munculnya masalah kesehatan yang bisa mengakibatkan munculnya bau mulut.

4. Bersihkan plak gigi
Menjelang bulan Ramadan, saya terbiasa mengunjungi dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan rongga mulut dan membersihkan lapisan plak pada gigi. Masalahnya kalau ada gigi berlubang dan gusi berdarah bisa memperparah aroma nafas tak sega. Bukan hanya itu, timbunan plak pada permukaan gigi juga bisa menjadi tempat tinggal ideal bagi bakteri penyebab bau mulut.

Jadi, sudah siap berpuasa tanpa bau napas yang tidak sedap dong ya sekarang :).


Post Comment