Tetap Bersikap Positif di Saat PMS, Bagaimana Caranya?

10 perempuan inspiratif berbagi tips mengenai bagaimana mereka tetap mampu bersikap dan berpikir positif di kala PMS melanda. Mungkin ada yang bisa kita contoh nih Moms :).

Siapa di antara Mommies yang menganggap kalau Pre Menstrual Syndrome itu identik dengan beragam perasaan nggak nyaman? Mulai dari kondisi tubuh terasa nggak enak sampai bad mood yang nggak kelar-kelar.

Saya sendiri baru mulai merasakan kondisi tubuh tidak nyaman di saat PMS (mulai dari payudara terasa sakit, perut tidak nyaman hingga perasaan menjadi sensi) begitu memasuki usia 32 ke atas :(. Masalahnya, sebagai seorang ibu yang juga bekerja, hal seperti ini nggak mungkin saya diamkan berlarut-larut. Yang ada semua urusan bisa berantakan. Jadi saya mencoba mengubah PMS yang biasanya penuh derita bagi saya (dan orang lain yang kena semprot akibat sensinya saya, hehehe) menjadi Powerful Message to Self yang sudah pasti lebih bermanfaat, ya nggak?!

Di bawah ini ada 10 perempuan inspiratif yang berbagi tips mengenai bagaimana mereka mampu tetap bersikap positif di kala PMS melanda.

Keke Kania
Ibu dari 2 anak dan Founder & Creative Director @chicanddarling

keke kania

“Biasanya saat PMS, emosi saya cenderung meledak-ledak dan bawaannya jadi pesimis terus. Jadi saya pasti ‘memperingati’ suami saya. Ini membuat suami jadi lebih menjaga perasaan saya dengan memanjakan melalui hal-hal sederhana seperti mengajak makan dan membantu mengurus anak (I swear this works, hahaha). Shopping is also a good distraction for me, but reading a book is the best remedy.

Hanifa Ambadar
Ibu dari 2 anak dan CEO Female Daily Network

hanifa-ambadar-01

“Kalau PMS saya bawaannya mau ngemil terus-terusan. Nggak ada gangguan fisik selain susah menahan diri soal makanan, hahaha. Kecuali kalau kondisi badan lagi kurang fit, baru deh berasa lebih capek dan malas. Kalau ditanya cara mengatasinya? Hmm, saya membawa banyak camilan sehat supaya kalau mau makan ya pilihannya yang sehat-sehat aja. Untuk makanan juga selalu katering sehat. Terus, selalu makan sebelum lapar. Ya paling enggak preparation-nya sudah cukup oke walaupun kenyataannya banyak gagalnya, hahaha.”

Raras Tatachi
PR, coach & folk dancer of @CIOFF_Indonesia Entrepreneur: www.tatachitravel.com dan @studiogerak

Raras Tatachi - Photo

‘Duh, kalau lagi PMS biasanya saya mood swing dan sensitif alias gampang nangis dan marah, hahaha. Untuk mengatasi hal negatif ini saya biasanya mendengarkan lagu-lagu yang asik untuk nge-dance, hehehe. ‘

Claudia Kaunang
Penulis Buku & Travel Blogger

Claudia Kaunang

“Saya sih beruntung ya karena tidak pernah merasakan kesakitan saat PMS. Tapi saya berusaha untuk tetap aktif, semangat, dan tidak membiarkan PMS menguasai saya, itu sih kuncinya.

Novita Imelda
Ibu dari 1 anak dan Operational Director Female Daily Network

Novita Imelda

“Saya kalau PMS termasuk yang nggak ada gangguan fisik, palingan pegal sedikit dan mungkin lebih cepat merasa capek. Tapi biasanya secara emosi lebih sensitif dan kadang jadi mikirnya lebih negatif. Agar hal ini tidak menganggu, saya membuat diri lebih sibuk dan lebih banyak aktivitas. Semakin sibuk dan semakin banyak aktivitas, biasanya hal negatif itu malah nggak berasa. Setelah lelah, pulang ke rumah, mandi air hangat, pakai oil yang wanginya menenangkan untuk badan, tinggal tidur.”

