5 Hal yang Harus Anda Ketahui dalam Membesarkan Toddler

Ada 5 hal yang wajib Mommies ketahui ketika membesarkan toddler, apa saja ya?

IMG_9163

Banyak kejadian yang mengetes kesabaran saya ketika membesarkan Jordy anak pertama saya, selama hampir dua tahun ini (waaah, udah mau 2 tahun saja yaaa *__*). Dan ujung-ujungnya dibutuhkan kerjasama antara saya dan pasangan. Selain itu, memperkaya diri dengan ilmu spesifik tentang si toddler ini – setidak ada 5 hal yang membantu saya dalam membesarkan Jordy.

  1. Toddler belum mengerti konsep waktu

Menurut Dr. Tovah Klein, “Toddler belum mengerti tentang konsep waktu, karena otak mereka masih berkembang dan keterampilan mereka berlum terinternalisasi seperti layaknya orang dewasa. Seperti mengelola waktu, mengendalikan keinginan mereka, mengungkapkan apa yang mereka butuhkan, merencanakan sebuah aksi hingga mengatasi stress mereka”. Jadi ya wajar saja kalau Mommies pernah berucap “Kita akan berangkat 5 menit lagi ya!”, yang ada si kecil berpikir Anda tidak jadi pergi hari itu. Kata Dr. Tovah, Mommies bisa melatihnya dengan menggunakan kata-kata keterangan waktu yang lainnya: pertama, berikutnya, selanjutnya, maka dan lain-lain. Misalnya begini, “Kamu bisa main dulu ya sayang, setelah itu kita berangkat pergi.” Dengan begitu, Mommies telah membantu si kecil mengerti tentang konsep waktu. Nggak perlu sepenuh harus mengerti kok, karena itu akan berlangsung hingga ia ada di sekolah dasar – jadi lagi-lagi kuncinya SABAR ya, Mommies :D

  1. Menurut mereka, dunia adalah tentang kekuatan dan kontrol

Ada kalanya nih Mommies, saya berpikir dari sisi Jordy. Setelah saya perhatikan, dia jarang mengutarakan apa yang menjadi maksudnya – misalnya apa yang mau dia makan, mau kemana Jordy main, apa yang hari ini dia mau lakukan. Secara spesifik ya, maksudnya. Sayalah sebagai orangtua yang memiliki kekuatan dan mengendalikan. Jadi apa dong yang bisa Jordy kendalikan?

Masih dari Dr. Tovah Klein, sebenarnya pada masa-masa ini mereka sedang belajar membuat keputusan, dan kita sebagai orangtua harus memberikan ruang untuk mereka memiliki kesempatan mengendalikan sesuatu. Misalnya nih Mommies, saat si kecil susah banget dipakaikan baju (ini Jordy banget :D), tanyakan dia mau pakai baju dulu atau celana?, atau mau pakai sepatu bagian kanan atau kiri dulu?. Untuk kasus picky eater, pastikan ada satu jenis makanan yang paling dia suka di atas piringnya di antara jenis lauk lainnya. Biarkan dia merasakan pengalaman memilih sesuatu dan pada akhirnya bisa mengendalikan situasi.

  1. Kebahagiaan tidak datang, ketika Anda berusaha membuat mereka bahagia

Menurut dr. Tovah, toddler merasa bahagia saat nereka merasa aman. Toddler akan merasa nyaman ketika kita berempati kepadanya, mengerti dengan apa yang mereka rasakan. Saya membahasakannya mengenali bentuk emosional si kecil, misalnya kalau Jordy merengek di jam-jam tertentu karena memang waktunya tidur. Saya akan bilang “Jordy ngantuk ya? Tidur yuk, kita ke kamar atas” , bukannya malah mengalihkan perhatian supaya dia tidak nangis.

  1. Mereka harus tahu seperti apa itu rasa sakit dan gagal

Jangankan  anak kecil, kita aja bisa belajar banyak hal dari kegagalan, atau rasa sakit secara fisik. Secara teorinya kegagalan itu mengajarkan seseorang mendapatkan jalan keluar dari berbagai macam kesulitan, lebih fleksibel menghadapi situasi sulit lainnya, dan mengembangkan apa yang menjadi kesenangannya. Contohnya, jika Jordy sedang mencoba memasukkan sesuatu pada tempatnya dan gagal, saya  biarkan dia mencoba sampai bisa dan dan terbukti berhasil, lho, Mommies. Belum lama ini, Jordy berhasil memasukkan 12 pensil warna ke dalam wadahnya, tanpa mengeluh sedikitpun :D *Bundanya bangga.

  1. Apa yang membuat kita sekarang pusing, bisa jadi adalah apa yang mereka butuhkan

Sebagai orangtua baru, jujur nih, ada perasaan takut gagal mendidik anak. Tapi lambat laun, semua itu terkikis, yang penting sebagai orangtua sudah membekali diri dengan ilmu-ilmu parenting dari berbagai sumber terpercaya. Dan menariknya, sebagai orangtua justru kitalah yang banyak belajar dari anak, ya nggak sih, Mommies?

Saya percaya semua sifat anak yang sekarang terkadang membuat kita jengkel, ke depannya itulah yang akan menjadi bekal mereka di masa depan. Sebut aja, rasa ingin tahu yang besar, semuaaaa hal ditanyain, semua hal dikomentari, belum lagi kalau pertanyaannya beranak pinak. Semangatnya yang menggebu-gebu, nggak kenal waktu kalau main, loncat sana sini – nggak kehitung berapa baju yang sudah diganti. Tapi saya yakin, sifat-sifat tadi bisa mendatangkan manfaat untuk mereka, selama orangtua mengarahkannya dengan baik. Ibarat mereka adalah anak panah, dan kita bertindak sebagai busurnya :)

Artikel ini diadaptasi dari situs www.popsugar.com


Post Comment