Rahne Putri
Blogger at Carousel of Memories dan Penulis Novel Sadgenic

Rahne

“Saat PMS saya sangat jarang marah-marah, tapi yang pasti memang lebih sensitif dan cengeng. Sampai suami saya sudah bisa nebak kalau saya mau ‘dapet.’ Hahaha. Supaya bisa tetap positif, ya kita memang harus punya pengendalian yang baik terhadap diri kita. Misalnya, kalau saya tiba tiba ingin menangis saat di kantor, saya pergi sejenak ke toilet untuk menenangkan diri. Kalau sedang bersama suami, saya jujur bilang kalo saya mengalami PMS. Dengan keterbukaan terhadap lingkungan dan bisa membaca sikon ini menjadi kunci untuk saya menjalani aktivitas walau sedang PMS.”

Ainun Chomsun
Pendiri Akademi Berbagi

Ainun 1

“Saat PMS saya paling pegal-pegal dan kadang-kadang suka sedih nggak jelas. Tetapi karena saya nggak terlalu memerhatikan, jadi biasa aja melaluinya. Kalau lagi emosi, saya berusaha untuk tidak berada di keramaian supaya nggak bikin ribut sama yang lain hahaha. Lebih sering menyendiri, biasanya membaca buku, nonton televisi atau tidur. Intinya jangan menganggap PMS itu sebagai sebuah masalah.”

Jenny Jusuf
Penulis naskah Filosofi Kopi

Jenny

“Ketika PMS biasanya keluhan fisik yang saya rasakan seperti pegal, pusing, mudah capek, lemas. Namun memang yang paling terasa adalah dampak emosionalnya. Saya gampang bete, sedih, uring-uringan bahkan curigaan. Kalau sudah begini, saya mengingatkan diri saya kalau PMS itu akan berlalu dalam hitungan hari. Saya juga menggunakan essential oils untuk relaksasi, karena apa yang saya rasakan di tubuh akan berpengaruh ke batin dan sebaliknya. Tubuh dan batin yang rileks sangat menolong meringankan efek PMS. Oh satu lagi. Karena biasanya yang kena ‘cipratan minyak panas’ adalah orang-orang terdekat, saya sering memberitahu sahabat dan kekasih kalau sedang PMS, hahaha.

Affi Assegaf
Ibu dari 1 anak dan Editorial & Community Director Female Daily Network

Affi Assegaf

“Secara fisik, kalau lagi PMS saya biasanya sering migren, maag kumat, badan pegel-pegel, kulit jadi lebih sensitif. Dulu waktu belum punya anak, dibarengi dengan kram perut yang lumayan parah, sekarang untungnya udah enggak. Secara emosional, saya biasanya jadi sensitif banget, mudah terbawa emosi, entah itu marah, sedih atau parno,hahaha. Nah, cara saya mengatasinya dengan olahraga! Beneran deh, kalau rajin olahraga, PMS saya jauh lebih ringan dan manageable. Kalau soal emosi, biasanya saya akan mengingatkan diri sendiri bahwa hormon saya yang lagi “berulah”. If I keep myself aware of what’s going on, I can manage it better. Meditasi 10-15 menit setiap pagi juga membantu saya untuk lebih tenang.”

Dian Paramita
Aktivis sosial dan Blogger

Dian Paramita

“Sejujurnya, PMS itu salah satu masalah dalam hidup saya. Di mana semua hal di dunia ini bisa 1000x lebih menyedihkan atau menyebalkan dari normalnya. Saya bisa lho marah karena urusan sepele. Bahkan terakhir saya sampai bermusuhan dengan sahabat baik saya di Jerman. Selesai PMS baru saya merasa bodoh dan menghubunginya kembali. Untung dia orangnya baik. PMS saya itu sangat menyita energi, membuat capek dan frustasi. Bahkan akhir-akhir ini saya merasa harus periksa ke dokter untuk mengendalikan emosi saat hormon saya berubah ini. Untungnya pikiran saya sebenarnya masih waras, hahaha. Dalam pikiran, saya selalu mengingatkan ini akan berakhir. Biasanya berakhir tepat saat menstruasi hari pertama.”

Itu powerful message dari 10 perempuan inspiratif yang bisa banget kita contoh. Kalau Mommies juga punya Powerful Message to Self versi Mommies, share yuk di social media dengan hashtag #ChooseYourPMS sebanyak-banyaknya. Siapa tahu Mommies bisa mendapatkan Best Social Media Post yang berhadiah total puluhan juta rupiah, termasuk kamera Samsung NX3000. Untuk informasi lebih lengkap, klik link di sini ya Moms.


Post Comment